Skip to main content

Review Bridge Of Spies


Bridge Of Spies 
Directed by : Steven Spielberg
Cast : Tom Hanks, Mark Rylance, Scott Shepherd, Amy Ryan, Austin Stowell, Mikhail Gorevoy 
Production : Fox 2000/DreamWorks,
Screenplay  : Ethan Coen & Joel Coen

Setelah Saving Private Ryan ( 1998 ) , Schindler List (1993 ), Munich ( 2005 ) film yang mengangkat kisah Patriotisme seseorang, karya terbaru Steven Spielberg patuh ditunggu dan disaksikan dilayar bioskop, bahkan bagi pengemarpun rela antri demi karya beliau. Memang Sejak War Horse ( 2011) & Lincoln (2012 ) , orang rasanya males menonton filmnya dengan sebuah pendekatan yang berbeda sehingga penonton merasa jenuh , penonton ingin merasakan "feel" seorang masterpiece,ada sesuatu yang terhilang,, dalam hati "aahh bukan film dia", "kok dia mundur dalam hasil karyanya " kangen dengan gayanya yang khas membuat orang setelah menonton masi terbawaa emosi . Itulah salah satu kerinduan dari pecinta film, Tahun ini rasa itu terobati dengan rilisnya film Bridge Of Spies .

Ketika perang dingin Rusia & America tahun 1940-1960 , saat itu ayah Steven bercerita tentang pertukaran tahanan perang,Perasaan yang mendalam dan permusuhan atas saling ketidakpercayaan kedua negara tersebut Ini adalah tahun-tahun demam Perang Dingin, perang yang melibatkan informasi, bukan pertempuran, di mana kata-kata adalah senjata pamungkas.

Kolonel Rudolf Abel ( Mark Rylance ) sekian lama di ikuti, akhirnya ditangkap oleh FBI saat berada di apartemennya, dia dituduh sebagai mata-mata Rusia, persidangan pemerintah USA terhadap Abel akan di laksanakan namun sesuai hukum peradilan Amerika bahwa setiap terdakwa di wakili oleh pengacara yang di tunjuk. Dilain pihak Amerika sedang mempersiapkan para pilot terbaik untuk melalukan pemotretan dari jarak 70.000 kaki diatas Rusia , dengan pesawat supercanggih saat itu U2 , pilot bernama Francis Gary Powers ( Austin Stowell )  saat berada di atas wilayah Rusia terkena tembakan rudal sehingga Francis harus melontarkan kursi pilot namun naas yang terjadi , dia tertangkap oleh tentara Rusia dan dijatuhi hukuman mati sebagai mata-mata.


Atas dasar hukum peradilan pemerintah Amerika maka James B. Donovan ( Tom Hanks ) merupakan pengacara handal, di minta sebagai pengacara pembela Rudotf Abel dengan segala wewenangnya maka  Donovan harus berdiri secara netral tanpa dicampuri oleh pihak manapun termasuk CIA, saat itulah Donovan bukan dipuji malah dimusuhi oleh rakyat Amerika seolah-olah dia melindungi mata-mata dari hukuman mati. Saat naik banding ke Mahkamah Agung, Donovan minta Hakim harus memberikan hukuman yang sesuai undang-undang, maka keputusan Hakim Agung menjatuhkan hukuman mati kursi listrik  menjadi hukuman 30 tahun penjara. Inilah moment dimana Abel merasa dekat dengan Donovan, maka hubungan mereka bukan sekedar klien biasa tapi sebagai teman.


Francis dijatuhi hukuman mati oleh pihak Rusia atas usaha mata-mata, usaha pemerintah Amerika mengajukan Donovan tidak hanya membela Abel tapi membebaskan Francis dengan cara pertukaran sandera. Disisi lain Jerman sedang bergejolak, pemisahan dari Jerman Barat dan Jerman Timur terjadi maka kisah tembok Berlin dimulai.Seorang mahasiswa Amerika tertangkap lantaran dituduh mata-mata saat berada disekitar tembok tersebut, padahal dia sedang berusaha menolong kekasihnya pindah ke Jerman Barat, namun naas buat Frederic Pryor ( Will Rogers ) , dia jatuhi hukuman oleh pihak Federasi Jerman Timur yang saat itu beraliliasi dengan Rusia . Tugas Donovan tidak hanya membebaskan Francis namun juga harus menjelamatkan Frederic , atas informasi yang terkait maka penugasan negosiasi dimulai di Jerman timur, Donovan harus pergi meniggalkan keluarga menuju Jerman Timur.





Bukan merupakan perkara yang muda bagi Donovan, tidak hanya mewakili 1 orang namun 2 orang sekaligus , trik Donovan adalah menukar Abel dengan 2 orang Francis dan Fredick. Apakah pemerintah Rusia mau bernegosiasi atau tidak sama sekali ?. Dengan durasi 2 jam lebih ketegangan terjadi bukan perang senjata namun proses perundingan yang sangat alot diperankan oleh masing-masing karakter. Joke-joke selama film membuat kita tertawa bukan karena aksinya namun gaya obrolan setiap scene demi scene sehingga penonton tidak dibuat tegang, namun rileks menikmati film ini . 

Berhasilkah usaha Donovan melakukan pertukaran 1 orang Rusia dengan 2 orang Amerika ?
Trik apakah yang dipakai Donovan ?
Apakah yang terjadi dengan ke 2 orang Amerika ? Mereka selamat ? 


Film ini benar-benar membuat saya kagum atas usaha Steven Spielberg memberikan gambaran tahun 60'an secara detil seperti film Schindler List maka tak heran banyak yang bilang, Film ini adalah karya masterpiece setelah Scindler list dan layak masuk jajaran Oscar 2015 nanti , sayapun beranggapan sama. Penulis naskah Coen Brothers sangat diacungi jempol, Scoring dari Thomas Newman juga tidak kalah menariknya dinikmati padahal Steven Spielberg terbiasa dengan John Williams namun karena kondisi kesehatannya maka scoring jatuh kepada Thomas Newman. Bridge Of Spies tak lepas dari Sinematography Januz Kaminski dan Editing Michael Khan , duo ini selalu menghiasi hampir semua film Steven Spielberg. Maka tak heran anda sebagai peminat film pasti menyukai film Bridge Of Spies .

Jangan lewatkan Bridge Of Spies tayang serentak tanggal 21 Oktober di seluruh bioskop Indonesia.

Overall : 9/10 


Comments

Popular posts from this blog

Press Release : WESTWORLD Season 2 tayang segera

JAKARTA, 9 Maret 2018 – Drama serial peraih Emmy ® WESTWORLD kembali dengan sepuluh episode di season kedua bersamaan dengan A.S. pada Senin, 23 April jam 8.00 WIB eksklusif di HBO dengan penayangan ulang primetime jam 21.00 WIB di HBO. Tonton episodenya di HBO On Demand. Tonton sepuluh episode dari season pertama serial WESTWORLD yang mendapat pengakuan dari para kritikus, kapanpun di HBO On Demand. Season pertama juga akan tayang setiap Sabtu malam HBO mulai 24 Maret sampai 21 April. Tayang perdana di HBO pada 2016 dan menjadi serial anyar HBO yang paling banyak ditonton, WESTWORLD merupakan perjalanan kelam tentang sebuah awal dari kesadaran buatan dan evolusi dari kejahatan. Pemain dari season pertama antara lain Anthony Hopkins, Evan Rachel Wood, Thandie Newton, Ed Harris, Jeffrey Wright, James Marsden, Tessa Thompson, Sidse Babett Knudsen, Jimmi Simpson, Rodrigo Santoro, Shannon Woodward, Ingrid Bolsø Berdal, Ben Barnes, Simon Quarterman, Angela Sarafy

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga hadir - Angga. Sung

REVIEW : FILM SUSUK : KUTUKAN KECANTIKAN

SUSUK : KUTUKAN  KECANTIKAN Produksi: Legacy Pictures,Visinema Pictures, Goodwork Duration: 102 minutes Dengan tema yang sudah lumrah di kalangan masyarakat khususnya wanita pemakain susuk menjadi bagian bagi mereka yang kurang percaya diri (Insecure) untuk tampil lebih lagi tak sekedar kecantikan belaka. Berawal seorang wanita muda bernama Laras (Hana Malasan) pekerja seks komersial mengalami kecelakan disebuah gedung, kasus tersebut membawa sosok politikus ternama. Sebenarnya Laras ingin keluar tapi kebutuhan dirinya tidak mencukupi, adiknya berprofesi sebagai mua pengantin , Ayu (Ersya Aurela) mencoba menolong lewat jalan pintas orang pintar karena pihak rumah sakit tidak mampu melepas benda asing dalam tubuh Laras, ditemani oleh Arman (Jourdy Pranata) , Ayu pun mencari berbagai cara untuk menyembuhkan Laras dengan pulang ke desanya, Dengan mendatangi Damar (Whani Dharmawan) seorang kepala desa yang membantu Laras dan Ayu setelah orang tua mereka meninggal, Ustad Rahmat (M.N. Qom