Skip to main content

REVIEW FILM : MEMBURU PEMANGSA , Manifesto Sosial Lawan Kekerasan Anak


Peluncuran film Memburu Pemangsa produksi Sinemaku Pictures menjadi momentum penting bagi industri perfilman Tanah Air dalam memadukan hiburan sinematik berkelas dengan advokasi isu sosial yang mendesak. Dalam konferensi pers yang berlangsung emosional, sutradara Umar Syahab (Umay) menyampaikan keresahannya atas maraknya kasus kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak di Indonesia, dengan mengacu pada data yang tercatat lebih dari 21.000 kasus kekerasan anak dan 12.000 kasus kejahatan seksual anak sepanjang 2025. Keprihatinan inilah yang menjadi pemantik lahirnya karya yang tidak sekadar menjual teror, melainkan menjadi corong gugatan sosial.  Acara dibuka dengan suasana khidmat saat Umay memimpin doa bersama dan menyampaikan belasungkawa mendalam untuk para korban bencana alam di NTT, Kalimantan, dan Sumatra, serta secara khusus memberi penghormatan kepada lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput bencana di Krakatau. Penghormatan ini menegaskan dedikasi emosional film terhadap insan pers Indonesia yang kerap mempertaruhkan nyawa demi kebenaran sejalan dengan penempatan empat jurnalis perempuan sebagai protagonis utama cerita. Dari sisi penulisan skenario garapan Rezi Junior bersama Umay memilih formula memadukan subgenre horror, crime, dan action yang jarang dieksplorasi secara padu di perfilman Indonesia. Unsur demonologi dan pesugihan dihadirkan bukan sekadar ornamen mistis, melainkan metafora bahwa kekejaman manusia pemangsa anak jauh lebih menyeramkan dibandingkan iblis itu sendiri. Untuk menjaga akurasi dan etika penceritaan, tim produksi melakukan riset ketat melalui Focus Group Discussion bersama KPPAD, jurnalis senior, dan Komnas Perlindungan Anak. 
 
Kedalaman karakter dihidupkan oleh jajaran pemain dengan dorongan psikologis yang personal. Laura Basuki memerankan Agnes, seorang pemimpin redaksi yang memendam trauma kehilangan anak sekaligus mengandalkan insting jurnalistik dan kepekaan sixth sense-nya. Prilly Latuconsina sebagai Chia Ibrahim tampil dalam adegan aksi fisik intens yang didorong naluri protektif terhadap keponakannya, didukung oleh Taskya Namya (Brina) dan Yasamin Jasem (Anya) yang memperkuat dinamika tim investigasi jurnalis perempuan. Sementara itu, Teuku Rifnu Wikana mengaku menjalani pergolakan batin berat serta konsultasi psikologis intensif untuk memerankan sosok antagonis penculik dan pemangsa anak, sedangkan aktor muda Jordan Omar didampingi ketat oleh psikolog dan Komnas Perlindungan Anak selama proses syuting.  Secara visual, sutradara Umay menghadirkan dominasi warna hijau dan hitam sepanjang 115 menit durasi film sebagai simbol sifat "beracun" para predator anak, dipadukan dengan pendekatan kamera imersif dan koreografi aksi fisik yang digarap ketat oleh tim V-Action tanpa bergantung berlebihan pada efek rekayasa. Prilly Latuconsina turut menegaskan keprihatinannya bahwa kasus kejahatan anak kerap hanya menjadi tren pemberitaan sesaat sebelum tenggelam tanpa penanganan hukum memadai menjadi alasan kuat di balik seruan film ini untuk mendobrak culture of silence di masyarakat. 
Setelah penayangan terbatas (Nonton Duluan) terjual habis di 7 kota besar, film keempat karya Umay Shahab ini resmi tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 24 September 2026, membawa kampanye nasional #JagaAnakAnak sebagai gerakan sosial nyata. Film ini diharapkan memantik diskusi di ruang keluarga sekaligus mendesak para pemangku kebijakan dan aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap seluruh jaringan pelaku kejahatan anak tanpa kompromi. Overall: 8/10

 

Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW : AFTER BURN 2025, Aksi Pencurian Mahakarya Monalisa

  Melihat trailernya kita akan berekspektasi film bakalan super wah dengan segala aksinya, justru ekspektasi tersebut harus dipendam dulu nanti akan menyesal, dalam film kelas B tidak dituntut banyak kita harus berpikir panjang semua berjalan sesuai skenario saja. Hal ini kita membuat santai dalam menikmati filmnya. Dalam pemilihan aktor biasanya ada yang terkenal demi menarik penonton untuk datang ke bioskop, tapi penokohannya kembali dari sutradara dan penulis cerita seperti yang dilakukan oleh J.J Perry , sebagai aktor beladiri yang berkecimpung lama dan menyutradarai beberapa film aksi, tak heran tema yang diambil dari apa yang dia telah bintangi sebagai aktor, The Killers Game dan The Day Shift cukup baik dipasaran, tahun 2025 film terbarunya After Burn , berlatar belakang jaman distopia pasca dunia dalam kehancuran. Dimulai ketika Jake (Dave Bautista) seorang penyitas dan pemburu harta karun tak pernah gagal dalam segala misinya. Ketika tugas mencari biola tertua dan antik d...