Skip to main content

Review The Big Short

The Big Short

Berdasarkan buku yang sama Tahun 2010 The Big Short karangan Michael Lewis , mengenai krisis 2007-2008 anjloknya sektor perumahan di Amerika . Film ini mendapatkan banyak pujian positif oleh para juri Oscar 2016 dan layak masuk Nominasi, Besutan sutradara Adam Mc Kay ( Anchorman, Tallaga Night, Step Brother  ) menjelaskan dengan detil apa yang terjadi waktu itu, dengan paparan humor sehingga penonton mengerti jalannya film ini sendiri .
 
Tahun 2008 diramalkan oleh Michael Burry(Christian Bale) seorang manager investor lokal Scion Funds memprediksi ekonomi dunia mengalami kehancuran, banyak tagihan macet atas pemilikan rumah di Amerika . Dimulai Tahun 2005 saat Michael Burry menjabarkan teorinya di kalangan para Bankir, mereka menganggap gila tidak mungkin para kreditur rumah tak sanggup bayar, melihat ekonomi Amerika membaik. Burry menjual sejumlah program CDS ( Credit Default Swap ) dengan harga sanggat fantastis, jika tidak terjadi krisis maka dia harus membayar pinalti. Melihat hal tersebut para pemilik modal sangat marah atas tindakan Michael Burry, namun Burry menjelaskan keuntungan yang dia dapatkan dari Bank sangat besar dibandingkan premi yang harus dibayarkan selama 3 tahun . Melihat hal tersebut Jarred Vennet ( Ryan Gosling ) mencoba menjalani dengan cara serupa namun melihat resiko yang besar dia takut gagal , maka Jarred melobi para investor besar dipimpin oleh Mark Baum ( Steve Carrel ), Jarred mencontohkan bahwa hipotek kelas AAA akan jatuh dan semua dana "tercover" oleh pemerintah, ketika krisis itu terjadi secara bertahap ( A Tranche ) Hipotek AA, BBB,BB, B lampat laun akan jatuh juga ,dengan perhitungan yang matang bersama para teman-temannya, Mark dapat menerima proposal Jarred dengan syarat tertentu. Mark secara tidak langsung menyelediki apakah benar prediksi Burry terhadap property,dan memang ada beberapa kendala yang dihadapi oleh kreditur, namun tidak seperti yang dibayangkan . 
 
 
 
 
Di lain tempat para perusahaan kecil  Browfield Funds ,Jamie Shipley ( Finn Witcrock ) &  Charlie Gellar ( John Magaro  ) ikut andil juga bersama salah satu ahli Wall Street, Ben Rickett ( Brad Pitt ), dengan dukungan tersebut mereka berusaha melihat kesempatan menjadi kaya raya atas jatuhnya pasar property.Saat mereka berada disebuah perusahaan besar menemukan hal yang serupa suatu saat pasar property seperti Giant Bubble, tingkat kredit macet membesar .  Semua ambisi mendapatkan keuntungan dari para kreditur rumah yang tidak bisa membayar hipotek tak peduli para pemilik rumah punya uang banyak, tidak bekerja .
 
 
 
The Big Short menawarkan serangkain cerita yang cukup rumit dibagian awal , namun penjelasan secara detil di tengah-tengah cerita membuat film cukup melelahkan , penonton diharapkan sabar jangan sampai keluar sebelum film ini berakhir. Seperti film pendahulunya A Wolf Wall Street, kisah para bankir terfokus satu masalah saja, yaitu pialang sahama  kalo The Big Short lebih kompleks lagi permasalahan yang dihadapi menyangkut banyak orang. Pemilihan para karakter sangat tepat begitu banyak aktor-aktor hebat ikut andil dalam The Big Short,dengan durasi yang cukup panjang 2 jam lebih .

Andalah yang menentukan film ini layak masuk Best Picture Oscar 2016 ? atau hanya masuk nominasi saja 
The Big Short tayang serentak tanggal 13 January 2016 di seluruh bioskop Indonesia 
 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re