Skip to main content

REVIEW : Blood Brothers: Bara Naga, Film Malaysia Perlu Di Apresiasi

Sinopsis :

Film Blood Brothers: Bara Naga berkisah tentang Ghaz (Sharnaaz Ahmad) yang merupakan sosok yang terlatih, disiplin, dan mematikan. Ketika sang mentor, Dato’ Zul (Wan Hanafi Su), ditemukan tewas secara brutal, semua berubah. Bukti yang ada menunjuk pada satu nama, Ariff (Syafiq Kyle), sahabat sekaligus rekan satu tim yang dulu ia anggap seperti saudara. Hancur karena dikhianati oleh orang yang paling ia percaya, Ghaz justru menerima satu tugas untuk memburu dan menghabisi Ariff.

Film aksi Indonesia sejak puluhana tahun sudah mendenominasi perfilman kita dari cerita rakyat,legenda bahkan fiksi sekalipun hingga puncaknya kita punya film aksi brutal walaupun sutradara orang luar Gareth Evans, Film Merantau dan The Raid menjadi jalan keluar semangat film aksi yang memukau dinikmati oleh kalangan pecinta film Indonesi dari sinilahh pelaku industri kreatif mulai diincar oleh sutradara hollywood nama aktor-aktor kita diperintungkan dan mulai sejajar Aktor aksi dari Asia lainya. Dalam ungahan pencarian Google muncullah film aksi tahun 2012 KL Gangster sebagai titik awal , tahun 2019 WIRA dan 2022 Mat Kilau : Kebangkitan Pahlawan dengan aktor bersal dari Indonesia Yayan Ruhian dan Bront Palarae menjadi jembatan film aksi di Malaysia makin bertambah dan Tahun 2025 sebuah film aksi full aktor Malaysia  Blood Brothers: Bara Naga merebut pecinta film negaranya bahkan  masuk dalam jajaran box office kedua sepanjang tahun dengan jumlah RM 76,000,000  (Rp 291.441.836.000), tak heran jika film ini ditayang di Indonesia secara ekslusive.

 

Kembali pada cerita Blood Brothers: Bara Naga secara alur cerita sudah dibuat sedemikian rupa kita tak perlu berpikir panjang tokoh antagonis dan protagonis, semua bermain watak sekecil karakter tetap membawa cerita langsung pada intinya. Ariff merupakan sahabat Ghaz dari kelompok mafia elit yang bekerja menghancurkan musuh-musuh persaingan bisnis narkobanya, taak hanya mantan tentara, polisi mereka ini gang yang terkenal sadis hingga pihak kepolisian selalu gagal mengungkap kejahatan mereka. Ariff dituduh yang membunuh kepala 9 Naga dan istri Ghaz tak lama dinikahinya, dari sebuah hubungan yang manis, saling mendukung berubah drastis ketika peristiwa ini terjadi bertubi-tubi. Hanya satu cara Ariff harus keluar dari masalah mencari penyebabnya, sebelum kejadian naas Ariff bertemu sodara kandung Jaki yang bekerja sebagai pramusaji makanan,hal ini menjadi bukti kejahatan bagi keluarga Naga, pantas saja Ariff terbukti sebagai pelaku utama. Tak ambil pusing Ariff mencari keberadaan Jaki mencari sebuah video tersembunyi yang mengunkap siapa sebenarnya pembunuh berdarah dingin.  Sejak awal kita disuguhkan adegan sadis,brutal serta permainan tangan kosong membuat film makin menarik, adu tembak dan ledakan sebagai cirikhas film mafia tak lepas kita nikmati. Bak roller coster setiap napas penonton dibuat intens penuh emosi, ketegangan kemarahan dan balas dendam mewarnai hampir seluruh film ini, ketika ada pengkhiatan muncul kesetiakawan. Blood Brothers; Bara Naga memberikan semua itu dalam durasi 2 jam 10 menit berakhir pada twist menuju babak ke dua makin menggila aksinya nanti. Apakah ada plothole tentu saja tak luput dari segi cgi belum sempurna, pukulan Ghaz selalu tepat sasaran namun badan Ghaz tak banyak luka ketika beradu tangan dengan Ariff. lokasi Malaysia yang kurang diexplore daerah kumuh atau memang disana tidak ada terlalu banyak. Secara politik mereka main aman tidak menyerempet bahaya pemerintahan. Sebagai salah satu film terbaik Malaysia rasanya sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Di sela-sela Gala Premiere hari Senin 09 Juni 2025 di CGV Indonesia  Sutradara Abhilash Chandra mengungkapkan kebanggaannya bisa menayangkan film perdananya di Jakarta. “Indonesia punya sejarah film aksi yang kuat. Kami bangga bisa membawa Blood Brothers: Bara Naga ke sini dan berharap bisa memberikan pengalaman sinematik yang menggugah.”  hal ini juga dikemukakan oleh kedua aktor “Melihat respons luar biasa dari penonton Indonesia malam ini sungguh menggembirakan. Kami berharap energi dan emosi dari film ini bisa sampai ke hati para penonton di sini,” ungkap Syafiq  Kyle seusai acara pemutaran. Sharnaaz Ahmad turut menambahkan, “Film ini adalah gabungan dari aksi yang intens dan cerita emosional yang kuat. Kami harap penonton Indonesia bisa merasakan pengalaman yang sama seperti yang kami alami selama proses syuting.” Film Blood Brothers: Bara Naga akan mulai tayang secara eksklusif di jaringan CGV Indonesia & Flix Cinema mulai 11 Juni 2025. Siapkan diri Anda untuk sebuah pertarungan hidup dan mati yang membakar layar lebar, penuh ledakan, konflik, dan aksi tiada henti. Skor 9/10


 

 

Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW : AFTER BURN 2025, Aksi Pencurian Mahakarya Monalisa

  Melihat trailernya kita akan berekspektasi film bakalan super wah dengan segala aksinya, justru ekspektasi tersebut harus dipendam dulu nanti akan menyesal, dalam film kelas B tidak dituntut banyak kita harus berpikir panjang semua berjalan sesuai skenario saja. Hal ini kita membuat santai dalam menikmati filmnya. Dalam pemilihan aktor biasanya ada yang terkenal demi menarik penonton untuk datang ke bioskop, tapi penokohannya kembali dari sutradara dan penulis cerita seperti yang dilakukan oleh J.J Perry , sebagai aktor beladiri yang berkecimpung lama dan menyutradarai beberapa film aksi, tak heran tema yang diambil dari apa yang dia telah bintangi sebagai aktor, The Killers Game dan The Day Shift cukup baik dipasaran, tahun 2025 film terbarunya After Burn , berlatar belakang jaman distopia pasca dunia dalam kehancuran. Dimulai ketika Jake (Dave Bautista) seorang penyitas dan pemburu harta karun tak pernah gagal dalam segala misinya. Ketika tugas mencari biola tertua dan antik d...