Skip to main content

Review : SIMPLE FAVOR

SIMPLE FAVOR 
Directed : Paul Feig
Cast: Anna Kendrick, Blake Lively, Henry Golding

Production : Lionsgate & Summit Entertaiment
Runtime : 112 Minute

Anna Kendricks lebih terkenal di jalur komedi dibandingkan drama, namanya muncul disaat Saga Twilight begitu booming mimiknya justru menjadikan dia seorang komedian, dia pernah menjadi CInderella (Into the Woods) namun sayangnya genre komedilah yang membawa namanya makin meroket disaat film Trilogi Pitch Perfect genre musical comedy muncul sehingga penonton sudah terbiasa melihat tingkah lakunya sebagai komedian, berbeda dengan Blake Lively (The Sisterhood of the Traveling Pants) dia lebih suka dengan drama romans dan drama aksi tapi sejalan dengan karirnya , Blake sempat membintangi The Gossip Girl (TV Series)  serta beberapa film indie lainya. Dari sinilah karinya makin cemerlang hingga menikah dengan lawan mainya dalam Green Latern (Ryan Reynolds), saat membintagi The Age of Adeline & The Shallows lah aksinya cukup membuat penonton menyukainya sehingga membuat Paul Feig ingin dia bermain dalam film terbarunya berjudul SIMPLE FAVOR . Kedua artis ini berasal dari Amerika, nah ada satu lagi berdarah Asia yaitu Henry Golding berasal dari Malaysia, terkenal sebagai Host TV dibandingkan sebagai Aktor dan memang hanya 2 film yang baru dibintangi  salah satunya Crazy Rich Asians (2018) begitu fenomenal dikalangan penonton wanita sebagai sosok pria terkaya yang dicintai oleh wanita biasa. Mari kita simak apa yang terjadi dalam film terbaru mereka bertiga ini .

Setiap hubungan selalu ada rahasia terdalam dari seseorang dan hal itu bisa memicu pertentangan atau justru makin erat satu dengan yang lain. Sebagai seorang single parent Stephanie (Anna Kendricks) selalu meluangkan waktu sebagai Vlogger untuk ibu rumah tangga disamping pekerjaan tiap hari mengantar dan menjemput anaknya sekolah, tak sengaja bertemu Emily Nelson ( Blake Lively ) ibu muda sebagai PR Director salah satu majalah fashion terkenal, dari penampilanya sudah berbeda begitu modis dan glamour. Karena anak mereka berteman, maka anaknya mengajak Stephanie untuk mampir ke rumahnya,apalagi di rumah Emily bertemu suaminya Sean (Henry Golding) melihat kemesraan mereka Stephanie yakin pasangan ini begitu bahagia dan sejak saat itu mereka makin akrab dan pertemanan menjadi hal yang menyenangkan namun ada masalah mendadak membuat Emily harus pergi ke luar negeri tugas penyemputan anak dialihkan ke Stephanie.Setelah beberapa hari Stephanie merasa ada yang salah, Emily mencoba menghubungi justru tidak mendapatkan jawaban, disinilah rasa penasaranya muncul mencari keberadaan Emily. Salah satu cara adalah dengan Vlog Cooking yang biasa dilakukan selama ini, polisi menelusuri kejadian demi kejadian membawa Stephanie dalam kondisi tersangka padahal apa yang dilakukan justru membantu mencari temanya yang hilang tapi berujung pada sebuah tragedi yang mengenaskan. Apakah sosok Stephanie diam-diam menjadi psikopat atau ada orang lain yang ingin menguasi kekayaan asuransi yang sangat fantastis nilainya ?, Segera tonton filmnya hanya ada yang bisa memutuskan apa yang terjadi.

Film ini sendiri dibangun mengikuti alur Vlog seolah-olah flashback dengan kejadian yang sebenarnya dan ini yang membuat menarik bagi penonton mengikuti tanpa terlalu tergesa-gesa bahkan terasa Entertaining Fun Movie dengan mengangkat kisah soal harta perselingkuhan tanpa harus berpikir panjang. Paul Feig ingin penonton tidak hanya sebagai penonton biasa namun dibawa kedalam cerita filmnya dengan menebak sendiri seperti menyusun teka teki yang berujung twist ending yang kita tidak sadari. Bujet yang dilontarkan cukup fantastis US$ 20 Million menghasilkan 4 kali lipat  US$ 86,2 Million diperedaran seluruh dunia, angka yang sangat baik bagi distribusi Lionsgate. 

Simple Favor dipadu scoring yang menarik dibawah durasi 112 menit penonton tidak terasa bosan, acting Blake begitu mempeson dengan icon fashionable, Anna mencoba menjadi ibu rumah tangga dengan penampilan sederhana namun penuh kejutan, Henry selalu mempesona penonton wanita. Sebuah tontonan menarik bagi anda mengisi waktu luang bersama pasangan atau keluarga mulai tanggal 26 Oktober 2018 hanya di Bioskop seluruh Indonesia.
Overall : 3.5/5

 
 

Comments

Popular posts from this blog

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

Review : 1987: When the Day Comes

Review : 22 MENIT

 22 MENIT
Sutradara : Eugene Panji Pemain :Ario Bayu, Ade Firman hakim,Ence Bagu, Ardina rasti  Produksi : Button Ijo Durasi : 75 Menit