Skip to main content

Review Take Me Home


Take Me Home 

Genre Suspense/ Horror

Released Date 11 Mei 2016

Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd

Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai /

Producer ; Kanyarat Jiraratchakit

Director : Kongkiat Khomsiri


Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya.

Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sakit tersebut.



Tan disambut hangga oleh seseorang pengasuh rumah, melihat kondisi rumah yang asri membuat Tan tidak curiga sama sekali apalgi melihat “Tubtim” (Wannarot Sonthichai) kakak kembar perempuan hidup bersama  “Chiwin”(Peter Noppachai) duda dengan dua orang anak, tak lama melihat cara perlakuan Tubtim membuat Tan merasa ada sesuatu yang jangal , apalagi ketika malam hari Tan diperingatkan jangan keluar tanpa ada tujuan yang jelas. Sejak malam inilah Tan merasakan ada keanehan-bahkan muncul hantu wanita di rumah tersebut , Tan yakin tidak ada hantu itu hanya dongeng biasa saja. Tapi Tan tidak begitu saja percaya setelah bermain dengan kedua anak Chiwin justru Tan melihat hantu . Tan penasaran apa yang membuat rumah ini begitu menyeramkan . Apa yang terjadi sebenarnya di rumah tersebut, kenapa adik kembarnya begitu berbeda , apa yang membuat keluarga ini begitu aneh ? sepertinya begitu banyak rahasia yang tersimpan ..



Apakah kehadiran Mario Maurer  masih bisa meraup keuntungan yang besar peredaran film ini di Indonesia , Sutradara Kongkiat sudah terkenal dengan film horor sebelumnya ( Art of the Devil 1-2, Slice , Coming Soon , 3 AM ) sangat yakin penonton akan menyukai film ini.

Take Me Home tayang serentak di CGVBlitz,Cinemaxx Theatre dan Platinum Cineplex

Overal : 7/10







Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re