Skip to main content

REVIEW : CEK TOKO SEBELAH 2

CEK TOKO SEBELAH 2

Sutradara : Ernest Prakarsa

Produksi : Starvision  

Setelah 6 tahun lalu Cek Toko Sebelah hadir membawa nuasanya baru dalam film drama komedi keluarga yang tidak hanya menghibur namun begitu hangat menyapa pemirsa Indonesia, kisahnya begitu relate kehidupan sehari-hari antara  budaya keturunan dengan segala permasalahan hingga masalah pernikahan, CTS telah merambah serial tv supaya pemirsa tak lupa dengan kelucuan tiap karakter, tak heran akhir tahun 2022 juga bersamaan rilis terdahalu maka Cek Toko Sebelah 2 hadir dengan lebih berobot dalam cerita, tak mudah bagi Ernest selaku sutradara dan penulis naskah diserahkan kepada Meira Anastasia ada sisi perempuan dalam mengambil keputusan pernikahan tidak mudah dibayang-bayang ibunya selalu mengatur sampai hal detil begitu masalah ko Yohan dengan istrinya Ayu mengenai anak semua dipaparkan secara jelas, kalaupun digarap lebih dalam akan bertambah durasinya nanti celetuk Ernest saat Media Screening di Epicentrum lalu, pihak Starvision Chand Parwez memberikan hal yang sama, butuh persiapan dan waktu yang lama dijadiakan sequel hingga muncul naskah yang kuat lebih menarik bahkan lebih menyentuh.

Berawal pertemuan gak sengaja Ko Erwin dengan Natalia disebuah kota, pertemuan berlanjut hingga mereka ingin menikah dalam waktu dekat, Natalia anak tunggal dari keluarga super kaya raya berbeda dengan Erwin hanya keluarga biasa saja, jenjang sosial budaya kekayaan menjadi benang merah bagi keduanya dimana pasangan ini menghadapi tekanan besar, walaupun Natalia menerima keberadaan Erwin tapi ibunya sangat menolak. Problema problema ini terjadi pada si kaya dan si miskin bak sinetron tapi memang benar adanya, kalo disandingkan dengan ras tertentu dan budaya tertentu tidak lepas dari kalangan sendiri karena mudah membaur beradaptasi. Tanpa menyinggung keberadaan mereka tapi setidaknya membuka pemikiran baru dalam strata masyarakat kita, Sebagai Pria saat terdesak akan berbohong demi kebaikan tapi dipihak wanita merasa beda tekanan itu terbentuk bisa saja sejak dini atau saat kedua orangtua meninggal / bercerai hal ini akan mempengaruhi sekali,nah hal-hal ini sangat relate bagi yang pasangan sedang mempersiapkan pernikahan.

Joke-joke satir tetap menjadi bagian cerita juga penampilan Ko Afuk (Chew Kin Wah) lebih terkenal di Indonesia dibanding Malaysia negaranya , baginya sebuah kehormatan besar yang tak pernah dia dapatkan disana. Laura Basuki (Natalia) berperan sangat mendalami dan dia buktikan chemistrinya kuat berhadapan dengan Ernest menjadi tantangan tersendiri, hasilnya anda sendiri buktikan dalam filmnya, begitu karakter lain sangat mendukung satu sama lain, Maya Hasan berubah total menjadi ibu kuat pendiriannya, Andinia Wirasti berkarakter masa lalu trauma saat masih kecil berpengaruh disaat menikah ketakutan mempunyai anak menjadikan isu Child Free dalam budaya kita belum 100 % diterima tapi dengan beberapa kasus yang terjadi lambat laun akan diterima, oh ya penampilan para standup komedi menjadi bumbu sendiri, Dengan alur cerita setelah beberapa bulan dari CTS 1 tapi naskah kuat sudah dipersiapkan begitu bagus sehingga nyaris tak ada cela sebagai penonton. Bagi saya ini seperti bukan sequel dari CTS tapi justru lanjutan seperti film Ngenest karena kental budaya keturunan dan pribumi, Cek Toko Sebelah 2 merupakan film keluarga Indonesia akhir tahun 2022 mulai tayang mulai tanggal 22 Desember 2022 di seluruh bioskop. Tawa haru dan tawa kembali dalam durasi 2 jam lebih anda akan terpuaskan.

Overall : 8.5/10 


 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga hadir - Angga. Sung

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena