Skip to main content

Review : BOHEMIAN RHAPSODY 2018

BOHEMIAN RHAPSODY 2018
Directed : Bryan Singer & Dexter Fletcher
Production : GK Films, New Regency, 20th Century Fox
Runtime : 134 Minutes

Siapa sangka kalau Bryan Singer mampu membuat film Biopic legendaris penyanyi tahun 70an hingga dia meninggal di tahun 1991 akibat penyakit AIDS yang dia derita. Kita tahu dia seringkali membuat film action superhero namun di tengah produksi Bryan terpaksa dipecat lantaran kasus sexual abuse yang dia alami,saking ketatnya peraturan DGA perfilmaan di Holywood bahwa tidak boleh ada 2 nama yang muncul maka di ganti oleh Dexter Fletcher ( Eddie the Eagle ) namun dalam credit title tetap namanya muncul, bagi saya bagian terbesar adalah berkarya dalam sebuah film biopic sudah lebih dari cukup, tutur Bryan Singer. Dan hasilnya memang yang sekarang tayang bioskop adalah 80 % karya Bryan Singer dan hasil kerjanya membuat orang begitu antusias melihat bagaimana sang lendaris pernah hidup dan menjadi kenangan tersendiri bagi yang berumur 40 tahun karena ini merupakan nostalgia yang tak pernah bisa diulangi lagi. Bagi generasi tahun 2000an tak mengenal siapa Freddie Mercury hanya dari beberapa lagu yang terbiasa terdengar seperti We Are The Champions, Somebody Love, Bohemian Rhapsody, Love Of My Life nah film ini berkisah tentang perjalanan sang penulis lagu juga vokalist band rock QUEEN. Lahir dari pasangan keluarga Pakistan dengan mana aslinya Farrokh Bulsara bukan seseorang pribadi yang disenangi oleh teman-teman lantaran beda ras dan kecintaan akan musik mengalir dalam dirinya namun orangtua tak ingin dia menjadi penyanyi, mengikuti band disela-sela bekerja di airport sebagai potter atau menjual barang seken. Inilah pertemuan dengan Brian May,Roger Taylor, John Deacon yang kemudian merubah nama mereka sejak menjadi grup band rock QUEEN. Masa-masa kejayaan Freddie merubah sikapnya terhadap timnya, kecanduan narkoba, homosexual yang selama ini dia pendam hingga keputusan menjadi Solo karir tapi hal tersebut tidak berlangsung lama ketika dia sendiri merasa kesepian dan penyakit AIDS yang dia derita. Pertunjukan Live Aid 1985 menjadi moment terpenting dalam grup QUEEN hingga tahun 1990 waktu-waktu kritis menghadapi kematian sebentar lagi, sebuah potret sang legenda yang tak hanya sukses sebagai penyanyi tapi sisi gelap kehidupan pribadinya juga ditampilkan dalam durasi 134 Menit.

Dentuman musik,suasana tahun 70an serta lagu-lagu yang menjadi hits menjadi bagian film ini. Saya melihat Rami Malek begitu mendalami karakter Freddie, perubahan struktur tubuhnya, mimiknya, tingkah lakunya rasanya dia layak masuk nominasi Best Actor dalam ajang Golden Globe dan Oscar nantinya,banyak kritikus memuji aktingnya namun ada juga yang tak suka dengan jalan cerita Bohemian Rhapsody karena terlalu dipaksakan tak seperti kisah biopic penyanyi lainnya.Dexter Fletcher meneruskan apa yang menjadi impian Bryan, film biopic yang layak ditunggu rilis tanggal 31 Oktober namun anda bisa menyaksikan midnight show tanggal 27 Oktober 2018.  

BOHEMIAN RHAPSODY bukan sekedar film musik tapi perjalanan seseorang legenda yang pernah hidup di jaman 80an  dan sampai sekarang lagu-lagunya masih terdengar, kalangan orangtua akan bernostalgia kalangan anak muda mengerti sejarahnya. Disaat anda menonton film ini tak sengaja mulut anda ikut menyanyi kaki anda mengetuk lantai, indah bukan dibawa kedalam kehidupan sang legenadris. Dan film ini mengajarkan cinta seorang sahabat terhadap temannya, orangtua yang rela anaknya harus pergi karena keputusan yang dia buat.

Overall : 8.5/10

 

Comments

Popular posts from this blog

Review : WONDER PARK 2019

WONDER PARK Directed : Josh Applebaum Production : Nickelodeon Movies, Paramount Pictures Runtime : 85 Minutes  Daya kreasi anak kecil memang luar biasa, mereka bisa menciptakan sesuatu yang mustahil dan bisa diwujudkan secara nyata, nah daya imajinasi inilah yang dijual oleh Josh Applebaum selama ini dikenal sebagai penulis dan produser film live action dan film action, film WONDER PARK ini merupakan debut pertamanya dalam film animasi sebagai sutradara,dan sekaligus penulis cerita. Menggandeng Nickelodeon Movies karena segmentasinya pada anak-anak berumur 5 - 10 tahun. Berkisah tentang anak gadis berumur 10 tahun bernama Cameron June (Brianna Denski) mempunyai imajninasi fantastis sebuah wahana yang berisi talking animal sebagai pemeran utama wahana tersebut, ibunya selalu mendongeng kisah wahana tersebut sebelum tidur namun berjalannya waktu mamanya diagnosis penyakit kronis, June merasa kehilangan semangat hidup, seolah-olah imajinasinya hilang ketika mamanya harus menjalani karatin…

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

PRESS RELEASE : First KOL ( Key Opinion Leader ) Gathering WeTV Indonesia