Skip to main content

PREMIERE PESANTREN IMPIAN DI CGV blitz


 
Jakarta, MD Pictures sebagai salah satu rumah produksi film di Indonesia mengadakan acara Gala Premiere dan Jumpa Pers Film “Pesantren Impian” di CGV blitz Grand Indonesia, Senin ( 29/2/2016 ) malam. Acara Gala Premiere film ini sukses di hadiri oleh para penonton , diantaranya sang sutradara Ifa Isfansyah, penulis novel Asma Nadia, dan juga para pemain Prisia Nasution, Dinda Kanya Dewi, Indah Permatasari, Fachri Albar , serta para undangan dari kalangan artis , Roy Marten dan Dwi Yan . Film hasil karya sutradara Ifa Isfansyah ini merupakan film yang di adaptasi dari Novel karya Asma Nadia berjudul sama, Asma sudah dua kali novelnya diangkat di layar lebar ( Surga Tak di Rindukan ) 


Film Pesantren Impian ini berbeda dengan film sebelumnya, untuk kali ini bergenre “Thriller Religi” , yang mengisahkan tentang Sekelompok wanita dari latar belakang berbeda , di kumpulkan di dalam sebuah pesantren di pulau terpencil, yang bernama “Pesantren Impian”. Kehidupan dalam pesantren ini yang di awali dengan ketenangan, tiba – tiba berubah menjadi mencekam , dengan adanya kejadian menegangkan hingga pembunuhan. Siapakah dalamg dalang dari pembunuhan ini, dan apakah motif di balik pembunuhan ini  
 
 


Penasaran dengan akhir cerita film ini ? Saksikan “Pesantren Impian” di CGV blitz Cinema mulai 3 Maret 2016.

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re