Skip to main content

Review The MUMMY, Antara Kutukan dan Cinta

The Mummy
Directed : Alex Kurtzman
Starring : Tom Cruise, Russel Crowe, Sofia Boutella, Annabelle Wallis
Production : Perfect World Pictures, Universal Pictures
Runtime : 107Minutes

Tanpa disadari dunia hiburan berubah banyak sejak film superhero mempunyai Universe tersendiri, ini membuat banyak sutradara dan penulis skenario untuk menciptakan dunia yang mereka inginkan. Tidak lagi berpatokan pada genre sebuah film tapi lebih kepada kenikmatan untuk Die Hard Fans sebelumnya kita mengetahui ada Marvel Universe, DC Extended Universe, Monster Universe. Seolah-olah dengan Universe ini penonton/fans makin mengerti arah tujuan film dibuat, tidak sekedar menambah pundi-pundi dollar yang masuk. The Mummy merupakan bagian pertama dari Dark Universe Film Series,sebuah film horor fiksi mengacu pada remake film seperti  Frankstein, Dracula, Dr Henry Jekyll, WolfMan, The Invisible Man dibuat menjadi satu dunia tersendiri, tak heran jika The Mummy awal dari semuanya. Penjelasan kehidupan manusia, monster dan kehidupan setelah kematian dijabarkan apik oleh Dr Henry Jekyll ( Russel Crowe ) lebih mendalam.



Ada beberapa bagian scene yang hampir mirip film terdahulu, gaya Tom Cruise mengingatkan kita pada agent spioanse Mission Imposible. Zombie Mummy seperti serial tv The Walking Dead. Kenapa semua adegan ini perlihatkan ke penonton, Sineas Alex Kurtzman memberikan gambaran tersebut karena sudah terbiasa dibenak penonton, tak butuh waktu lama untuk menikmati film garapanya, jadi The Mummy berdasarkan remake film tahun 1999 muncul dengan sentuhan Cinematography dan cerita lebih jelas. Berawal kisah Princess Ahmanet (Sofia Boutella) gambaran dari kecantikan Princess Amunet (Mummy 1999) ingin menguasai Mesir namun Firaun mendapatkan seoarang anak laki-laki pewaris tahtanya sehingga kesempatan tersebut harus direbut dengan bantuan Iblis ( Dewa Kematian-SET ). Apa yang dilakukan Ahmanet adalah membunuh Firaun serta anak laki-lakinya, tapi kejahatannya ketahuan sehingga dia ditangkap dijadikan Mummy secara hidup dan dibawah jauh dari tanah Mesir supaya tidak ada balas dendam. Beberapa ratus tahun kemudian tak sengaja tentara sedang mengawasi teroris menemukan lokasi kubur Ahmanet oleh Nick Norton ( Tom Cruise ) tentara yang gemar mencari barang antik. Inilah awal kisah kutukan dimulai, masuk pada dunia kegelapan Mummy.


Film action fiksi thriler ini sangat menghibur bagi anda yang ingin menikmati sajian ketegangan dan visual efek menjadi satu. Sebagai awal dari Dark Universe, The Mummy bukanlah film yang sulit dicerna. Chemistry antara Tom Cruise dengan Jenny Hasley (Annabelle Wallis) - Arkeolog tidak begitu terlihat, yang menarik penampilan Sofia Boutella membiarkan wajah cantiknya harus di make up sedemikian rupa sebagai Mummy. Bertaburan CGI & VFX sangat bagus dan sepertinya London dijadikan pusat dunia Dark Universe. Diharapkan film berikutnya muncul monster yang tak kalah seram dan intensitas ketegangan makin ditingkatkan. It Takes Monster To Defeat Monster.

The Mummy tayang serentak tanggal 7 Juni 2017 di seluruh bioskop Indonesia 
Overall : 7.5/10





Comments

Popular posts from this blog

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

Review : 1987: When the Day Comes

Review : 22 MENIT

 22 MENIT
Sutradara : Eugene Panji Pemain :Ario Bayu, Ade Firman hakim,Ence Bagu, Ardina rasti  Produksi : Button Ijo Durasi : 75 Menit