Skip to main content

The Boy 2016


Saat Greta (Laura Cohen ) bekerja sebagai pengasuh disebuah desa yang berada di Inggris , Greta merasa ini adalah sebuah tantangan yang baru, ketika dia sampai disebuah rumah tua , dihuni oleh sepasang orang tua Mr & Mrs Heelshire (Jim Norton dan Diana Hardcastle ) mempunyai satu orang anak bernama Brams yang tak lain adalah sebuah boneka yang mirip dengan anaknya yang telah tiada beberapa tahun yang lalu, Greta sadar betul apa yang dia liat bukanlah manusia, ya sebuah boneka yang terbuat dari porslen. Dihari pertama sejak kedatangan Greta merasa ada yang aneh. seringkali kejadian terjadi dirumah ini, Namun hal itu dia paksakan untuk tetap tinggal karena dia butuh sejumlah uang. Karena masalah dengan suaminya , Greta berkenalan dengan pengantar makanan Malcom (Rupert Evans ) setiap minggu rajin membawa kebutuhan keluarga HeelShire. Maclom memberitahukan sebenarnya apa yang terjadi di keluarga ini, ketika Brams berumur 8 tahun, ada sebuah kejadian yang aneh saat acara ulang tahun salah satu anak hilang setelah bermain dengan Brams, sejak itu muncul cerita bahwa Brams telah membunuh temannya sendiri. Karena merasa bersalah Brams pergi ke loteng, tapi orangtuanya justru melenyapkan Brams membakar Loteng sehingga Brams tidak dapat diselamatkan.


Dipikiran saya seperti melihat film terdahulu Annabele, Conjuring, Chuky  atau film tentang boneka yang bisa berubah menjadi manusia ,mungkin ada benarnya. Film ini seperti terinspirasi oleh film sebelumnya dengan cara yang berbeda.wujud bonekapun tak seram, terlihat manis tak ada yang aneh. Sebenarnya film tak murni Horor lebih supranatural thriller. karena banyak kejadian yang dialami Greta selama berada di dalam rumah tersebut terlebih ada 10 peraturan yang harus dia kerjakan kalo tidak Greta akan mengalami nasib sial .


Apa yang membuat film menarik ditonton adalah cerita sebenarnya ketika Brams masih kecil apa betul kejadian seperti itu  atau tidak , namun sayangnya selama film berlangsung tak ada sesuatu yang menarik dan berbeda. Banyak yang harus digali lagi meningat film berpotensi sangat menarik. Latar belakang keluarga kaya, disaat lanjut usia baru mempunyai anak, motif dibalik kenapa Brams merasa kecewa dengan sikap orangtuanya.

Sutradara William Brent Bell (  The Devil Inside , Wer ) di tahun 2015 bulan january menyutradarai The Boy , yakin penonton bakal menikmati karena 2 film sebelumnya kurang begitu dinikmati . Laura Cohen  lebih terkenal di serialtv  The Walking Dead, Begitu juga Rupert Evans bermain di serial tv The Man In The High Castle dan beberapa film layar lebar .

The Boy rilis serentak tanggal 28 Janury 2016 di seluruh bioskop Indonesia


Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena