Skip to main content

REVIEW : LORO ATI , romcom berawal dari drama seri

LORO ATI

Produksi :Base Entertaiment,SCM media, SK Global

Sutradara :Bayu Skak

Durasi :  1h 56m

Kisah Joko (Bayu Skak) yang ingin melamar gadis pujaannya Farah (Shaila Hisyam) namun kandas lantaran sudah tunangan dengan pria lain, Joko langsung drop banget disaat sedang di Cafe tak sengaja bertemu teman lama Ayu (Tatjana Saphira)  yang sama-sama mengalami masalah dengan pasangan, pertemuan ini menjadi awal hubungan yang sekedar teman, pekerjaan dan saling jatuh  cinta, tapi Joko masih mencintai pasangannya tak mudah baginya move on begitu juga Ayu masih berharap pasangan kembali. Dalam beberapa adegan diperlihatkan Joko dan Ayu makin akrab tapi sebatas pekerjaan Joko sangat menyukai design. Hal ini juga menjadi konflik batin dalam keluarga Joko, pekerjaan sekarang membuat dia tersiksa dan terpaksa karena sang ibu pengennya anaknya sukses terpandang menurut keinginan bukan kemauan si Joko sendiri. Ketika mengambil keputusan keluar dari pekerjaan di sebuah Bank dimana dia menjadi design produk coklat yang diproduksi oleh keluarga Ayu, perbincangan diantara kedua orang tua Joko sangat mengena. Bekerja dengan hobbi ditambah hati menjadikan pekerjaan menyenangkan, kita bisa mengalah dengan hobbi menjadikan cinta yang utama tapi jangan membuang hobbi tersebut begitu saja biarkan hobbi ini menjadi bagian kehidupan cintanya, rasa pasrah dan iklas dari pasangan akan menjadikan cinta makin kuat. Titik dimana saling mencintai malah terganggu oleh latar belakang pasangannya punya misi tersendiri bisa jadi  bagi sebagian orang mengalaminya. Disini ego & perasaan hati dipertaruhkan apakah memang cinta sejati berasal dari persahabatan sejak dahulu sudah memang jodohnya.

Masih pada unsur komedi jawa menjadi andalan Bayu Skak tapi lelucon ada subtitle bahasa Indonesia mendorong penonton mengerti, munculnya beberapa youtuber jawa timur menjadi perhatian tersendiri walaupun hanya sebentar sudah senang karena mereka bagian dalam cerita. Berbagai genre musikal anime dipandu dengan editing yang sangat bagus, sangat terasa Produksinya tidak buat asal-asalan. Kisah yang sangat erat bagi pasangan muda mencari cinta sejati tak lepas dari hubungan persahabatan dan cinta, Bayu Skak berhasil membuat komedi ringan tanpa harus keluar dari pakem dari film Yo Wes Ben beberapa waktu lalu, wajar jika mengalami kekurangan dalam beberapa hal. Awal bagi Bayu Skak berkarir menjadi sutradara yang kental budaya jawa kedepannya tidak hanya pulau jawa dijadikan guyonan namun pulau lain juga punya komedi drama yang menyentuh dan relate dengan kehidupan sehari-hari, jadi bagi Bayu Skak ini adalah tanggung jawab baginya menciptakan lokal drama yang mudah dinikmati oleh semua kalangan, ntah itu satir atapun memang pernah terjadi seperti kisah malinkundang, sangkuriang tapi dalam versi komedi

Loro Ati sudah tayang diseluruh bioskop indonesia mulai tanggal 15 Sept 2022  

Overall : 8/10 



Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga hadir - Angga. Sung