Skip to main content

Review : 13 hours the secret soldiers of Benghazi


Siapa tak kenal Michael Bay, salah satu sutradara yang terkenal perfeksionis dan suka dengan ledakan gedung & rumah , mobil hancur . Itulah sosok dimata penonton salah satu pencetak film Box Office Dunia. Di film terbarunya kali ini bercerita tentang 13 jam pasukan Amerika menghadapi serangan teroris di Libya dan menewaskan Duta Besarnya .


Tahun 2012 , Libya : Benghazi , merupakan tempat yang paling berbahaya di dunia setelah serangan 9/11 di Amerika Serikat. Disebuat lokasi yang strategis pihak Amerika membuka kedutaannya tak jauh dari komplex terselebung CIA - The Annex, Kedutaan ini diawasi oleh Private Military Contractors GRS ( Global Response Staff ) merupakan pasukan special di kepalai oleh Jack Da Silva (Johnn Krasinki ) sedang menunggu salah satu teamnya Tyrrone S. Rone Woods ( James Badge Dale . Ketika duta besar Amerika tuk  Libya datang demi proses perdamain , J. Christophers Stevens ( Matt Letscher ) memutuskan untuk tinggal proteksi dari DSA dan lokal milisia 17-Feb karena besok pagi hari 11 tahun perayaan Serangan September 11 . Stevens yakin tidak ada masalah yang berarti keberadaan masyarakat sekitar sangat kondusi, namun berbeda dengan pandangan Jack merasa ada celah yang tak dipungkiri bisa menjadi sasaran empuk .






Malam hari ternyata benar apa yang dikatakan Jack,tiba-tiba serangan teroris Islam garis keras mendadak menyerang kedutaan yang membuat milisi 17 Feb kocar kacir dan agent kedutaan membawa ke ruangan yang aman . Jack merasa harus cepat-cepat menyelematkan Stevens tapi apa adaya dibawah pimpinan agent CIA,  Jack merasa kesal namun tak lama dia harus ambil keputusan mengingat kondisi kedutaan sudah parah belum tentu pertolongan dari pusat ( Pentagon ) datang cepat. Pertarungan tak dielakan ketika para teroris berusaha masuk dan memporak porandakan kedutaan aksi tembakan, desingan peluru, ledakan mewarnai film sepanjang 144 menit membuat kita sebagai penonton menahan nafas demi adegan - adegan berikut yang makin mengila .

Michael Bay memang piawai dalam membuat film aksi penuh kejutan, tak heran film ini dengan bujet 50 juta dolar berharap bisa nembus pasaran boxoffice  2016, film yang berdasarkan kisah nyata diambil dari novel karangan Mitchell Zuckoff's 2014 dengan judul "13 Hours ", action political American Biography , di tulis oleh Chuck Hogan . Film ini tayang rabu  - 30 Maret 2016, di seluruh bioskop Indonesia  . Overall 8/10 




Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena