Skip to main content

Review : Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald

Fantastic Beasts: The Crimes Of Grindelwald
Directed : David Yates
Production : Warner Bros Picture, Heyday Film
Runtime : 2h 14m


Berkisah pada akhir cerita film sebelumnya Fantastic Beasts and Where to Find Them penangkapan Gellert Grindelwald  (Johnny Depp) oleh MACUSA (Magical Congress Of United State America) dengan bantuan dari Newt Scamander (Eddie Redmayne ) namun dalam perjalanan ke penjara, dia lolos dan bersembunyi di Perancis untuk mengadakan kudeta terhadap mereka yang telah menindas dan menyiksanya dan mengumpulkan "Pure Blood" mengkontrol semua para penyihir didunia. Atas dukungan Albus Dumbledore (Jude Law) untuk mencari dan menghentikan usaha Grindelwald , Newt harus berjuang mencari jejak Crendence (Ezra Miller) mencari siapa sebenarnya orangtuanya, seorang anak yang ditinggalkan dan diadopsi, mempunyai jiwa yang rentan akan masa lalunya dan pribadi pembalas dendam, jika Newt mampu menemukan Crendence maka Grindelweld bisa ditemukan juga.

Dari awal mulai kita disajikana aksi spektakuler VFX + SFX dalam film ini sangat halus dengan kekuatan sihir ILM-penghasil effect yang terbaik dan beberapa production house visual effect mampu mengerakan penonton terpukau ditambah scoring oleh James Newton Howard dengan soundtrack Harry Potter yang legendaris. Banyak karakter yang dipaparkan tapi anda tidak akan kebinggungan karena cerita dari awal dibuat sedemikian rupa padat dengan durasi 2jam 14menit akan terasa kurang. J.K Rowling tahu persis apa yang diinginkan diehard fans dengan kisah makin kelam serta menarik namun tetap pada poros alur cerita yang berujung ke sequel berikutnya. Penonton diajak bersabar dalam setiap scene, penampilan beberapa beast/karakter serta lokasi mengajak kita mengingat film Harry Potter, Ada beberapa hal yang selalu mencuri perhatian saya, Niffler tiap kali muncul menjadi sorotan penonton ketawa belum lagi lokasi Newt menyimpan semua binatang baru yang menakjubkan tentunya dengan bantuan VFX sangat halus, Saya mengharapkan lebih banyak dari Nagini tapi cukup puas dengan penampilan Claudia Kim yang seharusnya jatuh kepada Artis Indonesia-Acha Septriasa berhubung sedang hamil maka dibatalkan, Dumbledore muda berkarismatik yang diperankan oleh Jude Law adalah favorit saya dan dia menambahkan lebih dalam karakternya tertuju pada Dumbledore tua yang digambarkan dalam Harry Potter.

David Yates seperti film Harry Potter sebelumnya Order of Phoenix, Half-Blood Prince dan Deadly Hallow Pt.1 & 2 tetap terfokus pada nuansa kelam tahun 1927 dimunculkan kembali dengan dunia magicalnya sangat terasa, namun plot yang diberikan cukup berat dan padat mengenai karakter yang bermain, asal muasal Crendence  (Ezra Miller) sosok anak adopsi yang dibuang serta mendapatkan penghinaan akibat masa lalunya menjadikan crendence tumbuh tanpa tujuan hidup, Ezra menjadi antagonis karakter yang baik suatu saat muncul kisahnya lebih kelam. Johnny Depp lepas dari karakter seorang kapten jack sparrow pirate ini yang membuat orang kembali mencintai Johnny berakting seperti dalam film Edward Scissorhands & Black Mass (White Bulgers) memberikan penampilan tersendiri yang sangat menarik bagi pecinta kisah Harry Potter. Rencana film ke-3 akan dirilis tahun 2020, Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald tayang mulai tanggal 14 November 2018, bagi anda pengemar serial Harry Potter jangan lewatkan film ini. Tontonlah di IMAX/4DX/Ultra XD untuk audio dan visual yang menakjubkan.
Overall : 9/10


Comments

Popular posts from this blog

Review : WONDER PARK 2019

WONDER PARK Directed : Josh Applebaum Production : Nickelodeon Movies, Paramount Pictures Runtime : 85 Minutes  Daya kreasi anak kecil memang luar biasa, mereka bisa menciptakan sesuatu yang mustahil dan bisa diwujudkan secara nyata, nah daya imajinasi inilah yang dijual oleh Josh Applebaum selama ini dikenal sebagai penulis dan produser film live action dan film action, film WONDER PARK ini merupakan debut pertamanya dalam film animasi sebagai sutradara,dan sekaligus penulis cerita. Menggandeng Nickelodeon Movies karena segmentasinya pada anak-anak berumur 5 - 10 tahun. Berkisah tentang anak gadis berumur 10 tahun bernama Cameron June (Brianna Denski) mempunyai imajninasi fantastis sebuah wahana yang berisi talking animal sebagai pemeran utama wahana tersebut, ibunya selalu mendongeng kisah wahana tersebut sebelum tidur namun berjalannya waktu mamanya diagnosis penyakit kronis, June merasa kehilangan semangat hidup, seolah-olah imajinasinya hilang ketika mamanya harus menjalani karatin…

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

PRESS RELEASE : First KOL ( Key Opinion Leader ) Gathering WeTV Indonesia