Skip to main content

Review X Men : Apocalypse


X Men : Apocalypse
Directed : Bryan Singer 
Durasi :144 menit
Produksi :20th Century Fox, Marvel Entertaiment, TSG Entertaiment 
Distributor :20th Century Fox


 
Jauh sebelum Abad ke 19-20, muncullah penguasa di Mesir yang menyatakan dirinya sebagai Dewa, Eh Sabah Nur aka Apocalypse ( Oscar Isaac ) , dia percaya membangun kehidupan manusia  yang lebih baik di muka bumi ini, namun disaat menjelang kematiannya Apocalypse harus tetap hidup, kemudian melakukan ritual. Tidak semua orang mesir percaya dia adalah Dewa tapi Dewa Palsu , maka terjadilah kudeta sehingga Apocalyse tidak bisa bertransformasi ke tubuh yang baru , usaha kudeta tidak membuahkan hasil , hasil transformasi tetap terjadi . Apocalypse terkubur jauh didalam tanah.
 

 
 
Agen Moira McTaggart ( Rose Byrne ) berada di Mesir untuk menemukan lokasi jatuhnya Piramida besar saat kehancuran, penyelidikan Moira melihat sekumulan orang berdoa demi kebangkitan Apocalyse maka terjadilah gempa bumi yang dahsyat di seluruh dunia , bukan sebuah peristiwa yang besar justru malah awal kehancuran manusia di mulai . Setelah kejadian di Cuba 1983  ( X Men - First Class & Day Future Past ) , Erik aka Magneto  ( Michael Fassbander  ) berada di Polandia mempunyai kehidupan baru, begitu juga Professor X , Charles Xavier ( James McCoy ), Hank McCoy aka The Beast  ( Nicholas Hoult )  membimbing para mutan-mutan baru yang bisa mengendalikan kekuatanya demi hal yang positif bukan bertujuan untuk berperang. dibantu oleh Raven ( Jenifer Lawrance ), pencarian mutan pertama Angel  ( Ben Hardy  ) & Nightcrawler aka Kurt Wagner ( Kodi Smit McPhee ) di mulai , kedua mutan ini  sedang bertarung demi uang, Raven memilih menyelamtkan NightCrawler. Di Polandia, Erik berganti nama Hendry saat bersamaan gempa besar, dia menolong orang salah satu karyawan dimana di bekerja - tapi hal tersebut dilaporkan ke pihak berwajib. Erik sangat kesal apa yang dilakukan temannya , dia hanya  menolong bukan merusak , tak disangka anak yang dicintai & istrinya terbunuh oleh salah petugas . rasa marah yang mendalam membuat dia harus membunuh semua petugas itu. tak lama kemudian  dia mencari orang yang melaporkannya. Disini dia bertemu dengan Apocalypse berjanji kalo kekuatan Erik belum seberapa sehingga  di ajaklah Magneto bergabung bersamnya, Angel - Pyslocke & Strom lebih dahalu bergabung.

Charles yakin masih ada jalan keluar untuk para mutan bisa beradaptasi dengan manusia hidup bersama-sama, mutan bukan yang untuk ditakuti. Setelah mencari keberadaan Magneto lewat Cerebro inilah celah yang  membuat Apocalyse bisa menyusup ke pikiran Charles tak disadari  Apocalypse datang dan membawa Charles ke tempat dimana pasukan Apocalypse berada . dengan pesan singkat kepada dunia, Apocalypse berjanji memusnakan semua manusia dan membuat lebih baik , kehancuran dimana-mana, dan banyak negara terkena dampaknya .




Sekali lagi Bryan Singer membuktikan adaptasi dari komik ke layar lebar dengan sentuhan yang luar biasa baik Soundeffect, Sinematography, Costum & Makeup , Visualeffect.  Bahkan para karakter musuh dan X Men bermain secara prima , semua porsi terbagi rata, bagi kita pecinta film yang tidak pernah membaca komik seperti saya sangat bisa mengikutinya, alurnya sangat mudah tak terasa selama 144 menit ini , karakter seperti Strom, Cyclops, QuickSilver , Psylocke dan lain-lain membuat film makin terasa sangat asik, menurut saya film terbak di tahun ini sejak seri X-MEN setelah Day Future Past , munculnya Wolverine membuat film ini menjadi bagian yang tak terpisahkan , jangan lupa juga munculnya Stan Lee ada di film ini bukan hal yang baru tapi serial X-Men baru kali ini dia ada . John Ottman ( Composer,Editor ) berkolaborasi sejak X-Men Day Future Past tak heran apa yang di inginkan Bryan Singer bisa terpenuhi dengan baik. Special Effect patut diancungi jempol atas kerja keras mereka,

X Men Apocalypse, tayang serentak mulai hari ini di seluruh bioskop Indonesia 21Cieneplex-CGV Blitz, Cinemaxx Theatre & Platinum Cineplex , 2D-3D IMAX, 4DX , SPHEREX. Sebagai pecinta komik marvel jangan beranjak dulu sampai end credit title untuk melihat potongan film selanjutnya 
 
X Men : Apocalypse 
Overall : 9/10
 


Comments

Popular posts from this blog

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

Review : 1987: When the Day Comes

Review : Mr Hurt

Mr Hurt 
Directed : Ittisak Eusunthornwattana
Starring : Sunny Suwanmethaon, Marie Broenne, Mashnanoad Sulvamas, Ponsatorn Jongwilak
Production : Transformation Film
Duration : 129m

Lagi-lagi Thailand membuat film bertema drama percintaan dengan cerita seputar patah hati, yang paling membuat kita betah menontonnya tak lain jalan cerita yang sederhana juga casting yang natural dari artis cukup terkenal ditambah lokasi shoting gak jauh dari makanan, tempat tinggal dan sebagainya. Buat saya serasa menonton FTV namun dikemas dengan baik, itulah kelebihan mereka membuat film apalagi twist yang seringkali kesel .
Alkisah pemain tenis pro terkenal Don ( Sunny Suwanmethaon )  pacaran dengan Anna ( Marie Broenner ) , saat Don mau serius melamar Anna, justru Anna memutuskan Don begitu saja, dunia Don berbalik dia tidak semanggat dalam latihan tennis, semuanya berubah total. Tema-temanya mencoba memberikan semanggat bangkit kembali namun gagal juga, Don benar-benar kehilangan Anna. Salah satu cara …