Skip to main content

Review PAN


Directed by : Joe Wright 
Cast  : Hugh Jackman, Levi Miller, Garrett Hedlun, Rooney Mara
Production : Warner Bros. Pictures , in association with RatPac-Dune Entertainment, a Berlanti Production, a Joe Wright Films

Sudah banyak kita melihat remake dari sebuah film, selalu terlintas hasil akhirnya sehingga kita sudah punya mindset seperti apa , nyatanya  tidak begitu dengan film yang satu ini. PAN bukan kisah sebatas pertarungan Captain Hook versus Peter Pan , tapi kisah asal muasal Peter Pan berada di Neverland.


Saat perang dunia ke dua, seorang bayi kecil ditaruh di depan Panti Asuhan ,anak tersebut tumbuh besar seumuran anak remaja , anak itu bernama  Peter Pan ( Levi Miller ) , dia merasa hidup di panti asuhan tidak nyaman,lebih suka berada di luar ,tak heran Pan nama panggilannya suka membuat onar , apalagi melihat ada yang ganjil setiap malam anak-anak hilang tanpa sebab. Pan bersama temanya menyelidiki apa yang terjadi dengan anak-anak menghilang begitu saja. Tak lain adalah kerjaan Captain Blackbeard ( Hugh Jackman ) membawa anak-anak ke negeri antah berantah (Neverland) dijadikan pekerja kasar menemukan "Debu Peri". Ketika Peter Pan menemukan debu peri malah terjadi perkelahian, maka Capt Blackbeard membuat keputusan untuk menghukum mereka , namun apa terjadi Peter Pan bisa terbang maka rumor tentang anak yang bisa melayang akan menguasi Neverland bakalan terjadi . Captain Blackbeard merasa terancam dengan kehadiran Peter Pan, menurut kisah legenda Peter pan adalah anak keturunan peri, diasingkan ke hutan para peri berada  dan mencari keberadaan ibunya .

Hook (Gareth Hedlund) salah satu budak menolong Peter Pan, saat Pan membuktikan bisa terbang maka di akan membantu PAN,  dengan segala kecerdikan yang dia punya mencari keradaan ibu peterpan namun justru bertemu dengan Tiger Lily ( Rooney Mara ) salah satu penguasa hutan peri , tidak begitu saja Tiger lily percaya kalau Pan adalah keturunan Peri, maka diadakan tes apakah Pan adalah keturunan peri dan rumor tentang penguasa dunia Neverland.  kehadiran Pan merasa jadi Takdir bertahun-tahun lamanya, Pan tidak yakin akan dirinya maka Pan sendiri mencoba terbang namun apa yang terjadi  justru malah jatuh. Hook dan Tiger lily mencoba menyakinkan Peter Pan akan kuasa supra naturalnya.

Apakah Peter Pan dapat kembali bertemu ibunya ?
Apakah Capt Blackbeard bisa mengalahkann Peter Pan ?
Siapakah sebenarnya Hook ? 





Kisah Pan atas pencarian ibunya membuat film ini sangat berbeda dibandingkan film  PETER PAN , Grafis 3D sangat bagus sekali, warna-warna cerah sangat dominan apalagi musik pengiringnya benar-benar kita bisa mengikuti, sang sutradara pun bisa dibilang sukses membuat versi baru PETER PAN ini, dia berkata " ini adalah Peter Pan 2015 " kisah lengkap cerita Peter Pan yang kita ketahui dan sangat dicintai , sebuah kisah original klasik  perjalanan kepahlawanan yang sangat indah, besar dalam sebuah dunia dongeng ".

Pan , durasi 110 menit tidak terasa, semua mengalir dari awal, Akting Levi Miller juga tidak diragukan bahkan suatu saat bisa menjadi bintang muda, penampilan Hugh Jackman sangat cocok sebagai Capt Blackbeard . Jika anda menyukai 3D film ini sangat pas sekali , PAN tayang serentak di Bioskop seluruh Indonesia tanggal 9 Oktober 2015 

Overall : 7.5/10
 


Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re