Skip to main content

REVIEW : HOTEL MUMBAI 2018

HOTEL MUMBAI 2018
Directed : Anthony Maras
Starring : Dev Patel, Armie Hammer, Anupam Kher,Nazanin Boniadi
Production : Thunder Road Pictures, Electric Picture, Xeitgeist Entertaiment Group
Runtime : 125 Minutes 
Mungkin anda pernah menonton film Hotel Rwanda (2004) atau No Escape (2015), dimana kisah memilukan ketika perang antar etnis menyerang satu sama lain karena perbedaan pemikiran atas nasib sebuah bangsa, dan orang-orang pendatang maupun lokal terkena imbasnya. Kenyataan yang pahit tidak bisa dilupakan begitu saja, bahkan kisah berdasarkan kejadian nyata selalu membuat perasaan campur aduk saat menonton filmnya. Bagaimana jika hal tersebut terjadi dalam diri kita, mampukan kita bertahan dalam kondisi tersebut atau melawan mereka dengan sekuat tenaga, pasti banyak yang memilih pasrah dengan keadaan karena ketakutan yang mendalam. Apa yang menjadi misi para teroris membunuh orang lain, tak lain hanya sebuah perbedaan pandangan tentang surga dan agama yang mereka anut. Tidak ada satupun teroris membunuh hanya sekedar saja, pasti sebuah ideologi yang mereka tanamkan sebelum menjalankan misi mulia mereka. Tahun 2008 adalah tahun yang suram bagi negara India akibat serangan teroris islam radikal berasal dari negara tetangga tiba-tiba menyerang beberapa lokasi yang sudah direncakan matang-matang, salah satunya adalah Hotel Taj Mahal Palace – Mumbai, India. Kisah ini menjadi sorotan dunia dan sebuah berdasarkan film documentary Surviving Mumbai 2009, diangkat ke layar lebar oleh sutradara Anthony Maras , seorang sineas film indie berasal dari Australia mengangkat cerita para korban yang selamat menjadi sebuat tontonan haru biru menahan napas selama 125 Menit dengan sebuah tayangan yang sangat mendebarkan tiap adegan demi adegan tanpa jeda, dan Maras berhasil membawa emosi penonton seakan-akan terlibat dalam kejadian tersebut.
Arjun (Dev Patel) adalah seorang waiters Hotel Taj Mahal Palace, saat itu dia buru-buru berangkat kerja demi uang untuk kelahiran anaknya,dibawah pimpinan Hemmet Oberoi, ada sebuah tamu kehormatan America-Muslim Irain yang terkenal sudah reservasi kunjungan ke Hotel tersebut. Para saksi melihat beberapa orang turun dari kapal kecil menuju Mumbai, mereka terbagi menjadi 12 lokasi penyerangan. Saat kejadian di sebuah stasiun kereta api dan penyerangan sebuah kafe, penduduk setempat melarikan diri menuju Hotel Taj Mahal karena kepanikan semua orang tak menghiraukan kalau para teroris juga masuk dalam rombongan mereka dan dengan tiba-tiba menyerang semua orang yang berada di lobbi hotel . Zahra (Nazanin Boniadi) dan David (Armie Hammer) salah satu tamu langsung berusaha menelon pengasuh bayi mereka untuk melarikan diri dari kamar hotel tapi teroris dengan sergap menyerang tiap lantai. Arjun dan Oberai menunggu waktu yang tepat kabur dari serangan teroris untuk mencari lokasi yang paling aman di hotel ini. Dan satu-satunya lokasi yang paling aman adalah Chambers Lounge yang berada sangat rahasia dan terjamin keamanannya. Kondisi makin parah ketika teroris membakar sebagian lokasi sehingga polisi setempat tidak berani menyerang, tidak hanya kalah senjata tapi pengalaman para polisi belum berani menggalahkan teroris. Pertolongan makin jauh dikala pasukan elit India berada 1300 Km dari Mumbai dan itu membutuhkan waktu selama 9 jam hingga sampai dilokasi. Apa yang terjadi selanjutnya bagi mereka hanyalah menunggu waktu kematian yang semakin mendekat.
 
Biasanya kalo film berdasarkan kisah nyata atau kejadian nyata, hal yang pertama harus dihindari adalah mencari cerita-cerita sebelumnya pada channel seperti Youtube, wikipedia atau saluran tv berbayar.Hal itu akan membuat anda makin tak sabar menunggu filmnya dirilis segera, nah begitu juga dengan trailernya. Rasa penasaran itu lebih baik ketika anda menahan diri untuk menyaksikan di bioskop saat film berlangsung, buang jauh-jauh paham agama dalam diri kita, anda akan terkotak-kotak pikiran anda sendiri, Hotel Mumbai merupakan kisah pilu, mengenaskan, menyayat hati tapi dibalik semua ini mengisahkan cerita kemanusian antar ras dan agama sudah tidak bisa dipisahkan saat mereka sama-sama mengalami pada kondisi yang naas. Eksploitasi darah,mayat, footage asli saat kejadian dan penembakan menjadi cerita yang tersusun rapi. Tamu adalah Dewa itulah tagline film ini menjadi tujuan utama para tamu lebih dulu diselamatkan dibandingkan karyawan hotel seperti Arjun dan Oberoi, sebuah tugas yang mulai atas dedikasi dalam pekerjaan. Dev Patel bermain sederhana layaknya waiters yang menjalankan tugas, karakternya bukan seorang pahlawan hanya seorang ayah yang menantikan anaknya lahir. Anupam Kher adalah actor kawakan Film India, beberapa kali mendapatkan Piala  sekaligus anggota parlemen India sudah tidak diragukan lagi aktingnya dalam bermain film. Hotel Mumbai bukan film india penuh tarian dan nyanyian, film ini murni ditangan sutradara indie yang ingin mengingatkan kita akan bahaya teroris sewaktu-waktu terjadi dalam kehidupan kita. Film ini akan tayang minggu ini di seluruh bioskop Indonesia.
Overall : 9/10


 

Comments

Popular posts from this blog

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

Review : 1987: When the Day Comes

Review : 22 MENIT

 22 MENIT
Sutradara : Eugene Panji Pemain :Ario Bayu, Ade Firman hakim,Ence Bagu, Ardina rasti  Produksi : Button Ijo Durasi : 75 Menit