Skip to main content

Review : SMALLFOOT

SMALLFOOT
Directed : Karey Kirkpatrick
Production : Warner Animation Grup
Starring ( Voice Over ) : Channing Tatum. James Corden, Zendaya
Runtime : 96 Minutes

Film animasi remaja jarang sekali menyinggung kehidupan tanpa perlu takut akan jati dirinya berbuat kesalahan. Bukankan hal ini seringkali  terjadi pada anak jaman now, mereka ingin berbuat sesuatu namun orangtua kuatir akan apa yang menimpa mereka, takut jika mereka tidak mampu menghadapi kenyataan atau justru orang tua yang rela memberikan kesempatan anaknya menjalani kehidupan sendiri tanpa dukungan orangtua. Saya percaya kenapa orang tua terlalu protektif terhadap anak mereka, karena emosi yang belum stabil akan mempengaruhi sikap mereka dalam dunia sosial. Masalah penemuan jati diri yang digambarkan dalam film SMALLFOOT. Bercerita ketika Migo (Channing Tatum) ingin sekali berada diluar komunitasnya sebagai YETI, dia tak sengaja melihat ada sesuatu yang terjadi di awan yang tak lain sebuah pesawat mengalami kerusakan dan melihat  manusia. Demi mempertahankan apa yang dia lihat, setelah mencoba memberikan penjelasan justru malah diusir keluar dari komunitasnya sendiri hingga Migo membuktikan apa yang dia lihat selama ini adalah benar adanya. Percy (James Corden) presenter dokumenter dunia binatang sedang mengalami kemunduran, penonton sudah tidak peduli, dia ingin ketenaran kembali terjadi dalam hidupnya dengan menemukan Yeti padahal keberadaan mereka hanyalah Mitos belaka. Akhirnya Migo menemukan Percy dibawalah ke Bangsa Yeti, namun disana Migo merasa apa yang dilakukan adalah kesalahan besar, bahwa manusia kecil tersebut suatu saat akan membunuh bangsa Yeti. Sebenarnya apa yang menjadi masalah antara manusia dan Yeti, disinilah alur filmnya makin terasa tajam tidak hanya tentang Integritas tapi melihat, menerima perbedaan Yeti sebuah klan binatang yang berada di Himalaya, selama ini manusia takut akan bentuknya namun Migo percaya bahwa Yeti justru  menyenangkan dan begitu welcome dengan keberadaan yanag baru bagi dia. Berbeda dengan manusia yang tidak kepercayaan selama ini. SMALLFOOT hadir sangat ceria dengan berisikan soundtrack yang manis seperti "Perfection " by Channing Tatum, "Wonderful Life" by Zendaya dan James Corden sendiri menyanyikan "Under Pressure" dengan gayanya yang unik, inilah kekuatan film SMALLFOOT bisa memberikan sentuhan menarik untuk dinyanyikan bersama,tanpa Energic Soundtrack  rasanya hambar kita menyaksikan semua film animasi. Karey Kirkpatrick sang sutradara lebih dikenal sebagai penulis naskah,banyak sekali naskah terkenal seperti Chicken Run, Charlotte Webb dibandingkan penyutradaraan, dia yakin apa yang pernah dihasilkan, film ini akan disukai oleh masyarakat. 


Warner Animation Grup ( WAG ) sedang naik daun sejak meluncurkan The Lego Movie (2014) dengan hasil yang sangat fantastis , perusahaan dibawah bendera Warner Bros ini semakin yakin akan langkahnya.SMALLFOOT hadir walaupun tidak mengejutkan secara  penayangan perdana di Amerika & Canada masuk box office dengan bujet yang cukup besar US$ 80 Million hanya mendapatkan US$ 23.8 Million, padahal bidiik sasaran masuk dalam pangsa remaja film ini ditujukan bahwa setiap mereka harus punya integritas dan tanggung jawab yang besar sangat tepat sekali. Memang belum menyentuh standar animasi Pixar, namun kehadiran SMALLFOOT bisa menjadi acuan para orangtua dalam mendidik anaknya 

SMALLFOOT hadir mulai tanggal 5 Oktober 2018 di seluruh bioskop Indonesia, ajak anak anda menonton film ini biarkan mereka mengalami keseruan, tawa dan pulang mempunyai cara yang positif dalam bersosialisasi dengan sekitarnya.
Overall : 7/10




Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak