Skip to main content

REVIEW : US 2019


US - 2019
Directed : Jordan Peele
Starring : Wilson Duke, Lupita Nyong'o
Production : Blumhouse Productions, MonkeyPaw Productions, Universal Pictures
Runtime :1h 56m
Setelah sukses dengan Get Out (2017) dimana film ini masuk jajaran box office dalam genreThriller dan Suspense. Film penuh misteri psikologis antar ras budaya negro dengan kulit putih, nah tahun 2019 sutradara yang sama Jordan Peele membuat gebrakan baru yang tak kalah menariknya sebuah film Suspense Thriller, dengan formula teka teki yang tak terpecahkan. Penonton diajak berpikir bagaimana film ini berjalan tidak seperti yang kita bayangkan, alur ceritapun dibuat sedemikian rupa kita sebagai penonton harus menerka-nerka apa yang terjadi selanjutnya. Pada film  US lebih ada banyolan dibandingkan Get Out, mungkin Jordan Peele ingin penonton tidak 100% tegang dalam menyaksikan filmnya dengan durasi nyaris dua jam ini. Keberhasilan Jordan Peele adalah menciptakan suasana tegang minim pencahayaan dan lokasi, diperbanyak adegan suspensenya sehingga penonton tidak terlalu lelah dalam mengikutinya, itulah perbedaan Get Out dengan US. Joke yang ditawarkan juga ringan dengan karakter yang tak terlalu menyebalkan tapi tingkat pemikiran yang bodoh emang selalu ada seperti Gabe (Wilson Duke) , Ketika ingin bertamasya ke pantai Bersama keluarga, justru Istrinya-Adelaide Wilson (Lupita Nyong'o)  merasa trauma akibat masa kecil di pantai Santa Cruz. Dimana waktu kecil mengalami kejadian sangat aneh hingga berujung pada trauma yang berkepanjangan, dengan yakin Gabe mengajak Istrinya namun tidak lama sebuah kejadian aneh menghantui depan rumah mereka, sosok peniru (Doppelganger) empat manusia berpakain merah membawa gunting, rasa takut dimulai saat mereka berusaha menerobos masuk dan ingin membunuh mereka satu persatu. Salah satu cara hanya melarikan diri dari sergapan ke empat manusia yang mirip dengannya.

Sebuah misteri yang tak terpecahkan seperti dalam film Get Out, muncul adegan ayat alkitab Yeremia 11:11 menimbulkan sebuah pertanyaan besar, ditambah America sedang mengalami kelaparan yang besar pada sebuah iklan tv Hands Cross America , ada faktor kesenjangan sosial yang terjadi di America saat itu, dimana america membutuhkan dana besar mengatasi kelaparan anehnya orang-orang masih mampu menikmati liburan dan kemewahan termasuk teman Gabe - Josh Tyler. Disaat Gabe ingin bantuan mereka justru keluarga ini juga mengalami pembunuhan sama persis apa yang mereka alami. Makna yang terkandung dalam US menitikberatkan pada keberadaan "KITA" sebagai manusia, bagaimana menghadapi kenyataan yang pahit masa lalu dan perbedaan ras yang selalu terjadi. Adelaine yang trauma masa kecil bertemu peniru dirinya anehnya perilaku mereka ini terlihat ganjil dibandingkan manusia biasa. Setelah dihadapkan pada posisi yang tidak menyenangkan atas kehilangan putranya saat melarikan diri, Adelaine harus berhadapan "dirinya sendiri" kenapa keberadaanya begitu penting, satu lagi misteri dalam film US. Bagi penonton yang belum mengenal Get Out rasanya akan susah mengikutinya tapi bagi mereka pernah menyaksikan Get Out, suasana ketegangan dan adegan close up pemain diberikan secara gamblang bahkan adegan gore cukup sadis akan langsung mengerti gaya penyutradaraan Jordan Peele. Simbolik keagamaan, lorong panjang, binatang menjadi bagian cerita yang membawa kita kepada sebuah tujuan sebagai mahluk sosial.
US diluar segala pemikiran manusia tentang perubahan sosial, juga memberikan cara menilai seseorang  " jika engkau menunjuk satu jari ke orang lain maka empat jari pada diri sendiri " artinya diri kita lebih banyak salahnya dibandingkan orang lain. Dalam cerita US-Jordan Peele mencoba adaptasi dari beberapa adegan film lain seperti Funny Games, A Tale Two Sisters, Sixth Sense, The Shinning adalah gambaran cerita manusia menghadapi kondisi psikologis yang mempengaruhi jiwa manusia itu sendiri. Saksikan US di bioskop terdekat anda, nikmati adegan demi adegan dengan segala misterinya membawa sebuah pertanyaan besar saat endingnya itu sendiri.
Overall : 9/10

 

Comments

Popular posts from this blog

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga ...

REVIEW : FILM HOUSEMAID 2025, Tampil Dalam Cerita Penuh Kejutan

The Housemaid (2025)  Genre: Thriller psikologis / drama Sutradara: Paul Feig Diadaptasi dari novel: The Housemaid karya Freida McFadden Pemeran utama: Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar Ringkasan Cerita Millie, seorang perempuan yang baru keluar dari penjara, mendapat pekerjaan sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di dalam rumah milik keluarga Winchester yang kaya  raya. Awalnya pekerjaan ini tampak seperti kesempatan kedua untuk menata hidup. Namun perlahan, atmosfer rumah tersebut berubah mencekam. Rahasia, manipulasi, dan relasi kuasa yang timpang mulai terkuak, menghancurkan ilusi kehidupan kelas atas yang tampak sempurna. Menariknya dari film ini , saya pikir remake film korea karena tidak membaca detil kalau film ini  berdasarkan novel 2022 dengan nama yang sama oleh Freida McFadden. Film tersebut dibintangi oleh Sydney Sweeney, Amanda Seyfried, Brandon Sklenar. termasuk dalam katagori 17+ ada adegan dewasa, harap sangat bijak untuk menontony...

REVIEW FILM ANIME : The Dangers in My Heart: The Movie

The Dangers in My Heart: The Movie merupakan  film yang menawarkan kisah remaja dengan cara yang jujur dan manusiawi. Ceritanya berpusat pada Kyotaro Ichikawa dan Anna Yamada , dua siswa SMP yang sangat berbeda, namun perlahan saling mendekat melalui momen-momen canggung yang terasa nyata. Kyotaro adalah anak introvert yang cenderung menyendiri. Ia punya minat yang tidak biasa untuk anak seusianya: membaca buku tentang anatomi dan hal-hal gelap, serta mendengarkan musik metal. Di balik itu, ia sebenarnya penuh keraguan, kesepian, dan rasa tidak percaya diri. Pikiran gelapnya bukan tanda kebencian, melainkan cara seorang remaja menghadapi dunia yang terasa menekan. Sebaliknya, Anna Yamada adalah gadis populer di sekolah. Ia ceria, energik, dan secara penampilan terlihat lebih matang dibanding teman-teman sekelasnya. Namun di balik citra itu, Anna punya sisi polos, ceroboh, dan rakus makanan yang membuatnya sangat manusiawi. Ia bukan sosok sempurna, melainkan remaja yang sedang bel...