Skip to main content

REVIEW : SPIRAL 2021, KEMBALINYA SERIAL TEKA TEKI JIGSAW KILLER

DIRECTED : DARREN LYNN BOUSMAN

PRODUCTION : TWISTED PICTURES, LIONSGATE

RUNTIME : 93 MINUTES 

Sebuah seri film SAW yang heboh berapa tahun lalu dikalangan pecinta film thriller gore dengan cerita membuat yang menyolok dimana semua tokoh mati terbunuh atas tekateki Jigsaw killer merancang pembunuhan secara sadis namun pelan-pelan merasakan kesakitan yang luar biasa. Seri ke-9 ini naskah ditulis oleh Josh Stonberg dan di sutradarai oleh Darren Lynn Bousman  (Saw 2,Saw 3,Saw 4) tapi yang merancang ide Spiral tak lain Chris Rock itu sendiri tak heran penekanan pada intinya masih sama bagaimana para korban harus keluar hidup dengan mengorbankan salah satu anggota tubuhnya namun kali ini cerita berfokus pada kasus yang lama muncul hanya berbeda dari sudut pandang saja. Seorang detective muda diperankan oleh Zeke (Chris Rock) ditugaskan menyelidiki kematian seorang tuna wisma kereta bawah tanah, dia melihat ada yang janggal muncul logo Spiral merah berada dekat tubuh korban yang sudah hancur. Ketika diselediki lebih dalam bahwa yang menjadi korban tak lain salah satu polisi teman sejawatnya. Investigasi mencari si pembunuh berlangsung secara cepat, keberadaan Zeke tidak disukai oleh teman-temannya karena membongkar kasus korupsi 12 tahun silam. Pembuuhan masing berlangsung dan targetnya semua polisi, hingga ayah sendiri menjadi korban diperankan oleh Samuel L Jakson (Marcus Banks). Dalam penyelidikan Zeke dibantu detective muda William (Max Mighella). Makin kedalam cerita dibuat serba misteri hingga Zeke tak habis pikir siapakah dalang dibalik semuanya ini tentunya berawal dari kasus 12 tahun silam, inilah titik terang mengarah pada akhir cerita.

Tidak seperti film SAW sebelumnya sosok John Kramer aka Jigsaw tidak muncul dalam franchise ini, Jigsaw copycat kata sang sutradara kita tidak ingin tertuju pada dalang tersebut tapi rangkaian peristiwa-peristiwa saling berhubungan dengan satu lainnya. Maka originalitas Tobin Bell tidak dimunculkan, mungkin hal ini akan menganggu penonton banyak adegan bikin ketawa dibandingkan banyak darah dan ketakutan dan tidak bisa dibandingkan dengan serial film terdahulu tapi kita masih bisa merasakan kengerian jari ditarik, lidah terpotong, tubuh hancur dan darah dimana-mana. Rasanya sudah cukup puas dengan kehadiran instalment ke-9 ini. Nah yang menjadi pertanyaan kenapa bintang aksi komedi menjadi peran utama, Chris Rock berhasil menyuarakan idenya kepada para produser dan sutradara, dia mencoba keluar dari jalur komedi selama ini, memang tidak mudah tapi Chris Rock setidaknya memberikan yang terbaik berkarakter sebagai polisi muda bagi para pengemarnya. Seperti saya tulis sebelumnya pendalama cerita sangat baik, dark dan tegang selalu dijaga  duo Chris Rock & Max sudah terlihat lebih focus hanya Samuel L Jackson muncul sedikit sekali tak berpengaruh besar.

SPIRAL : from the book of Saw, bukanlah spin off yang terbaik, namun kita penonton masih dapat menikmati sajian thriller yang sangat baik dengan eksekusi mendalam dalam percikan darah dan berpotensi masuk ke seri berikutnya.  Film ini mulai tayang tanggal 12 Mei 2021 menjelang  Idul fitri 2021 hanya di jaringan 21, so relax enjoy the show tetap patuhi protocol Kesehatan selama pandemic covid-19, dan film ini lulus sensor tanpa banyak adegan dicut sini sana sehingga anda nyaman mengikuti hingga akhir.

Overall : 7/10


 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga hadir - Angga. Sung