Skip to main content

Review : RED SPARROW

RED SPARROW
Directed : Francis Lawrence
Starring : Jennifer Lawrence, Joel Edgerton, Jeremy Irons
Production : Cherin Entertaiment, 20th Century Fox
Runtime : 140 Minutes

Mengusung tema Spionase Double Agent antara Amerika vs Rusia saat perang dingin masih berlanjut waktu itu , film ini mengambil judul yang sama dari Novel RED SPARROW karya mantan agent CIA  Jasson Mathews. Film ini di sutradarai oleh Francis Lawrence yang telah 3 kali bekerja sama dengan Jennifer Lawrence sehingga pengarahan tak begitu sulit. Jennifer memang pas memerankan karakter sebagai agen lapangan,karena sudah terbukti dari penampilan dibebeapa genre film. Pengambaran kota Moscow yang penuh misteri sepi dan kelam menjadi daya tarik dari cerita ini. Bagi pengemar film thriller spionase jangan lewatkan begitu saja. Anda akan dibawa pada masa tahun 80an sehingga suasana perang dingin kedua negara begitu kental. Untuk memenuhi dan proteksi keluarganya Dominika Egorova (Jennifer Lawrence) berjuang keras apapun resikonya, sebagai penari Bolshoi Balet handal saat pertunjukan tak sengaja mengalami kecelakan, Pamannya Ivan (Matthias Schoenaerts) salah satu orang terkuat Intelejen Rusia memberikan jalan keluar apa yang dihadapi oleh Dominika. Sebuah tawaran gak bisa ditolak lantaran melihat rekaman bukti partner Dominika melakukan kesalahan waktu itu. Setelah membalas dendam Dominika diberikan opsi mengikuti pelatihan yang membuat semua kebutuhan dipenuhi termasuk biaya pengobatan ibunya, sebuah opsi yang tidak dapat ditolak begitu saja. Dengan tekad membela negaranya dan keluarga, Dominika memgambil sekolah khusus pelatihan intelejen Rusia. Sekolah dimana tubuh menjadi senjata utama untuk menaklukan lawan lewat manipulasi dan memperdaya kecantikanya. Tugas utama Dominika mencari dan menjalin hubungan dengan salah satu agen CIA yang mencoba mencari informasi double agent kedua negara tersebut. Intrik demi intrik tersaji sangat baik seolah-olah kita masuk era 80an.  Nash (Joel Edgerton ) tokoh dibalik semua kejadian yang menimpa Rusia vs Amerika.


Red Sparrrow masuk dalam katagori film rating dewasa karena konten sexual,gore dan kekerasan di tonjolkan, film ini tidak anjurkan membawa putra-putrinya lantaran si idola yang main. Tidak hanya Indonesia beberapa negara seperti Canada, USA, Inggris memberikan rating yang sama . Jika anda pengemar spionase pasti pernah menonton serial Americans,dimana beberapa agen Rusia berada di Amerika menjadi mata-mata, seperti inilah kisah Red Sparrow alur ceritanya yang cukup lambat (memang seperti kejadian waktu itu) sehingga penonton dibuat menebak disetiap akhir adegan apalagi ditambah plot twist membuat kita kaget di akhir cerita. Minimal aksi dan pengambaran karakter selama durasi 2 jam lebih sang sutradara membawa film ini pada level yang berbeda terhadap aksi Jennifer sendiri, dia sempat trauma atas adegan bugil karena beberapa waktu lalu fotonya tersebar di internet.


Red Sparrow sudah tayang mulai tanggal 28 Feb 2018 di seluruh bioskop Indonesia
Overall : 8/10

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : NAKEE 2 ( Thailand Horor Movie )

NAKEE 2 (2018) Directed : Pongpat Wachirabunjong Production : Act Art Generation , Falcon Pictures Runtime : 1 Jam 30 Menit Yang paling disuka dari cerita horror Thailand itu sinematography, tone color pastinya lokasi shooting selalu sesuai jalan cerita juga alurnya yang simple tidak neko-neko.   Setelah sukses dengan Serial tv   NAKEE 1 (2016) - di sutradarai oleh Thanya Wachirabunjong   dimana rating penonton serial ini begitu antusias maka tahun 2018 NAKEE 2 – di Sutradarai oleh Pongpat Wachirabunjong , keduanya adalah suami istri yang serius menekuni film horror Thailand.   Dibuatnya sequel ke dalam layar lebar berharap penonton masih antusias, ternyata hasil sangat mengembirakan bahwa tahun lalu film ini masuk Box Office dengan pencapaian nomer satu di Thailand , dikisahkan pada Nakee-1   seputar kisah puteri Naga yang jatuh cinta dengan manusia, dimana sosok garuda juga mencintai puteri tersebut, karena merasa dikhianati garuda harus berkelahi dengan naga sehing

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal