Skip to main content

REVIEW : COME BACK HOME, Keputusasan Ayah Mencari Anaknya Yang Hilang

Donnie Yen, aktor 59 tahun ini selalu bermain serius dalam aktingnya hanya beberapa filmnya dianggap komedi salah satu yang tayang dua tahun (Enter The Fat Dragon) lalu mengundang banyak tawa, nah tahun ini kita disuguhkan aktingnya sebagai seorang Ayah, tetap dengan karakter yang kaku, dingin, keras kepala tanpa banyak bicara diramu sedemikian rupa menghasilkan cerita haru dari awal hingga akhir. Come Back Home punya arti setiap masalah kembali pada keluarga atau diri sendiri bagaimana kita menyelesaikannya, dibuka dengan adegan satu keluarga menikmati liburan bersama saat salju turun , anak pertama meminta ke Danau Han untuk melihat monster namun kondisi cuaca jalan menuju lokasi tidak memungkinkan dilalui  tapi anak pertama ini percaya ayahnya (Ah De - Donnie Yen)  akan menepati janjinya, munculnya konflik kecil membuat hubungan ayah dan anak renggang, tanpa disadari anak tersebut malah meninggalkan lokasi . Pihak ortu melaporkan ke Polisi terdekat meminta bantuan pencarian sampai ditemukan anak pertamanya. Tidak hanya konflik dengan anak, kita disajikan Ah De konflik dengan Polisi setempat, bahkan melawan cuaca yang ekstrims beberapa kali ingin merengut nyawanya, begitu pula berusan dengan sekelompok penjahat akan sikapnya tidak bisa berkerjasama. Beberapa adegan flashback membuat kita mengerti alur ceritanya dan sangat cocok apa yang terjadi saat ini problema-problema keluarga, Seringakali perbedaan pendapat ayah anak bisa berbuntut panjang karena sifat dan karakter tidak jauh turun dari ayahnya sendiri apalagi anak laki-laki, momen kecil dianggap sebuah janji yang harus ditetapi namun seringkali para ortu mengabaikan toh suatu saat dewasa akan mengerti bahwa sikapnya salah, hal ini kita melihat dari pandangan diri kita kepada anak-anak tapi sangat berbeda di pandangan anak anak. Peran ibu juga diperlukan tapi posisi hanya sebagai pelengkap tak banyak berpengaruh kedua belah pihak. Ketika anak makin jauh melangkah atas tindakannya - ayahpun terasa sedih menyesal akan ucapanya, inilah yang dirasakan Le, anak pertama dari Ah De dan Xuan (Cecilia Han) kepergian membuat semua pihak terlibat hingga suatu saat membunuh para petugas kepolisian dan regu penyelamat saat pencarianya.

Melihat perkembangan film mandarin saya agak pesimis, memang diakui teknologi yang dibuat dengan jutaan Yen tentu menghasil efek yang luar biasa keren, namun bagi saya merindukan akting para aktor seperti film tahun 90'an minim cgi tapi berkarakter dan cerita mendalam, bagi saya saat ini film mandarin tema perjuangan masih mendominasi dalam hal menonton karena sikap patriotisme terasa melekat pada diri mereka, film bertema fantasi bagus dalam cgi tapi buruk dalam naskah, kali ini saya melihat  ada perbedaan dalam genre drama yang cukup menyentuh dari awal hingga akhir. Aktor Donnie Yen ingin merubah karakternya namun terlihat masih sama, film ini bagi saya punya pesan tersendiri terasa dalam sebuah hubungan keluarga terlebih ayah dan anak, benar-benar perjuangan hampir putus asa seorang ayah sangat diperlihatkan, bagi saya film ini salah satu terbaik dalam berkarya setelah IpMan, kisahnyapun sangat menarik ditonton bersama keluarga atau pasangan, kita bisa belajar dari kesalahan sepele tapi berakibat fatal.

Come Back Home, ini adalah film yang sempurna baginya kisah yang diceritakan dengan baik yang mengeksplorasi apa yang akan diberikan seorang ayah untuk menebus kekurangannya, dan apakah kecerobohan cukup untuk menyelamatkan hari-hari berikutnya nanti, tayang serentak di jaringan CGVCinemas,Cinepolis dan Flix Cinema mulai tanggal 7 Desember 2022.

Overall : 8/10



Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga hadir - Angga. Sung

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena