Skip to main content

REVIEW : EMERGENCY DECLARATION 2022

 EMERGENCY DECLARATION 2022

Sutradara : Han Jae Rim

Production : Showbox

Runtime : 150 Minutes 

Beberapa waktu yang lalu sudah diramaikan dengan muncul trailer filmnya di indonesia, beragam antusias para pecinta film korea menyambut dengan baik film yang masuk "out competition" ajang bergensi Cannes Festival 2022, sempat undur penayangan adanya pandemi 2021 tak heran jika film ini sudah menduduki Box Office Korea 2022 urutan ke 4 dengan pendapatan $ 14,971,816.  Jika hollywood mempunyai film bergenre disaster seperti Sully dan Flight keduanya dikatagorikan hampir sama dengan film ini Emergency Declaration dimana musibah diatas pesawat harus mendarat darurat disebuah lapangan terbang lantaran musibah yang dialaminya, seorang captain pilot dapat menyerukan hal ke menara pengawas untuk mendapatan ijin pendaratan hal ini  serupa layaknya keadaan darurat pada sebuah negara kepala negara menyerukan Emergency Declaration pada rakyanya. Berawal salah satu penumpang Ryu Jin Seok (Im Si Wan) membawa sebuah virus mematikan pada tubuhnya ketika saat memasuki pesawat tak ada deteksi dini, hal tersebut dinyatakan aman namun tak beberapa lama kemudian salah penumpang meninggal misterius setelah keluar dari kamar kecil. Hal tersebut dicurigai dari awal oleh Jae Hyuk (Lee Byung Hun) mantan pilot yang membawa anak berobat ke Hawaii, disinilah teroris Ryu Jin Seok saling menuduh dan terjadilah chaos berkepanjangan, dilain pihak kepolisian Korea mendapatkan video acaman pembunuhan semua penumpang dalam pesawat, hal ini dianggap serius mencari berita kebenaranya, tak disangka video tersebut memang sudah terhadi. Karena virus tersebut mudah terbawa oleh udara maka seketika beberapa penumpang mengalami hal serupa teridentifikasi berdarah dan kejang hingga berujung kematian. Pihak pemerintah mencari solusi terbaik dan terburuk dari situasi pesawat naas tersebut untuk bisa secepatnya dilakukan pendaratan. 

Film Emergency Declaration menawarkan beberapa plot cerita yang tidak hanya masalah teroris, masa lalu seorang pilot tapi juga keputusan para birokrasi pemerintah dengan negara lain apakah harus mengorbankan penumpangnya dengan menembakan rudal supaya virus tidak menyebar di negaranya, Upaya mencari lapangan terbang di negara lain juga mengalami penolakan. Hal-hal seperti inilah digabung selama durasi 150 menit para penonton diharapkan mengerti alur ceritanya dengan adanya beberapa flashback menimbulkan pengertian tersendiri sifat-sifat kemanusian ditengah bencana terjadi. Intensitas dibangun secara apik dari mata penulis naskah sudah sangat terasa ketegangan diawal cerita hingga akhir dalam pesawat. Penonton dibuat terpecah belah dengan plot diatas seolah-olah kita ikut merasakan apa yang terjadi pada penumpang. Bagi saya ada plot hole bikin kita drop tapi hal tersebut ditutup oleh para aktor bermain sangat baik dari semua karakter yang ada, alurnya tak terburu-buru selesai ada sisi menyentuh yang ditawarkan oleh sutradara  selalu ada pengharapan dalam semua masalah.

Emergency Declaration tayang di jaringan CGV mulai tanggal 16 Agustus 2022, overall : 7.5/10


 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga hadir - Angga. Sung