Skip to main content

Posts

REVIEW : FILM JANUR IRENG 2025, PREQUEL SEWU DINO

Film Janur Ireng sebagai Prequel dari  Sewu Dino  yang diangkat berdasarkan novel best seller karya @Simpleman.   Ini   merupakan  film horor mistis-thriller Indonesia dan  salah satu film horor yang dinantikan oleh para pengemarnya menyusul Sewu Dino masuk dalam jajaran box office di Indonesia 4.8 juta penonton, dengan alur cerita mengajak kamu kembali ke masa sebelum kutukan besar Sewu Dino terjadi, menggali asal mula konflik keluarga dan kutukan mistis blood pact (perjanjian darah) yang membuka tragedi besar di dunia Sewu Dino Universe. dalam trah pitu ( tujuh keluarga yang memberikan dirinya pada sang  Ratu demi kejayaan dan kekayaan seumur hidup), masih dalam horor dengan nuansa budaya Jawa: film ini menekankan unsur mistis santet dan kutukan dalam konteks keluarga dan tradisi Jawa, yang akan menambah pemahaman bagaimana konflik Trah Pitu saling berebut kekuasan semakin kompleks bukan sekadar jump scare  namun cerita berfokus pada hubungan...

REVIEW : QORIN 2 , Masuk dalam Universe Qorin Lebih dalam

Review “Qorin 2”  Qorin 2 kembali mengangkat tema mistis dan psikologis, namun dengan fokus yang lebih kuat pada dampak destruktif bullying. Film ini menunjukkan bagaimana satu tindakan perundungan—yang mungkin dianggap sepele oleh pelakunya dapat memicu rangkaian kejadian mengerikan yang berujung pada hilangnya nyawa dan terpecahnya sebuah keluarga.  Cerita bergerak melalui karakter-karakter yang menyimpan trauma dan rasa bersalah. Tindakan bullying yang terjadi di masa lalu menimbulkan luka batin yang tidak pernah sembuh, lalu “dipanggil kembali” melalui manifestasi supranatural. Dari sinilah film menggambarkan bahwa efek perundungan tidak hanya berhenti pada korban saja, tetapi juga merembet ke orang tua, saudara, hingga lingkungan sekitar, menciptakan tragedi berantai. Melalui elemen horor dan ketegangan, Qorin 2 menyampaikan pesan moral yang kuat: Bullying bukanlah tindakan ringan, ia bisa memicu kematian, merusak masa depan, dan memusnahkan keharmonisan keluarga. Pa...

REVIEW : FILM ETERNITY 2025 : Menunggu Cinta di Antara Hidup dan Keabadian

Film Eternity karya David Freye   (Dating Amber, The Cured ) menghadirkan gagasan yang sederhana namun sarat makna: bagaimana jika setelah kematian, manusia masih diberi ruang untuk “bertemu kembali”, menimbang, dan memilih sebelum melangkah menuju keabadian? Melalui sudut pandang pasangan yang dipertemukan kembali di alam antara hidup dan akhir, film ini tidak menitikberatkan pada horor atau visual spektakuler, melainkan pada pergulatan batin, memori, dan beban emosi yang belum selesai. Secara logis, Eternity berfungsi sebagai metafora ruang transisi bukan surga atau neraka melainkan ruang evaluasi eksistensi. Pertemuan dua insan setelah kematian digambarkan secara tenang, hampir datar, seolah kematian bukan akhir yang dramatis melainkan kelanjutan kesadaran. Di sinilah logika film bekerja: mereka tidak langsung “bahagia”, justru dipaksa mengingat kembali keputusan-keputusan hidup yang membentuk hubungan mereka. Dialog menjadi tulang punggung narasi, memperlihatkan bagaimana ci...

REVIEW : AGAK LAEN - MENYALA PANTIKU, Gebrakan Komedi dari 4 Sekawan

Film ini menampilkan kuartet komika Bene Dion, Indra Jegel, Oki Rengga, dan Boris Bokir dalam peran baru sebagai detektif kepolisian yang dijuluki "detektif gagal" atau "detektif koplak."  Keempatnya bertugas menyusup ke sebuah panti jompo untuk mencari buronan kasus pembunuhan anak Wali Kota Yamakarta. Misi ini adalah kesempatan terakhir mereka untuk menyelamatkan karier dari reputasi buruk. Penyamaran mereka sebagai perawat panti jompo, dan bahkan sebagai "orang jompo" itu sendiri, menjadi sumber utama kekacauan dan komedi. Bene dan Jegel sering menjadi sumber ide-ide gila dan kecerobohan yang membuat misi makin rumit. Humor khas mereka, yang seringkali berupa dialog slapstick dan situasi yang tak terduga, bekerja sangat baik dalam lingkungan panti jompo yang unik. Oki dan Boris menampilkan spektrum emosi yang lebih kaya, bahkan memiliki adegan aksi tangan kosong yang intens dan digarap serius (long take). Boris, khususnya, membawa lapisan drama person...

REVIEW : FILM KEADILAN (VERDICT) , Semua Bisa diBeli Dari Sebuah Keadilan

Produser : Song Hyun-ju, Bae Jae-youn Produksi : MD PICTURES, JNC MEDIA GROUP, INNIKOR PICTURES Sutradara : Lee Chang-hee, Yusron Fuadi Penulis : Yoon Hyeon-ho Genre : Drama, Thriller Tanggal Rilis : 20 November 2025 Pemeran : Rio Dewanto sebagai Raka Reza Rahadian sebagai Timo Elang El Gibran sebagai Dika Akbar Niken Anjani sebagai Nina Dimas Aditya sebagai Burhan Yusuf Dian Nitami sebagai Hanum Triatmaja Karina Salim sebagai Ayu Dwi Asari Rafly Altama sebagai Sadam Tubagus Ali sebagai Gilang Bizael Tanasale sebagai Tommy Eduwart Manalu sebagai Bono Tyan Anugrah sebagai Regi Vonny Anggraini sebagai Ibu Bimo Rangga Nattra sebagai Edo Indra Pacique sebagai Zainal Keadilan (The Verdict) menghadirkan sebuah drama thriller yang menempatkan moralitas manusia sebagai pusat konflik. Dengan latar sistem hukum Indonesia yang keropos, film ini mengungkap bagaimana keadilan bukan hanya soal benar dan salah, tetapi juga tentang siapa yang memiliki kuasa untuk menentukannya. Sinopsis yang tampak s...

REVIEW : KEEPER 2025. Cinta dan Misteri Masa Lalu

Film “Keeper” adalah horor psikologis yang memusatkan ceritanya pada seorang pelukis bernama Liz (Tatiana Maslany) , yang mengalami serangkaian visi menakutkan ketika ia pergi ke kabin terpencil bersama pacarnya, Malcolm (Rossif Sutherland) , seorang dokter yang baru ia kencani selama satu tahun. Premis ini terlihat sederhana, namun Osgood Perkins memanfaatkannya untuk menciptakan atmosfer isolasi dan ketidakpastian yang pekat. Sejak awal, film membangun rasa cemas melalui suasana kabin yang sunyi, framing yang sempit, serta sinematografi yang mengaburkan batas antara kenyataan dan imajinasi. Pendekatan visual ini segera menandai bahwa horor dalam Keeper bukan hanya berasal dari dunia luar, tetapi juga dari dalam pikiran karakter utamanya. Jika kita melihat  review dan kritikan di Rotten Tomatoes,  punya skor sekitar 64% a da cukup banyak pandangan beragam: beberapa kritik memuji atmosfer dan visual, tapi banyak juga yang merasa cerita kurang fokus atau klise bahkan te...

REVIEW : NOW YOU SEE ME, YOU DONT : “Babak baru: Ilusi lama, Generasi baru.”

film ini menyulap perbedaan generasi menjadi pertunjukan penuh makna.  Kembalinya Para Horsemen dengan misi yang lebih dalam  setelah bertahun-tahun menunggu, par a The Four Horsemen  muncul diawal cerita  lewat Now You See Me: Now  You Don’t.   Sekuel ini menghadirkan kembali aksi pencurian penuh trik, namun kali ini diselimuti ketegangan emosional yang lebih matang: benturan antara generasi pesulap lama dan generasi baru di era digital.   dengan  dihadapkan pada tantangan besar: mencuri “Diamond Heart”, permata misterius yang konon berisi sejarah kelam antara perusahaan penambang dengan para elite penjahat dunia hanya satu orang yang berhak mempunyai Diamond Heart. Tapi di balik misi berbahaya itu, mereka harus menghadapi dilema yang lebih kompleks tentang makna keajaiban di dunia yang segalanya bisa direkam, dibagikan, dan diungkap hanya dengan satu klik.  Film ini menggali konflik yang terasa relevan dengan kehidupan modern. Dyl...

REVIEW : DOPAMIN, Ketika Cinta dan Uang Berebut Takhta Kebahagiaan”

Sinopsis : Malik (Angga Yuanda) dan Alya (Shenina Chinamon)  adalah pasangan muda yang baru menikah dan menghadapi berbagai tekanan kehidupan, tinggal dalam rumah kontrakan  kehilangan pekerjaan, utang yang menumpuk, hunian yang tidak stabil. Suatu malam hujan lebat, dalam perjalanan pulang ia mengalami gangguan di mobilnya, lalu seorang tamu asing muncul meminta tumpangan. Keesokan paginya, tamu tersebut ditemukan tak bernyawa di rumah mereka bersama sebuah koper berisi uang miliaran, yang kemudian mengubah hidup Malik dan Alya ke arah yang tak terduga. Dalam Dopamin, Teddy Soeriaatmadja, sutradara yang dikenal lewat pendekatan realisme dalam film-film seperti About a Woman dan Something in the Way,kembali menelusuri dinamika manusia yang rapuh namun penuh gairah. Kali ini, ia menggabungkan romansa drama bertahan hidup di bawah tekanan ekonomi, moral, dan psikologis. Cerita berpusat pada pasangan muda yang tengah berjuang di tengah kerasnya hidup kota modern. Alih-alih memper...

REVIEW : BOSS (2025) Korean Movie , Aksi Komedi Para Gangster

Setelah tayang dalam Korea Indonesia Film Festival (2025) tahun ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari pecinta film korea  Boss sebuah film aksi komedi yang disutradarai oleh Ra Hee-chan   (Going By The Book, Mr Idol). Film ini dibintangi oleh Jo Woo-jin, Jung Kyung-ho, dan Park Ji-hwan sebagai anggota gang yang terjebak dalam persaingan pergantian ketua, dilema antara perjuangan untuk mendominasi di dalam kelompok mereka dan pengejaran ambisi pribadi masing-masing setelah  dilanda ketua mereka meninggal mendadak. Bagaimana tidak salah satu dari mereka  Soon-tae (YoWooJin) ingin berhenti sebagai gangster dan menjadi seorang koki setelah menemukan pujaan hati, sikap dan perasan berubah demi keluarga dan anak gadis menginjak remaja tak ingin image seorang gangster melekat padanya. Persabahatan pada anggota gangster tak hanya kumpulan penjahat tapi sudah sebagai keluarga. Baek Seok Don, Boss mereka ditemukan bunuh diri secara mendadak yang akhirnya para tetua ...

REVIEW : ROSARIO, Pesugihan Ala Budaya Mexico

S aya mengira film ini horor bernuasa religi katolik yang terjadi ketika salah berdoa meminta sesuatu dengan doa rosario namun berbeda dengan apa yang saya pikirkan, kisah seram dari sebuah pemyembahan dan sebuah sekte dikutip dari google, sebuah sekte yangmasih aktif hingga saat ini  berasal dari budaya Mexico adalah :  Kobayende adalah salah satu roh atau dewa dalam kepercayaan Afro-Kuba yang dikenal sebagai Palo Mayombe . Agama ini berakar dari tradisi Afrika Tengah, khususnya dari orang-orang Kongo yang dibawa ke Kuba sebagai budak. Dalam Palo Mayombe, Kobayende memiliki peran penting sebagai: Dewa penyakit dan kematian: Ia dianggap sebagai roh atau dewa yang bertanggung jawab atas penyakit dan kematian. Raja orang mati: Ia juga dikenal sebagai raja orang mati. Penyembuh: Menariknya, Kobayende tidak hanya dianggap sebagai pembawa penyakit, tetapi juga bisa menjadi penyembuh. Penganutnya percaya bahwa dengan menggunakan Nganga (sebuah altar sakral) yang didedikasika...