Skip to main content

REVIEW : FROZEN 2 ( 2019 )


FROZEN 2
Directed : Chris Beck & Jennifer Lee
Production : Walt Disney Studios
Runtime :103 Minutes
Frozen 2013 sangat fenomenal dengan pendapatan Box Office sebesar US$ 1.276 Million membuat Walt Disney Studios berniat membuat sequelnya, dibutuhkan  tiga tahun lamannya Frozen 2 hadir di tengah-tengah kita, dalam film pertama begitu banyak kejutan yang diberikan dari semua sudut pandang, maka gebrakan Disney Studio kali ini  membuat makin mewah dan spektakuler dari sisi animasi, lagu dan tentunya cerita, Semuanya ini akan merubah pola pikir penonton biasa menjadi  penonton setia Disney dalam setiap karyanya. Sebagai sutradara yag di tunjuk Jennifer Lee yang sudah membuktikan Frozen Pertama sukses menyatakan  Frozen 2 adalah jawaban dari begitu banyak pertanyaan yang belum terjawab di  Frozen pertama, latar belakang inilah yang menjadikan Frozen 2 makin menarik ditonton dan selalu memberikan soundtrack keren, merdu, dan enak didengar menjadi andalan dari keseluruhan filmnya. Dengan pendekatan yang sama, musical animation memberikan beberapa lagu yang sangat enak didengar seperti, “ Into The Unknown ( Panic The Disco- Idina Menzel ) “, Lost in the Woods ( Weezer ) “, “ All is Found ( Kacey Musgraves ) “. Lagu-lagu ini bakalan hits dalam beberapa pekan depan dan pastikan akan disukai oleh semua kalangan, Jika Frozen pertama dalam suasana musim dingin kali ini dalam Frozen 2 musim semi menjadi latar belakang kisahnya. Bagi yang belum menonton apakah bisa mengikuti cerita berikutnya, tentu saja terlepas dari kisah pertama karena Elsa makin dewasa begitu juga Anna, jangan lupa sama trio Olaf, Kristoff dan Sven makin kocak dan menggemaskan.  Gubahan Scoring oleh Christophe Beck sangat megah menggugah penonton untuk menyanyi, Cerita yang kompleks dan Emosional terjadi pada semua karakter menunjukan Elsa dan Anna bukan sekedar anak kecil tapi perubahaan dalam bertanggungjawab lebih terdapat lingkungan, keluarga, bahkan bangsanya. Ajaran sederhana bahwa anak-anak sudah berani mengambil tanggungjawab dalam dirinya. Film Frozen 2 saya menjagokan dalam nominasi Best Animation Movie, Best Original Soundtrack, Best Scoring pada ajang bergensi Oscar 2019 yang akan di selenggarakan pada bulan February 2020, betapa tidak setiap detil scene dikerjakan sangat teliti pada perubahan warna-warna terasa lebih hidup.    
Setelah 6 tahun berlalu, Elsa (Idina Menzel) sebagai Ratu Arandelle mereka hidup bahagia begitu juga rakyatnya merasakan hal yang sama Kristoff,Olaf dan Sven dan Anna (Kristen Bell) adiknya sangat mencintai Elsa, ada sesuatu suara yang menganggu ketika dia tidur soal-olah memanggil namanya tapi Anna sudah berjanji menjaga Elsa tak akan terluka lagi. Saat kisah flashback masa kecil Ayah bercerita tentang Enchanted Forest dimana ada perjanjian dengan suku setempat menjaga perdamain namun terjadi sesuatu yang membuat Orangtua mereka mengalami masalah termasuk Ayahnya diselematkan oleh seseorang misterius, dalam hutan ini semua manusia tak dapat memasuki hanya orang tertentu saja, hal tersebut sangat menganggu Elsa hingga suara itu begitu membuat dia harus pergi mencari jawaban apakah yang terjadi sebenarnya pada dirinya. Petualangan baru menantang mitos melebihi kekuatan seorang anak, masa lalu yang menjawab semua asal kekuatan Elsa selama ini.
Frozen 2, adalah kisah Elsa menuju kedewasaan karakter tanpa melupakan tujuan sebenarnya mengapa dia mempunyai kekuatan magic dalam dirinya, dia rela meletakan tahtanya demi tujuan yang lebih mulia berada di bangsa yang telah membelanya selama ini dan Elsa menjadi Ratu Arandelle yang sangat muda,dia tetap dicintai rakyatnya seperti Raja dan Ratu terdahulu. Frozen 2 juga menghadirkan dua karakter baru Queen Iduna ( Evan Rachel Wood ), dan Lt. Destin Mattias ( Sterling K. Brown ), film ini saling melengkapi membentuk kisah yang berhasil memberikan sebuah tontonan yang menarik bagi pengemarnya. Frozen 2 tayang mulai tanggal 20 November 2019 di seluruh bioskop Indonesia. Overall : 8/10 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re