Skip to main content

Review : TRUTH OR DARE

TRUTH OR DARE
Directed : Jeff Waldow
Production : Blumhouse Productions
Runtime : 100 Minutes

Kita sudah banyak melihat film yang membuat jantungan ntah itu bergenre horor, thriller ataupun slasher seringkali kita kesal terhadap salah satu karakter tokoknya karena actingnya namun kenapa kita masih mau menonton lagi. Jawabanya hanya satu, kita memang suka dengan hal-hal yang menantang membuat Andrenalin kita naik. Salah satunya seperti film Truth Or Dare besutan Jeff Wadlow ( Kick Ass 2 ), walaupun belum mampu yang terbaik dalam menyuguhkan ketegangan dalam beberapa adegan justru pendapatan 10 X lipat dari budjet sekitar US $ 3.5 Million menjadi US$ 48.7 Million. Film ini ditujukan memang pangsa pasanya remaja mereka dapatkan secara tepat, sebelum film-film box office bermunculan saat ini. Inilah yang diharapkan dari sutradara Truth Or Dare. Kisahnya pun tidak terlalu sukar diikutin. Hal-hal yang sederhana saja diperlihatkan justru dapat membuat penonton merasakan andrenalin naik turun selama 100 Menit.
Blumhouse memang spesialis film-film Horor,Thriller dan Slasher. kita mengenal film yang sukses dipasaran baik Amerika maupun Asia seperti Paranormal Activity, Insidious, The Purge, Sinister, Happy Death Day Kali ini  film bertema Horor Thriller Truth Or Dare rasannya tepat sekali dibawah produksinya. Bercerita anak-anak muda berlibur ke sebuah pulau di Meksiko, saat berada di sebuah Cafe tak sengaja Olivia ( Lucy Hale ) rencana tidak ikut karena bujukan temannya dia ikut bersama-sama, Olivia kenal pemuda asing Carter ( Landon Liborion ) mereka sepakat ikut ke sebuah tempat untuk bermalam, namanya anak muda tak mungkin bermain sesuatu yang menantang ketika semuanya ikut bermain Truth Or Dare (Tantangan atau Jujur) justru Carter menjebak kedalam permainan yang tak ada habisnya dan memakan korban. Karena mereka tak percaya takhayul seperti ini maka ketika pulang dari Meksiko ada kejadian aneh, Olivia merasa salah satu teman mereka ngerjain ( Prank ) saat berada di Perpustakaan. Olivia yakin ada sesuatu yang menghantui dia sejak pulang dari Meksiko, Kekuatiran teman-teman terhadap Olivia makin jadi salah satu  sahabat mereka Ronnie ( Sam Lenner ) tewas mengenaskan. Sejak saat kejadian itu satu persatu memainkan Truth or Dare hingga mereka harus kembali ke Meksiko mencari penyebabnya dan mematahkan semua kutukan.


Film ini memang dianggap konyol dalam beberapa adegan sehingga kritikus memberikan nilai kurang menyenangkan dikarenakan skrip yang terlalu terburu-buru dan eksekusinya terlihat bodoh dihadapan penonton.Truth lebih kepada permaian yang membuat penantang merasa aman, Dare membuat pemainya harus merasakan tantangan yang berujung kematian. Jika film ini masuk box office sesuai perkiraan mereka Sutradara ingin memperlihatkan kedepannya ada sequel menjanjikan seperti film SAW hingga masuk seri ke-.

TRUTH OR DARE tayang mulai tanggal 2 Mei 2018 diseluruh bioskop Indonesia, bagi anda yang menyukai genre seperti ini tak ada salahnya menyaksikan dan merasakan andrenalin ketakutan melanda saat anda menonton film ini hingga akhir .

Overall : 6.6/10

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re