Skip to main content

Review : SAMSON 2018


SAMSON 
Directed : Bruce MacDonald
Starring : Taylor James, Billy Zane, Francis Sholto Douglas
Production : Pureflix
Runtime : 109 Minutes


Kisah superhero berdasarkan Alkitab dibuat ke layar lebar, sebelumnya Pureflix sudah membuat film tentang keberadaan Tuhan dalam dunia modern saat ini ( GOD's Not Dead 2015-2016-2018), memang Pureflix hanya membuat film berdasarkan dari Bible saja. Perusahaan ini sudah lama berkecimpung dalam dunia perfilmaan, yang di hasilkan ada yang sangat bagus ada juga kurang bagus.  Tahun ini muncul film SAMSON dengan kisah pria perkasa pilihan Tuhan untuk menjadi Hakim atas umatnya bangsa DAN ( menurut kisah di Alkitab ), bangsa ini tertindas oleh kaum Filistin bertahun-tahun hingga suatu saat doa mereka terjawab muncullah pria perkasa bernama Samson ( Taylor James ) membebaskan mereka dari kaum Filistin dibawah pimpinan King Balek ( Billy Zane ).  Samson terkenal perkasa hingga keseluruh negeri Filistin bahkan ke seantero dunia waktu itu. Keperkasaan sangat ditakuti oleh musuhnya, hanya sayangnya kekuatan otot selalu dikalahkan oleh kecantikan wanita yang membuat Samson selalu menghindar dari tanggung jawab sebenarnya. Kecantikan Taren ( Frances Sholto-Douglas ) salah satu gadis Filistin membuat Samson lupa, ketika hendak menikah dengan Taren justru panglima besar Filistin - Rallah ( Jakson Rathbone ) iri akan kehebatan Samson , dia ingin sekali mendapatkan kekuatan tersebut . Dibuatlah rencana jahat terhadap Samson yang berakibat kematian Taren. Sekali lagi Samson harus membalas dendam hingga suatu saat membunuh seluruh pasukan Filistin dengan sebuah rahang binatang. Suatu ketika Samson kembali menjadi Hakim atas bangsa DAN namun kekeringan membuat bangsa ini kelaparan dan memohon kepada Kerajaan Filistin kelonggaran atas musibah yang mereka hadapi, tapi bangsa Filistin menolak hal tersebut membuat geram Samson. Nah Samson harusnya menyelidiki kondisi bangsa Filistin malah kembali lagi ke habitatnya bertemu wanita cantik Delliah ( Catlin Leahey ) yang tak lain suruhan Rallah untuk mengetahui kehebatan Samson.




Pureflix mencoba yang terbaik dalam segi gambar dan visual membuat film berdasarkan Alkitab, sesuai bujetnya maka hasil tak begitu mengecewakan hanya dalam segi cerita sayang sekali masih terlalu dangkal. Pureflix harusnya belajar dari film Passion Of Christ karya Mel Gibson baik dari segi cerita dan karakter totalitas hampir sempurna. Film ini lebih ditujukan keluarga karena mengambarkan manusia jika tidak taat kepada TuhanNya berakibat sangat fatal, serta belajar bertanggung jawab dengan diri sendiri. Sebuah pelajaran berharga bagi kita semua terlepas dari kisah berdasarkan Alkitab.

SAMSON tayang mulai hari ini hanya di Cinemaxx Theater dan CGV, pastikan anda membawa keluarga untuk menyaksikannya

Overall : 6.5/10



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak