Skip to main content

REVIEW : SONIC THE HEDGEHOG 2

SONIC THE HEDGEHOG 2 

Directed : Jeff Flower

Production: Sega Sammy Pictures,Original Films, Paramount Pictures Indonesia 

Runtime : 122 Minutes 

 

Pengenalan karakter Sonic si landak biru diperluas pada sequel kali ini, setelah part pertama muncul diakhir filmnya Tails (Colleen O’Shaughnessey) landak kuning dan munculnya musuh baru Knuckles (Idris Elba) disaat Eggman (Jim Carey) berada di planet jamur berusaha ingin kembali ke Bumi, atas bantuan Knuckles - Eggman bersepakat mengalahkan Sonic , Kali ini pencarian Master Zambrud yang menjadi akar permasalahan Longclaw denga Klan Knuckles disaat perang merebutkan kekuatan super dahsyat dari Master Zambrud. Merasa terancam Sonic meminta bantuan Tom (James Madsen) membuka portal menyelamatkan Sonic dan Tail, tapi munculnya kedua landak justru membuat kacau pernikahan sahabat Tom, tidak hanya acaman Eggman tapi dibalik pernikahan ada misi pihak pemerintah menangkap Sonic dan Tails. Masalah makin runyam apakah Tom mampu menolong Sonic mencari Master Zambrud jangan sampai jatuh ke tangan penjahat yang tak lain Eggman.

Secara CGI sangat bagus lebih baik dari yang pertama, detil-detil campuran live action seakan-akan tidak terhalang dengan para aktor, semua menyatu dalam emosi yang membawa kita ikut merasakan kegembiraan,bahagia atau sedih, ditambah scoring yang berhasil membawa film selama 2 jam tiada bosan. Sutradara Jeff Flower serta penulis berhasil mengembangkan alur yang sangat enak mudah dimengerti, SONIC THE HEDGEHOG 2 penuh suprise dari gamenya sendiri merupakan paket lengkap kita tidak melihat kekurangannya benar-benar terekam sangat rapi. Penampilan Jim Carey makin ciamik karakter sebagai Vilian sangat bagus bener-benar menjiwai, Aktor Idris Elba sebagai Knuckles juga menunjukan karakter yang kuat begitu juga kehadiran Tails bikin segar sepanjang film.


Berfokus pada karakter Sonic landak biru yang tak kenal menyerah, Tails yang selalu merasa tidak punya power, Tom selalu menjaga keharmonisan dan Knuckles merasa terhianati oleh kisah masa lalu, Eggman yang berambisi menjadi penjahat super. Pesan moral yang diajarkan sejak dini pada anak-anak khususnya para remaja belajar tanggung jawab kepada sesama setelah menonton film ini, Sonic The Hedgehog 2 dibawah bendera  Paramount Pictures Indonesia hadir mulai tanggal 6 April 2022 serentak di Bioskop Indonesia, dan jangan beranjak dari tempat duduk ada scene tambahan menuju part 3 yang bakalan makin seru dari  petualangan Sonic landak biru ini. Overall : 8.5/10 


 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena