Skip to main content

Review : DEADPOOL 2

DEADPOOL 2
Directed : David Leitch 
Starring : Ryan Reynolds, Josh Brolin, Julian Dennison, Zazie Beetz 
Production : Marvel Entertaiment dan 20 Fox Century
Runtime : 120 Minutes

Setelah sukses pada film pertama tahun 2015 Deadpool hadir membuat warna yang beda arti sebuah Superhero yang kita kenal. Ada yang bilang Antiklimaks Superhero, Non Mainstream Superhero karena dia membunuh semua musuhnya tanpa ampun kekerasan menjadi tujuan utama tapi dibalik semuanya itu bukan sekedar mantan tentara dia merupakan pribadi yang sangat mencintai istrinya,pria yang bertanggung jawab. Dan lebih parahnya dia seorang yang humoris. Tak perlu panjang lebar seperti siapa sebenarnya Deadpool ini karena film pertama dijelaskan secara detil. Tahun ini sekuel dibuat lebih berbobot dengan joke-joke legendaris tahun 2000an dari lagu hingga film yang ngehits.


Karakter bodoh, lucu penuh umpatan kotor ditujukan pada jaman sekarang, anak remaja mudah sekali berbicara kasar tak peduli siapa dia sebenarnya. Hal ini masih melekat pada sosok Deadpool, dengan aksinya yang tergolong sadis membuat lawan-lawan kalah seketika. Untuk urusan cerita jangan dipusingkan anda duduk tenang nikmati film ini semua berjalan tanpa kendala yang berarti, sosok Cable ( Josh Brolin ) tentara dari masa depan layaknya terminator membuktikan sama dengan saat dia berakting sebagai Thanos di Infinity War,terlihat kejam bengis tangguh  munculnya Domino (  Zazie Beetz ) mutan yang selalu beruntung  dan Russel ( Julian Dennison ) sebagai firefist menjadi ikon tersendiri dalam grup X-Force ( mirip X Men ) yang lain tetap memberikan porsi yang baik. Munculnya para cameo juga menjadi daya tarik Deadpool 2, sungguh diluar ekspektasi sepanjang 120 menit disuguhkan adegan konyol membuat sakit perut ketawa terus, jika dibilang film ini film keluarga ya ada benarnya karena Wade harus menyelematkan Russel dari buruan Cable akibat apa yang di lakukan pada masa depannya. Wade berusaha merubah karakter Russel yang pendendam menjadi pribadi yang mau mengontrol kekuatanya supernya .



David Leitch berusaha merubah image tentang superhero dengan mengangkat budaya pop culture tahun 2000an dia mengisaratkan bahwa film ini mudah dicerna tanpa harus berpikir latar belakang siapa dan mengapa.Karena mendapatkan Rating dewasa diharapkan penonton lebih selektif tidak membawa anak-anak dibawah umur melihat film ini. Deadpool 2 lebih inovatif, konyol, seru, konsiten dengan cerita yang mudah ditebak, guyonan membuat anda menahan ke toilet apalagi sudah masuk dan menyinggung film Marvel, DC bahkan film sekuler lainya. Penonton sudah lama ingin melihat namun harus mengalah sebentar karena Avengers buatan Marvel harus terlebih dulu tayang dengan hype sama-sama ditunggu jutaan pemirsa pecinta film Marvel dan penonton sejati. Para kritikus menilai film ini ada perubahan yang lebih menarik dibandingkan film pertama, kegembiraan didalam sebuah kesuraman justru menghasilkan cerita yang sangat enak diikuti.

Deadpool 2 hadir di Bioskop Indonesia mulai tanggal 15 Mei 2018, nikmati sajian superhero anda hingga akhir dan hanya ada 1 post credit, berharap ada sekuel ke-3nya nanti.

Overall : 9/10  

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re