Skip to main content

Review : Spielberg ( Documentary TV )


Sebagai peminat film sejak masih muda hingga sekarang dan mengkoleksi film rasanya tak mungkin tidak mengenal Steven Spielberg,banyak karya-karya yang fenomenal dijadikan tolak ukur untuk film bergenre tertentu. Bagaimana tidak, apa yang dihasilkan memang bagus sekali. Seorang anak bernama Steven Alan Spielberg lahir dari pasangan Leah Adler & Arnold Spielberg, keluarga keturunan Yahudi ini mengalami masa-masa dimana  hubungan keluarga kurang harmonis,sehingga masa muda Steven harus menerima kenytaan ayahnya bercerai. jiwa muda steven begitu rapuh semua dilontarkan lewat karya-karya bukan pada minuman keras ataupun narkoba,sebuah pelarian yang positif. Menjadi impian sebagai sutradara saat dia berumur 16 tahun ketika menyaksikan "Lawrence Of Arabia - David Lean (1962) begitu megahnya dengan tiket yang mahal dia berusaha menikmatinya namun setelah menonton film tersebut dia mengurungkan niatnya sebagai sutradara, Terlalu tinggi impian itu saya melihatnya bukan sebuah tontonan yang dapat dinikmati oleh semua orang pada waktu itu, Akhirnya saya mencoba mencari ide-ide yang orang lain bisa rasakan, nikmati bahkan berdampak pada kehidupan mereka sendiri.

Persembahan dari HBO Documentary TV sayang untuk dilewatkan begitu saja. Steven muda pernah membuat film tanpa skrip dan aktor yang handal. itu semua terjadi pada filmnya JAWS (1973), sebuah film Thriller dengan hasil Blockbuster movie all the time. Penulis dan Sutradara ini berfokus pada film masa lalu atau masa depan, ntah bergenre drama,scific atau action. Karyanya berpengaruh pada sutradara lain hingga terkenal saat ini sebut saja George Lucas, Peter Jackson, Jerry Brucheimer, Michael Bay dan masih banyak lagi , karena mereka menjalin hubungan bukan sekedar menghasilkan uang tapi saling melengkapi satu dengan yang lain dan bukan saling menghina. Inilah semanggat yang dia tularkan kepada rekan-rekanya sesama sineas film, kemudian kita lihat bagaimana semua film yang dihasilkan begitu mempengaruhi industri film itu sendiri, dia orang yang sangat menjujung tinggi teamwork termasuk kolaborasinya dengan Cameramen Janusz kaminski dan Michael Khan Film Editor selalu menemani film-filmnya selama ini. Jangan dilupakan kolaborasinya dengan John Williams seorang composer ternama , musik gubahannya hadir dalam filmnya. Dia pernah membuat film dengan bujet yang kecil walau akhirnya banyak kritikus mencibirnya seolah-olah Steven muda kehilangan fokus. Jatuh bangun seorang Steven tak membuat dia mundur justru makin diasah ketrampilanya, persoalan pribadi dikesampingkan, idealisme dibuang jauh-jauh proses pembelajaran Steven menghasilkan Piala Oscar baginya  Schindler List dan  Saving Private Ryan . Tahun-tahun berikut penghargaan dia peroleh dari dalam negri hingga mancanegara sampai tahun 2016 mendapatkan Honorary Doctor of Arts oleh Harvard University. tidak berhenti disini, diapun mendirikan Dreamwork Animation,Shoah Foundation, Creator Game Medal Of Honor.

Ternyata film-film yang dihasilkan berdasarkan pengalamannya sendiri  ketika dia masih kecil hingga masa remaja, hubungan dengan wanita serta hubungan dengan ayahnya yang kurang harmonis hingga impian tentang masa depan seperti apa. Begitu banyak ide yang dia tuangkan, pribadi yang pernah gagal tapi bangkit kembali berkarya. Membicarakan seorang Steven Spielberg tak ada habisnya, begitu banyak karya yang dihasilkan, Pengaruhnya pada dunia perfilmaan - the most influential person in the world, Sebagai manusia apakah dia pernah kecewa?   tak semua filmnya masuk dalam ajang bergengsi Oscar tapi setiap orang yang hadir selalu menghormatinya .

Overall : 9/10



Comments

Popular posts from this blog

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

Review : 1987: When the Day Comes

Review : 22 MENIT

 22 MENIT
Sutradara : Eugene Panji Pemain :Ario Bayu, Ade Firman hakim,Ence Bagu, Ardina rasti  Produksi : Button Ijo Durasi : 75 Menit