Skip to main content

REVIEW : DOLITTLE (2020)


Dolittle (2020)
Directed : Stephen Gaghan
Production : Media Rights Capital, Team Downey, Universal Pictures
Runtime: 106 Minutes
Hidup adalah sebuah petualangan selamanya apalagi ditemani oleh orang yang sangat mengerti kehidupan kita, kebiasan kita dan membuat semuanya menjadi indah tumbuh sebuah kebahagian terdalam yang tak pernah dialami sebelumnya, namun semuanya tak berlangsung lama ketika terjadi kehilangan orang yang kita cintai selama ini. Semanggat pudar, menutup diri dari dunia luar dan kehilangan visi  masa depan bahkan kegairahan hidup tidak ada.  Itulah cerita awal Dr Dolittle (Robert Downey Jr) sosok  Dokter yang mampu bicara dengan binatang ditinggal pergi oleh kekasihnya namun mukjizat terjadi ketika anak kecil - Stubbins (Harry Collete) membawa seekor tupai untuk disembuhkan, utusan kerajaan Inggris Rose (Carmel Laniado) memberikan kabar bahwa Ratu dalam keadaan sekarat hanya Dr Dolittle yang mampu menyembuhkan penyakitnya. Inilah kisah petualangan baru bagi Dr Dolittle mencari buah pohon Eden yang dapat menyembuhkan penyakit sang Ratu. Dalam perjalanan mereka menemukan banyak sekali kisah-kisah menarik, Stephen Gaghan sebagai sutradara memberikan ruang emosional dalam setiap karakter, jadi mereka tampil tidak kaku, terlihat hidup layaknya binatang yang kita lihat saat ini. Dengan sentuhan Adventure Scince Fiction dari sebuah buku karya Hugh Lofting, sebuah reboot film tahun 1998 dibintangi oleh Eddy Murphy dikemas dalam bentuk jenaka,humor sederhana, cuplikan beberapa film menjadikan Dolittle 2020 ini berbeda dalam cara pandangnya, bagi saya pribadi ini cerita mudah dimengerti oleh siapapun.


Dolittle (2020) adalah cerita live action dengan CGI sangat bagus, walaupun ada beberapa scene terlalu dipaksankan namun penonton tidak akan terganggu sama sekali, Dengan jajaran cast yang sangat baik dalam menterjemahkan gerakan para binatang berbicara dan mempunyai macam-macam kepribadian unik, cerita mengalir secara cepat, penonton tak perlu latar belakang lebih dalam lagi karena diawal / intro siapakah sebenarnya Dr Dolittle sudah terjawab sangat pas tidak perlu diperpanjang lagi, anda pasti tidak menyangka actor Rami Malek, Tom Holland, Emma Thompsom, Kumal Nanjani, John Cena, Selena Gomez dan beberapa actor & artis lainya terlibat secara memukau. Robert Downey Jr lepas dari sosok seorang superhero menjadi seorang dokter penuh kejutan, anda akan merasakan hal yang beda melihat karakternya, para actor dan aktris tak sekedar pengisi suara gerakan tubuh binatang diselaraskan dengan bicara selalu bikin kita ketawa. Diperuntukan untuk anak-anak Dr. Dolittle memberikan gambaran “mengikuti kata hati” mengarungi petualangan dalam kehidupan yang sebenarnya.
Dolittle (2020) hadir mulai tanggal 15 January 2020 di seluruh bioskop Indonesia , penuh jenaka, enjoyable, film dengan petualangan yang menarik. Hadir memenuhi kebutuhan anak-anak tentang pelajaran hidup tidak menyerah, berani melangkah ke depan mencapai cita-cita yang diinginkan. Overall : 7.5/10 



Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena