Skip to main content

Review American Sniper 2015

 Review singkat : American Sniper 2015

Diangkat dari buku best seller ‘American Sniper: The Autobiography of the Most Lethal Sniper in U.S. Military History’ dari Kyle, Scott McEwen dan Jim DeFelice sebelum insiden yang mengakhiri hidupnya di tahun 2013, setelah berpindah dari rencana awal penyutradaraan David O. Russell dan Steven Spielberg, ‘American Sniper’ memang digagas Eastwood bukan hanya sebagai semi-biopik tapi merupakan kisah seorang prajurit yang menunaikan tugas dengan kesetian Kyle diperankan oleh Bradley Cooper  ditugaskan saat perang teluk, kehebatan sangat melegenda di kalangan teman-temannnya dan musuhnya. Bahkan, kemampuan menembaknya yang sangat tinggi ini membuatnya mendapat julukan 'Al-Shaitan' atau 'The Devil' dari Irak. Suatu ketika dia berada di sebuah kota yang berperang dan mengintai seorang wanita beserta anak laki-laki. Ketika sang wanita memberi misil kepada bocah tersebut Kyle yang harus menembak teringat pada masa anaknya yang lahir. Perdebatan batin yang terjadi padanya membuatnya merasa sebagai pembunuh dan pemikirannya akan berdampak pada keselamatan teman-temannya.

 

Menjalani profesinya di tengah dilema membidik macam-macam target hingga penduduk tak bersalah yang dipicu oleh keadaan hingga dikenal sebagai legenda dalam jajaran militer negaranya, Kyle terjebak dalam sebuah obsesi saat harus memburu pimpinan al-Qaeda ‘The Butcher’ Abu Musab al-Zarqawi (Mido Hamada) dan kehilangan banyak rekannya.Kyle ditugaskan untuk menghabisi "Mustafa-Sniper" yang telah membuat prajurit American kehilangan banyak korban,  Kyle selalu berada di atap rumah wilayah musuh  memancing supaya Mustafa keluar dari tempat persembunyian dengan jarak 2100 meter ( jarak yang paling jauh bagi sniper ).

Dalam pencapaian lain, ‘American Sniper’ juga sangat unggul dalam hal teknis, terutama kemenangannya respektifnya di Academy Awards lewat kategori sound editing, namun konfliknya baru dimulai sejak Kyle dikirim ke Irak setelah insiden 9/11.  Tak ada yang sama setelah itu, hingga lama setelah kepulangannya perlahan Kyle mulai mencoba bangkit dengan membimbing para veteran beradaptasi ke kehidupan sosial lewat pelatihan tembak.Masa transisi yang paling berat bagi prajurit ketika kembali ke kehidupan sehari-hari paska trauma bagi mereka yang tidak bisa diselamatkan menjadi mimpi buruk si prajurit itu sendiri, tak heran kejiwaan mereka selalu tergoncang.Disinilah Kyle mencoba membantu sahabat sesama prajurit bisa lepas dari trauma di medan perang  buat Kyle ini cara yang terbaik yang bisa dilakukan namun apa daya tanggal 2 February 2013 hari yang cerah dan menyenangkan bagi Kyle tapi hari itu adalah hari terakhir hidupnya ,sahabat yang dibantu menembak dia hingga mati, entah motif apa pembunuhan Kyle bisa terjadi yang pasti para prajurit yang ditolongnya belum lepas dari masa trauma tersebut.

Rating  3.5/5


 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re