Skip to main content

Review Ju-on: The Final Curse

   Ju-on Final Curse
  Kutukan yang tak akan berakhir 


    Pemain : Airi Taira, Nozomi Kazaki, Yasuhito Hida, Kobayashi Kai, Renn Kiriyama


Kisah Ju-on sudah memasuki instalment ke-8 sejak tahun 1989 sampai tahun 2015, Meneruskan cerita dari film ketiganya ‘The Beginning of  the End’ di tahun 2014, Ju-On 4:The Final Curse akan menjadi akhir dari serangkaian kutukan yang selama ini menghantui. Moxienotion sebagi distributor kembali menghadirkan film horror Jepang. Setelah sukses dengan film Iron Ladies Roar dan Parasyte Part 2, kali ini Moxienotion akan memanjakan para pencinta film untuk menikmati sequel film Ju-On.

Ju-on mungkin berlanjut lagi sesuai pendapatan box officenya nanti. Dengan settingan tak banyak perubahaan dari seri sebelumnya. Diproduksi/penulis skenario oleh Takashige Ichise, dan Sutradara/co-writer oleh Masayuki Ochiai ( Shuter, Parasite Eve, Infection ) Ia juga memenangkan the International Critics Award di Festival Film Gerardmer danberada di peringkat ke 3 Best Asian Film di ajang Festival Film Fantasia. kisahnya masih lanjutan dari Ju-On Begining Of The End.


Ju-On : Final Curse berawal dari kisah Mai Ikuno (Airi Taira) mempunyai adik perempuan Yui Shono (Nozomi Kazaki) menghilang begitu saja saat mengunjungi salah satu rumah muridnya Toshio Saeki , sejak itu Mai berusaha mencari keberadaannya namun sering mengalami kegagalan.

Keluarga Taeko Saeki (Yasuhito Hida) mengalami hal yang ganjil, anaknya Toshio Saeki (Kai Kobayashi) sering kerasukan membuat Taeko hilang akal membunuh istrinya, Toshio kecil akhirnya dibawa oleh tantenya, sejak saat itu Toshio diam dikamar. Sota Kitamura (Renn Kiriyama) saat bekerja dihantui wanita selalu minta anak kecil, namun dia beranggap ada sangkut pautnya dengan yang dialami istrinya. Dengan alur flashback membuat penonton untuk menebak sebenaranya apa yang terjadi, apakah Mai berhasil mencari kakaknya atau orang lain yang bersangkutan mengalami hal yang sama dan kutukan itu tetap berlanjut...


Ju-on : Final Curse durasi 90 menit,  seperti kisah sebelumnya dibagi beberapa chapter mengisahkan masing-masing karakter , tayang serentak di Blitzmegaplex ,Cinemaxx,Platinum tangga 28 Juli 2015 , overall 2.5/5



Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : DARK WATERS

DARK WATERS Directed : Todd Haynes Production : Participant & Focus Features Runtime : 126 Minutes  Sebagai seorang pengacara Rob Billot (Mark Ruffalo) melihat kematian binatang di Distrik Virgina Barat secara tidak wajar yang berhubungan dengan perusahaaan besar dekat dengan lahan pertanian tersebu, melihat ada sesuatu yang salah dengan DuPont perusahaan kooperasi besar justru melakukan pencemaran dan pelangaran lingkungan setempat membuat salah satu petani merasakan ada yang aneh dengan sapi setelah mimun air dari sungai dekat rumahnya, dia ingin sekali melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah, sebagai seorang pengacara yang sempat membela DuPont justru saat ini dia ingin menjatuhkan Dupont atas kasus tersebut, gak mudah dengan bukti-bukti otentik serta harus berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produksi Teflon tersebut mengandung bahan berbahaya senyawa kimia C8 yang mengakibatkan bermacam-macam penyakit ganas. Sejak tahun 1999 hingga tahun 2013 usaha tersebut

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena