Skip to main content

Review : Bridget Jones's Baby

Bridget Jones's Baby
Director : Sharon Maguire
Cast : RENÉE ZELLWEGER, COLIN FIRTH , PATRICK DEMPSEY
Production :  UNIVERSAL PICTURES , STUDIOCANAL and MIRAMAX
 
Sebuah drama komedi romantis yang lucu dan menyentuh.
 
Siapa yang tak kenal film Bridget Jone's Diary tahun 2001 & 2004 , dimana Bridget menikah dengan pasangan yang tak lain adalah  Mark Darcy ( Collin Firth ) , setalah 10 tahun menikah apa yang mereka rasakan tak seperti kehidupan pernikahan yang dibayangkan , banyak sekali masalah demi masalah yang dihadapi sehingga timbul percerain diantara mereka . Umur 40 kembali lagi menjadi lajang hanya berfokus kepada pekerjaan dan teman-teman.  Suatu saat dia bertemu pria ganteng  Jack Qwant  ( Patrick Dempsey ) hubungan merekapun lancar-lancar saja hingga suatu saat dirinya di nyatakan hamil, Bridget Jones harus mencari pria yang menghamilinya. Apakah Jack, seorang pria baik hati yang ditemuinya dalam sebuah acara festival musik ataukah Mark Darcy, mantan pacarnya dulu ?
 


Lalu bagaimana cara mengetahui siapa ayah bagi bayi tersebut ?

Apakah harus melakukan tes DNA ?

Dengan unsur drama secukupnya dan komedi slapstik yang kental serta humor dengan konten dewasa, semuanya diramu dengan pas dan hasilnya masih tetap ampuh memancing tawa penonton. Banyak moment- moment menarik di film ini, mulai dari omongan ngelantur di sebuah acara di televisi sampai Bridget Jones yang mesti naik Bajaj ke Rumah Sakit untuk melahirkan. Serta tak lupa juga, ada beberapa adegan yang di sensor di sepanjang film ini.Sebuah penutup yang manis bagi Trilogy Bridget Jones.


Bagi saya ketiga studio besar yang telah membuat film pertama cukup sukses memberikan kursi penyutradaran kepada Sharon Maguire ( Bridget Jone's Diary 2001 ), dia mengajak moviegoers bernostalgia akan kisah cinta mereka, itulah ramuan yang diberikan di film ke-3 ini. Sharon yakin pecinta film bergenre Drama Romantis pasti menyukai dari awal hingga akhir, akan tetapi penonton sudah bisa menebak endingnya seperti apa , durasi 2 jam lebih membuat film mengalir begitu saja ,  Film ini mulai tayang reguler tanggal 21 oktober 2016 di seluruh bioskop di Indonesia .

Overall : 7.5/10 


Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena