Skip to main content

Review singkat : The Cobbler 2014

Seperti yang kita tahu Adam Sadler selalu bermain drama komedi keluarga, dia sangat menjiwai karakter nya, begitu juga kisah The Cobbler bukan kisah film Cinderela dimana putri kehilangan sepatu kaca saat pesta dengan seorang pangeran, tetapi film ini tentang Max Simkin (Adam Sadler) Seorang pria lajang hidup bersama mamanya mempunyai pekerjaan sebagai tukang reparasi sepatu,dengan rutinitas sehari-hari. Bersebelahan Barber Shop ( Tukang cukur rambut di perankan oleh Steve Buschemi ) meminta agar max mencari wanita pendamping hidupnya , Max merasa sudah hidup nyaman sebagai lajang.

Setiap hari banyak para Coustomer datang ingin memperbaiki sepatu mereka.dengan begitu banyak pelanggan yang minta cepat selesai alat yang dipakai tiba2 rusak, Max teringat ada alat peninggalan sang ayah. Setelah selesai diperbaiki, Max dengan setia menunggu pelanggan. Daripada benggong ,dia mencoba sepatu milik orang tersebut ..namun kejadian berubah seketika menjadi si pemilik sepatu . Max dengan rasa penasaran mencoba kembali dan berulang-ulang berubah menjadi orang lain .


Seorang aktivis komunitas , masih muda, cantik Carmen (Melonie Diaz), datang meminta bantuan Max dengan cara melakukan petisi untuk salah satu penggusaha tidak membangun mall di daerah situ.Max melihat hal iniingin menggagalkan rencana si pengembang, mencari berbagai cara . di tengah2 kejadian max berusaha menolong ternyata gagal dan kemudian di tolong oleh temannya si tukang cukur rambut. Ternyata temanya tahu rahasia max bisa berubah menjadi orang lain, si tukang cukur menceritakan kisahnya tak lain adalah ayahnya sendiri (Dustin Hoftman ) Memang patut diakui film ini tak semenarik The Blended yang mempertemukan pasangan Drew Barrymore dengan banyak kekonyolan di hamper setiap adegan,tetapi film ini juga nenawarkan ramuan yang sama yaitu cinta & keluarga Rating : 2.5/5

Comments

Popular posts from this blog

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

Review : 1987: When the Day Comes

Review : Mr Hurt

Mr Hurt 
Directed : Ittisak Eusunthornwattana
Starring : Sunny Suwanmethaon, Marie Broenne, Mashnanoad Sulvamas, Ponsatorn Jongwilak
Production : Transformation Film
Duration : 129m

Lagi-lagi Thailand membuat film bertema drama percintaan dengan cerita seputar patah hati, yang paling membuat kita betah menontonnya tak lain jalan cerita yang sederhana juga casting yang natural dari artis cukup terkenal ditambah lokasi shoting gak jauh dari makanan, tempat tinggal dan sebagainya. Buat saya serasa menonton FTV namun dikemas dengan baik, itulah kelebihan mereka membuat film apalagi twist yang seringkali kesel .
Alkisah pemain tenis pro terkenal Don ( Sunny Suwanmethaon )  pacaran dengan Anna ( Marie Broenner ) , saat Don mau serius melamar Anna, justru Anna memutuskan Don begitu saja, dunia Don berbalik dia tidak semanggat dalam latihan tennis, semuanya berubah total. Tema-temanya mencoba memberikan semanggat bangkit kembali namun gagal juga, Don benar-benar kehilangan Anna. Salah satu cara …