Skip to main content

REVIEW : QORIN 2 , Masuk dalam Universe Qorin Lebih dalam

Review “Qorin 2” 
Qorin 2 kembali mengangkat tema mistis dan psikologis, namun dengan fokus yang lebih kuat pada dampak destruktif bullying. Film ini menunjukkan bagaimana satu tindakan perundungan—yang mungkin dianggap sepele oleh pelakunya dapat memicu rangkaian kejadian mengerikan yang berujung pada hilangnya nyawa dan terpecahnya sebuah keluarga.  Cerita bergerak melalui karakter-karakter yang menyimpan trauma dan rasa bersalah. Tindakan bullying yang terjadi di masa lalu menimbulkan luka batin yang tidak pernah sembuh, lalu “dipanggil kembali” melalui manifestasi supranatural. Dari sinilah film menggambarkan bahwa efek perundungan tidak hanya berhenti pada korban saja, tetapi juga merembet ke orang tua, saudara, hingga lingkungan sekitar, menciptakan tragedi berantai. Melalui elemen horor dan ketegangan, Qorin 2 menyampaikan pesan moral yang kuat: Bullying bukanlah tindakan ringan, ia bisa memicu kematian, merusak masa depan, dan memusnahkan keharmonisan keluarga.
Para Pemeran Qorin 2 
Fedi Nuril (Makmur) dia berhasil menghadirkan karakter ayah yang diguncang trauma dan rasa bersalah dengan intensitas emosional yang konsisten.Ekspresi sedih, putus asa, dan marah terasa sangat natural dan terukur. Gestur tubuhnya menggambarkan tekanan psikologis yang berat, tidak berlebihan tetapi tetap kuat. Transisi dari karakter “biasa” menjadi sosok yang rapuh dan penuh dendam ditampilkan dengan kontrol emosi yang matang. Pembawaan suara (intonasi rendah, tersendat) menambah berat pada konflik batin. Akting Fedi paling menonjol emosional, realistis, dan menjadi jangkar atmosfer gelap film. Bahkan dia lepas dari sosok playboy yang selama ini melekat padanya. Ali Fikry (Jaya  korban bullying) membawakan karakter remaja yang tersudut dengan empati yang kuat. Sorot mata yang selalu tampak cemas dan lelah, menggambarkan tekanan mental seorang korban. Bahasa tubuh tertutup dan kaku yang menggambarkan rasa takut dan isolasi. Adegan-adegan emosionalnya terasa tulus, tidak melodramatis. Ali berhasil membuat penonton memahami rasa sakit karakter, dan menjadi representasi korban bullying yang  meyakinkan. Muzakki Ramdhan (Rizal pelaku bullying)  menampilkan karakter pelaku yang tidak sepenuhnya jahat, melainkan remaja yang mengikuti tekanan lingkungan. Ekspresi sombong, impulsif, dan kasar tampil tanpa terlihat dibuat-buat. Saat karakternya mulai mengalami tekanan batin, ia mampu menunjukkan sisi rapuhnya. Dinamika dengan Ali terasa menambah realisme hubungan korban pelaku.memberikan performa yang solid, memperlihatkan kompleksitas pelaku bullying. Wavi Zihan (Bu Fitri) Sebagai guru/figur dewasa, Wavi memberikan performa yang menekan, menghakimi, namun tetap manusiawi. Aspek akting yang kuat: Mimik tajam dan cara bicara yang kaku memberi nuansa otoritas yang membebani. Ketika emosi meningkat, Wavi tidak berlebihan tetap menjaga intensitas yang realistis, Wavi memberikan warna tersendiri dan mempertebal atmosfer sosial yang menekan para siswa. disamping peran utama ada berapa peran yang sangat solid dan merupakan penampilan Aktor kondang Epy Kusnandar selalu memberikan penampilan memorable. Pemeran lain: Indra Birowo & Dimas Aditya, Keduanya menampilkan karakter orang dewasa dengan sikap ambivalen seolah peduli tetapi sebenarnya pasif atau manipulatif. Intonasi halus tetapi bernada “menghindar” memperlihatkan sikap munafik dengan baik. Ekspresi wajah yang datar namun penuh maksud menambah lapisan kritik sosial film. Inilah yang menjadikan peningkatan cerita Qorin 2 lebih kompleks emosional tapi terkontrol Kuat dalam bahasa tubuh dan ekspresi muram,berhasil membuat tema bullying dan trauma terasa realistis dan berat .
Namun dari kedua film punya perbedaan yang mendasar jadi ini merupakan kemajuan sebagai universe horor Qorin yang dikembangkan oleh Produser dan sutradara serta penulisnya. Qorin (2022), Ceritanya berfokus pada mitologi qorin, yaitu sosok jin pendamping yang berkaitan dengan sisi gelap manusia. Pendekatannya lebih pada misteri supranatural klasik dan fokus ke kelompok tokoh agama dalam sebuah pesantren merajuk kasus pelecehan seksual yang terjadi kelompok beragama. Qorin 2 (2025) bukan sekuel langsung yang melanjutkan cerita tokoh yang sama dari film pertama; melainkan cerita baru dalam semesta yang sama dengan karakter, latar, dan konflik berbeda. Tema yang diangkat jauh lebih sosial dan nyata: bullying dan dampaknya terhadap korban maupun keluarga.Qorin pertama lebih mengeksplorasi keberadaan qorin sebagai entitas mistis, sedangkan Qorin kedua  menggunakan elemen supranatural untuk memperkuat kritik sosial tentang perundungan. Film pertama lebih “hantu dan ritual”, film kedua lebih horor yang bermuatan pesan kuat tentang kehidupan nyata. Dalam pendekatan Horor dan bentuk visual Qorin: Mengandalkan atmosfer pesantren, misteri, dan ketidakpastian tentang apakah fenomena yang mereka lihat benar-benar supranatural atau cenderung slow build suspense.  Qorin 2: memiliki nuansa horor yang lebih intens dan lebih berdarah, bahkan dengan visual gory serta konflik emosional jauh lebih realistik dan personal, seperti seorang ayah yang kehilangan kendali karena anaknya menjadi korban bullying membuat penonton tertarik pada drama karakter, bukan hanya pada entitas supranatural. Namun tetap saja ada plot hole yang membuat penonton menurun ketika sosok si jahat ditampilkan tengah cerita bahkan pada ending cerita dibuat kita sudah paham tapi dilebihkan pada cerita berikutnya  Qorin ke 3 semoga saja makin intens dan makin padat setiap karakter yang di mainkan. Film Qorin 2, sebuah film horor slasher karya @ginantirona dari penulis @lelelaila. Saksikan seru dan tegangnya, di bioskop mulai 11 Desember 2025, Overall : 7/10.



Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW FILM ANIME : The Dangers in My Heart: The Movie

The Dangers in My Heart: The Movie merupakan  film yang menawarkan kisah remaja dengan cara yang jujur dan manusiawi. Ceritanya berpusat pada Kyotaro Ichikawa dan Anna Yamada , dua siswa SMP yang sangat berbeda, namun perlahan saling mendekat melalui momen-momen canggung yang terasa nyata. Kyotaro adalah anak introvert yang cenderung menyendiri. Ia punya minat yang tidak biasa untuk anak seusianya: membaca buku tentang anatomi dan hal-hal gelap, serta mendengarkan musik metal. Di balik itu, ia sebenarnya penuh keraguan, kesepian, dan rasa tidak percaya diri. Pikiran gelapnya bukan tanda kebencian, melainkan cara seorang remaja menghadapi dunia yang terasa menekan. Sebaliknya, Anna Yamada adalah gadis populer di sekolah. Ia ceria, energik, dan secara penampilan terlihat lebih matang dibanding teman-teman sekelasnya. Namun di balik citra itu, Anna punya sisi polos, ceroboh, dan rakus makanan yang membuatnya sangat manusiawi. Ia bukan sosok sempurna, melainkan remaja yang sedang bel...