Skip to main content

REVIEW : HELLBOY 2019


HELLBOY 2019
Directed : NEIL MARSHALL
Production : Liongates, Millenium Pictures, Dark House Entertaiment
Runtime : 121 Minutes


Reboot film HELLBOY tahun 2004 dari sutradara Guilermo De Torro memberikan cerita yang baru dengan konsep yang terbilang tidak sesuai dengan komik aslinya. Tugas utama Hellboy (David Harbour) mencari sosok agen yang hilang, sebelum kasus tersebut terungkap justru Hellboy dibawa ke dalam komunitas tingkat tinggi yang berburu pada Monster-monster kuno, sebuah tugas yang ringan bagi Hellboy, ternyata dia ditipu oleh komunitas tersebut bukan monster yang di cari justru Hellboylah sasaran utama mereka. Belum lagi penyihir jahat Nimue (Milla Jovovich) masa lalu dibangkitkan tuk balas dendam atas tindakan King Arthur, dengan begini Hellboy merasa diperdaya tak mampu menjalankan misinya bahkan dia sempat kecewa terhadap ayah angkatnya Ian McShane (Trevor Brutteholm) menyimpan masa lalu siapakah sebenarnya dirinya. Nah dari sini banyak sekali plot yang ingin diceritkan kepada penonton ada beberapa karakter yang tidak dijelaskan secara detil, Sutradara  Neil Marshall dengan gaya berbeda menyakinkan penonton sangat menyukai alur ceritanya, manun Neil berusaha menyajikan ala Del Torro – tone dark, adegan menakutkan, sadis, penuh misteri semua dibiarkan penonton yang menilai. Walaupun berbeda dengan sajian komik, film Hellboy bisa dibilang sangat menghibur dari awal hingga akhir bahkan ada dua scene yang ditunggu tuk film berikutnya.
 
Sosok Ron Perlman memang tidak bisa mengantikan David Harbour, dengan suara khas yang berat begitu juga badannya kekar, karakter Milla Jovovich sudah melekat sebagai Alice pada Resident Evil rasanya kurang cocok saja menjadi penyihir jahat. Pada CGI juga banyak terlalu kasar terlihat memakai protestik kustom. Sayangnya dalam rilisan di Indonesia pihak LSF (Lembaga Sensor Film) memotong bagian yang cukup panjang sehingga menggangu kenikmatan menonton filmnya, hal ini disebabkan akan banyak penonton anak-anak dibawah umur dibawa orangtua melihat dan selalu berakhir kecewa lantaran Hellboy bukanlah superhero, karakternya antihero seperti karakter Deadpool. Bagi penonton awam dalam segi editing jadi terlihat tak teratur sehingga alur ceritanya banyak dipaksakan. Ini menandakan terburu-burunya kisah Hellboy bisa diterima pengemarnya padahal dengan pendalaman skrip yang kuat akan memberikan kesan yang positif bagi penonton. 

HELLBOY sudah tayang mulai tanggal 10 April 2019 diseluruh bioskop Indonesia, nikmati sajian film antihero  yang sangat menghibur. 
Overall : 7/10




Comments

Popular posts from this blog

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

Review : 1987: When the Day Comes

Review : Mr Hurt

Mr Hurt 
Directed : Ittisak Eusunthornwattana
Starring : Sunny Suwanmethaon, Marie Broenne, Mashnanoad Sulvamas, Ponsatorn Jongwilak
Production : Transformation Film
Duration : 129m

Lagi-lagi Thailand membuat film bertema drama percintaan dengan cerita seputar patah hati, yang paling membuat kita betah menontonnya tak lain jalan cerita yang sederhana juga casting yang natural dari artis cukup terkenal ditambah lokasi shoting gak jauh dari makanan, tempat tinggal dan sebagainya. Buat saya serasa menonton FTV namun dikemas dengan baik, itulah kelebihan mereka membuat film apalagi twist yang seringkali kesel .
Alkisah pemain tenis pro terkenal Don ( Sunny Suwanmethaon )  pacaran dengan Anna ( Marie Broenner ) , saat Don mau serius melamar Anna, justru Anna memutuskan Don begitu saja, dunia Don berbalik dia tidak semanggat dalam latihan tennis, semuanya berubah total. Tema-temanya mencoba memberikan semanggat bangkit kembali namun gagal juga, Don benar-benar kehilangan Anna. Salah satu cara …