Skip to main content

Review : OCEAN 8


Ocean 8 
Director: Gary Ross
Producers: Steven Soderbergh, Susan Ekins
Starring : Sandra Bullock,Helena Bonham Carter,Cate Blanchett, Mindy Kaling,Awkwafina,Anne Hathaway & Rihhana.
Production : Warner Bros Picture, Village Roadshow
Runtime : 110 Minutes

Trilogi Ocean menjadikan sebuah spin off  para pencuri profesioanal tak pernah tertangkap apalagi terbunuh, kolaborasi dari semua keahlian tangan dan kecerdikan pelaku dibawah pimpinan Danny Ocean. Pencuri internasional ini memang bikin orang terpukau atas cara mereka mencuri. Film Ocean 11 (2001)  memang punya cirikhas dalam segi sinematography dan editing, Glamor dan Fashion Style menjadi daya tarik sendiri bahkan dalam ceritapun tidak mudah ditebak hingga ending, tapi jangan lupa bumbu slapstik komedi ala  Steven Soderbergh tetap membuat penonton ketawa dan  menempatkan Ocean sebagai film pencurian terbaik yang pernah ada. Munculnya begitu banyak cameo seperti Anna Wintour, Zayn Malik, Katie Holmes, Maria Sharapova, Serena Williams, Kim Kardashian, Adriana Lima, Kylie Jenner, Alexander Wang, Kendall Jenner, Olivia Munn, Zac Posen, Hailey Baldwin, Derek Blasberg, Lauren Santo Domingo.Sebuah Tribute harus sama bagusnya atau hanya sekedar menumpang ketenaran film sebelumnya.
 
Pembalasan Claire Ocean (Sandra Bullock) atas tindakan Claude Becker (Richard Armitage) hingga dia masuk penjara selama 5 tahun, saat ini mendapatkan bebas bersyarat bagi dia, ini waktu yang tepat menghadiri Met Gala sekaligus melakukan pencurian kalung terbesar milik Cartier, sebelumnya pencarian spesialis crew dilancarkan dengan menyusun strategi dan rencana dimatangkan hingga menjelang hari H. Crew berasal dari pencuri jalanan hingga seorang hacker. Daphne Kruger (Anne Hathaway) mendapatkan kehormatan yang luar biasa padahal dialah target sebenarnya.  Claire menyewa Rose Well ( Helena Bonham Carter) fashion designer dalam kondisi bangkrut merasa gagal harus mengembalikan puluhan juta dollar demi design yang sangat kuno. Keterlibatannya dibantu oleh seorang ahli perhiasan Amita ( Mindy Kaling ) dan taklupa hacker yang mampu menerobos sekuriti kamera bahkan mampu membuat tiruanya kalung tersebut. aksinya dibilang sukses hingga bisa mencari kambing hitam.

Terdengar begitu mengoda pikiran kita membayangkan adegan-adegan penuh ketegangan tapi melihat skrip lebih kedalam agak terlalu berat bagi Gary Ross mau menyamakan film pendahulunya namun formula tetap ada seperti joke-joke cerdik, lokasi markas mereka penonton ingat betul Ocean 11. Ocean 8 dibangun berdasarkan kelebihan para aktor wanita.Dibawah Gary Ross (The Hunger Games, Free State of Jones) Ocean 8 hadir dengan nuansa delapan wanita tanpa bantuan pria sedikitpun. Pesan feminisme tangguh coba ditampilkan sempurna tanpa cela dan bujet yang besar serta nama besar para pemainnya.Karakter Helena Bonham Carter memang saya akui lebih menonjol dibandingkan karakternya lain sangat cocok sebagai seorang designer depresi ekspresinya mewakili, dan Anne Hathaway layaknya aktris papan atas sudah sewajarnya  namun seperti Sandra Bullock menjadi Con Artist Antagonis justru isi wanitanya tak mampu tegas seperti George Cloney pendahulunya. Kelemahan yang ada ditutupi dengan aksi mantan team Ocean dengan lokasi New York yang berbeda dari film Ocean 11. Dan Gary selalu menerima inputan dari penulis, eksekutif produser atau aktris sekalipun sikap kerendahan hati inilah  dibiasakan dalam membuat film, tak ada yang spesial tapi sangat sayang untuk dilewatkan menyaksikan film Ocean 8.

OCEAN 8 hadir mulai tanggal 8 Juni 2018 di seluruh bioskop Indonesia, apakah ini memang spin off atau meneruskan generasi Ocean.

Overall : 8/10 
 




Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re