Skip to main content

REVIEW : RED SONJA 2025 , Remake yang berbeda dari tahun 1985

Sinopsis 

Menggambarkan kisah Red Sonja, seorang pemburu barbar yang diperbudak oleh seorang tiran yang berusaha menghancurkan rakyatnya. Untuk mendapatkan kembali kebebasannya, dia harus mengumpulkan sekelompok pejuang yang tidak diduga untuk menghadapi tiran, Dragan, dan istrinya yang kejam, Dark Annisia, Apakah Red sonja berhasil mengalahkan Dragan? ,  

Berbeda dari cerita aslinya tahun 1985 secara cerita dan karakternya, alurnya terasa lambat padahal kita di suguhkan visual pemandangan alam luar biasa dengan iringan sccoring musik masuk dalam ceritanya, membalaskan dendam karena semua sukunya dibunuh oleh Dragan atas keinginan mencari sebuah kitab kehidupan menambah umur panjang serta pengetahuan yang luar biasa mampu mengontrol dunia ini dibawah kakinya. ketika Red Sonja ditawan maka salah satu jalan harus saling membunuh  (rage visual ala gladiator sangat terasa) mendapatkan kebebasan sebagai Dagmanti (budak) yang sebagian besar gagal memberikan kontribusi berarti pada mitologi yang sangat ingin dikembangkan di sini. Adegan berlari lambat di depan ledakan, perang gerilya di hutan yang terbakar Sonja jauh lebih meyakinkan dengan pisau atau busur panah daripada pedang lebar, sesuatu yang dia hadapi secara langsung, dibalik semuanya ini filmnya memberikan akhir yang gila dengan aksi yang relatif baik dan kekerasan yang cukup brutal. Kepuasan sebagian terpenuhi, dengan nuansa kotor dan berlebihan dari sumber komiknya yang tidak sepenuhnya terealisasi dalam segala kebodohannya yang sering kali mencolok, pendekatan yang lebih ‘realistis’terhadap materi ini kehilangan kesenangan yang ada, Namun, ada sesuatu yang sangat mirip cerita film Solomon Kane dalam arti yang baik, momen-momen sihir gelapnya menggoda dan menarik, tema pejuang lingkungan hidupnya ambisius Film Red Sonja berdurasi 110 menit ini secara umum menceritakan kisah yang cukup baik  dengan ruang yang tersisa, dan hanya saja plot masih kurang sana sini sebagai remake unutk ekspektasi penonton berubah total.

Wajar saja para kritikus memprotes keras film dengan bujet $ 17 Million terasa film kelas B -  baik segi CGI dan visual ala film klasik 80an, seperti disinyalir  The Guardian memberikan film ini 2/5, mengkritik naskahnya yang “kaku” dan  yang dipenuhi efek CGI dan terasa kasar, media lain The Wrap mengatakan film ini “lebih baik dari film tahun 1985, namun cerita sangat buruk, di balik penampilan LUTZ rasanya kepercayaan diri terlalu tinggi dan berkembang dengan baik membangun karakter yang kokokh sayang saja desain produksi dan koregrafi buruk,  The Hollywood Reporter memposting ulasan negatif, cheesy dan membosankan, Esquire mencantumkan Red Sonja mengatakan film ini “seharusnya menjadi pilot TV”. Semua respon negatif sudah diantisipasi oleh produksi film yang akan rilis digital nanti, saat ini pendapatan jauh dari harapan $ 261.000. Bagi yang lahir tahun 70an dan 80an pernah merasakan film tahun 1985 akan terasa beda jauh, bahkan Red Sonja 2025 mengambil berbagai detail dari materi sumber komik cerita asal Marvel Comics tahun 1973 karya Roy Thomas dan Barry Windsor-Smith, hubungan dengan dewa supernatural tetap dipertahankan,  Aspek visual penampilan berlapis armor Sonja dan makeup, serta karakter Dark Annisia, didasarkan pada alur cerita “Queen of Plagues” tahun 2013 karya penulis Gail Simone dan seniman Walter Geovani, yang diterbitkan oleh Dynamite Comics. Kaisar Dragan the Magnificent pertama kali muncul dalam cerita “The Queen's Gambit” tahun 2019 dari Dynamite, karya penulis Mark Russell dan seniman Bob Q. Dari sinilah Red Sonja dibuat maka kalian penasaraan hasilnya seperti apa saksikan RED SONJA mulai tayang 7 September  2025 di Bioskop kesayangan anda.

 
 



Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW : AFTER BURN 2025, Aksi Pencurian Mahakarya Monalisa

  Melihat trailernya kita akan berekspektasi film bakalan super wah dengan segala aksinya, justru ekspektasi tersebut harus dipendam dulu nanti akan menyesal, dalam film kelas B tidak dituntut banyak kita harus berpikir panjang semua berjalan sesuai skenario saja. Hal ini kita membuat santai dalam menikmati filmnya. Dalam pemilihan aktor biasanya ada yang terkenal demi menarik penonton untuk datang ke bioskop, tapi penokohannya kembali dari sutradara dan penulis cerita seperti yang dilakukan oleh J.J Perry , sebagai aktor beladiri yang berkecimpung lama dan menyutradarai beberapa film aksi, tak heran tema yang diambil dari apa yang dia telah bintangi sebagai aktor, The Killers Game dan The Day Shift cukup baik dipasaran, tahun 2025 film terbarunya After Burn , berlatar belakang jaman distopia pasca dunia dalam kehancuran. Dimulai ketika Jake (Dave Bautista) seorang penyitas dan pemburu harta karun tak pernah gagal dalam segala misinya. Ketika tugas mencari biola tertua dan antik d...