Skip to main content

Review : THE BEATLES : Eight Days A Week


THE BEATLES : Eight Days A Week
Director : Ron Howard
Film dokumentar mengenai perjalanan konser The Beatles sejak tahun 1962 - 1966. Di Mulai dari Liverpool, Inggris hingga ke Amerika dan negara- negara di benua Eropa bahkan sampai ke Asia. Berisi foto-foto ekslusif dan moment- moment langka yang jarang diketahui publik serta wawancara dengan para personil The Beatles dan orang- orang yang menjadi saksi sejarah kehebatan 'The Fab Four' ini. Tak lupa kita juga disuguhkan proses rekaman album- album The Beatles dan proses syuting film- film yang pernah dibintangi olehThe Beatles, seperti Help! dan A Hard Days Night.


Lewat film ini kita bakalan dibuat terkagum- kagum dengan dengan berbagai hal yang ada di The Beatles, bagaimana lagu- lagu mereka mampu menghipnotis para penggemarnya hingga konser- konser mereka yang selalu ramai di padati penonton hingga kadang terjadi bentrok antara penonton dan pihak keamanan. Tak hanya soal kehebatan The Beatles, film ini juga menyoroti kasus yang menimpa mereka terkait ucapan John Lennon yang berkata kalau mereka lebih hebat dari Yesus. Yang pada akhirnya menyulut emosi masyarakat dan menimbulkan kerusuhan dan terjadi demonstrasi yang berujung pada pembakaran Piringan Hitam album- album The Beatles. Bukan cuma The Beatles yang ditampilkan disini, tapi juga orang- orang dibalik layar yang ikut membesarkan namaThe Beatles, seperti sang manajer, Brian Epstein dan produser George Martin.

Setelah credit tittle bergulir, jangan buru- buru pulang karena akan ada sebuah kejutan setelah credit tittle berakhir, yakni penampilan The Beatles yang manggung di Shea Stadium pada tahun 1966 yang sudah di restorasi sehingga gambarnya begitu jernih. Film ini The Beatles : Eight Days A Week hanya tayang pada jaringan di CinemaxxTheater, CGVBlitz dan PlatinumCineplex (put)



Overall : 8/10





Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re