Skip to main content

REVIEW : BIKE BOYZ 2019 ( Film Komedi Indonesia)

BIKE BOYZ
Sutradara : Aris Nugraha
Produksi : ANP & Starvision
Durasi : 1 Jam 35 Menit
Bukan hal yang baru bagi pemirsa film komedi ala Aris Nugraha, pasti penonton sudah mengenal film Preman Pensiun (2019) yang mencapai Box Office penonton hingga 1,1 juta . Hal ini membuktikan kiprahnya sebagai sineas komedi secara konsisten dalam menyuguhkan cerita sederhana dengan dialog sunda yang kental, bersetting di kehidupan sehari-hari di Kota Bandung menjadi cerita yang menghibur. Mengangkat cerita masyarakat yang pernah terjadi beberapa waktu lalu menjadi sumber inspirasinya, jalinan kisah dibagi beberapa babak namun secara editing dibuat seolah-olah tidak nyambung sama cerita lainnya, proses editing “Cutaway” seringkali penonton ketawa cirikhas ini tetap dipertahankan pada film BIKE BOYZ. Film ini bukan menampikan sisi buruk dalam sebuah komunitas tapi salah satu kisah yang jarang diceritakan kepada masyarakat bahwa masih ada sisi positifnya terlibat dalam sebuah komunitas apapun. Bagi Aris , film ini merupakan 3 paket film saya (Si Kabayan, Tarix Jabrik, dan Get Married) menjadi satu, butuh waktu kurang lebih satu bulan menyelesaikan projek ini, tak perlu sterilisasi jalan semua dibuat senyata mungkin lalu lintas di Kota Bandung. 


BIKE BOYZ, adalah kisah komedi dengan scenario cerdas menjadikan mudah diikuti oleh siapa saja, berawal ketika pencurian sepeda mahal yang ternyata melibatkan para geng motor dengan komunitas vespa, hal ini seringkali memicu keributan dijalan lantaran para anggota geng motor, ketika teknisi verspa Agus ( Aep Bancet ) tak sengaja melihat Lilis (Aline Manza) teman sekampung di Garut mencari suaminya yang tidak pernah pulang ke rumah sejak 3 bulan, niat Agus baik tapi teman-teman grup Vespa menanyakan tanggungjawabnya atas bengkel yang dia kerjakan selama ini, belum lagi Icha bertemu gadis cantik, Pinky (Delisa Herlina) pengendara vespa pink menjadi cerita romantis mewarnai perjalanan salah satu anggota komunitas vespa. Memang Agus begitu berani mengambil keputusan membantu Lilis, karena dia adalah wanita yang ia cintai saat dikampung namun nasib cintanya kandas.  Kembali cerita pada Geng Pencuri Sepeda mahal tidak hanya meresahkan masyarakat tapi ada hubungan dengan Pinky, sepupunya Mega (Birgi Putri) terlibat pada kasus tersebut. Saat Agus bertemu suami Lilis mengajak kembali memenuhi istrnya, justru dia menolak karena ada proyek besar yang harus dia selesaikan sebelum kembali ke kampung halamannya di Garut.
BIKE BOYZ, Satu kisah terpencar menjadi 3 babak, bagi yang pernah menonton Preman Pensiun, Ojek Pengkolan pasti paham betul gaya penyutradraan Aris Nugraha, tapi bagi yang belum akan terasa bosan tidak terfokus sama sekali dengan plot-plot yang ada. Menempatkan actor-aktor lokal dengan lokasi seputaran Bandung tentunya tidak saja sekedar ide tapi didasari dari cerita para anggota komunitas tersebut, berita dari media massa, obrolan masyarakat. Dalam shotting beberapa lokasi  direkayasa sedemikian rupa sebagai kisah unik, menarik, dan tentunya menghibur penonton. Namun bagi yang sudah merasakan gaya Aris Nugraha dalam Preman Pensiun rasanya joke-joke cukup membuat ketawa, penekanan karakter sangat kurang tidak ada yang lebih menonjol, terasa nanggung begitu juga komunitas Vespa seolah-olah hanya tempelen saja memang dialog ada yang menyebutkan keberadaan mereka tapi kurang diexplore atau latar belakang siapa mereka bisa menjadi nilai tambah. Satuhal yang menjadi terobosan menerbitkan actor-aktor lokal bermain dilayar lebar menjadi tantangan yang baru serta bagaimana mengeksekusi film BIKE BOYZ salah satu film yang di tunggu pengemar setia komedi yang tayang mulai tanggal 14 November 2019 diseluruh bioskop Indonesia. Overall : 7/10


Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : NAKEE 2 ( Thailand Horor Movie )

NAKEE 2 (2018) Directed : Pongpat Wachirabunjong Production : Act Art Generation , Falcon Pictures Runtime : 1 Jam 30 Menit Yang paling disuka dari cerita horror Thailand itu sinematography, tone color pastinya lokasi shooting selalu sesuai jalan cerita juga alurnya yang simple tidak neko-neko.   Setelah sukses dengan Serial tv   NAKEE 1 (2016) - di sutradarai oleh Thanya Wachirabunjong   dimana rating penonton serial ini begitu antusias maka tahun 2018 NAKEE 2 – di Sutradarai oleh Pongpat Wachirabunjong , keduanya adalah suami istri yang serius menekuni film horror Thailand.   Dibuatnya sequel ke dalam layar lebar berharap penonton masih antusias, ternyata hasil sangat mengembirakan bahwa tahun lalu film ini masuk Box Office dengan pencapaian nomer satu di Thailand , dikisahkan pada Nakee-1   seputar kisah puteri Naga yang jatuh cinta dengan manusia, dimana sosok garuda juga mencintai puteri tersebut, karena merasa dikhianati garuda harus berkelahi dengan naga sehing

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal