Skip to main content

Review : PREDATOR 2018

PREDATOR 2018
Directed : Shane Black
Starring : Boyd Holbrock, Olivia Munn, Jacob Trembley,Trevante Rhodes
Production : Davis Entertaiment & 20thCentury Fox
Runtime : 107 Minutes

Beberapa waktu lalu saya menghadiri pemutaran trailer film-film persembahan 21th Century Fox termasuk salah satunya PREDATOR ini, sekilas film ini tak masuk list film yang akan ditonton waktu dekat ini karena saya berekspektasi tinggi baik dari segi teknis sinematography, penulisan skrip dan VFX yang pasti lebih keren dibandingkan pendahulunya, bagaimana saya membayangkan ketegangan dari awal hingga akhir berubah drastis saat tgl 10 Agustus 2018 menyaksikan terlebih dahulu pemutaran Predator di Jakarta. Mungkin para moviegoers tak begitu tahu siapa sebenarnya Shane Black, dia adalah seorang filmmaker, penulis serta actor sebut saja Iron Man 3, The Nice Guys dan yang terakhir Predator 2018. Tentu anda masih teringat kisah Iron Man 3 dilihat trailernya begitu kelam tapi berubah saat kita menonton filmnya. Inilah yang terjadi pada film Predator 2018 garapan Shane Black. Predator 2018 bisa dibilang seri ke-6, proyek ini mulai tahun 2014 namun pengembangan cerita dan produksi dikerjakan pada tahun 2017 dari bulan Februari hingga Juni, sempat mengalami reshot gambar karena kualitasnya tidak sesuai. Akhirnya  Predator rilis bulan September 2018 dan pertama kali premiere di Toronto International Film Festival. Apakah pengerjaan  terburu-buru atau memang budjet yang dikeluarkan tak seperti film Predator sebelumnya, kita bisa melihat nanti hasil perolehan Box officenya.

Berkisah di planet asal Predator, mereka sedang mengalami perang hingga salah satu Predator melarikan diri menuju ke Bumi, disaat bersamaan Quinn McKenna (Boyd Hollbrook) prajurit sniper sedang memburu bandar Narkoba di Mexico namun dikejutkan oleh pesawat Alien tiba-tiba datang sehingga mereka kacau balau. McKenna berusaha ke tempat lokasi pesawat tersebut jatuh, dia menemukan Device dan Mask salah satu milik Predator sebagai bukti bahwa alien itu ada, dengan rencananya barang tersebut dikirimkan ke rumahnya.Stargazer merupakan lokasi penelitian rahasia pemerintah terhadap Alien mereka menemukan jasad Predator, dan salah satu Dokter ahli biologi Cassey Bracket (Olivia Munn) berusaha menyelidiki kenapa Predator mampu bertahan di Bumi ternyata ditemukan DNA manusia dalam tubuh Predator tersebut. Rencananya begitu berubah ketika anaknya Rory (Jason Trembley) anak autisme mampu membaca bahasa alien sehingga memberikan pesan terhadap Ultimate Predator datang memburu Predator lainnya. Selama berlangsung selama 107 Menit kita disuguhkan cerita yang serius tiba-tiba berubah menjadi komedi ala Shane Black yang membuat kita seringkali terpingkal atas ulah team McKenna, intensitas alur berubah drastis saat Predator beradu satu dengan yang lain. 

Pengokohan karakter pemain tidak terlalu terfokus, mereka bermain senatural mungkin bagaimana Shane mengemas film ini tanpa halangan yang berarti anda benar-benar disuguhkan versi Predator berbeda dari sebelumnya. Penampilan Boyd Holbrook, Olivia Munn dan Jason Trembley sangat pas. Klasifikasi Predator masuk katagori (R=Restricted - Terbatas) karena ada beberapa adegan sangat sadis diharapkan para orangtua mendampingi anak-anak mereka. Shane berhasil memberikan twist diakhir cerita untuk sequel berikutnya. Sebuah film Sci-fic Action sungguh menghibur.

PREDATOR 2018 tayang mulai hari diseluruh bioskop Indonesia, rasakan sensasi yang berbeda dari film-film Predator sebelumnya. 

Overall : 7.5/10
 





 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re