Skip to main content

REVIEW : LAAL SINGH CHADDHA, adaptasi film Forest Gump

LAAL SINGH CHADDHA 

Sutradara : Advait Chandan

Production : Viacom18, Aamir Khan Productions

Runtime : 2h 39m

Aku memang bodoh tapi aku ngerti apa artinya cinta  

Laal Singh Chaddha 

Seperti halnya film Forest Gump  dimana adaptasinya dibuat sesuai budaya Negara India jadi jangan berharap sama persis namun disesuaikan konteks sosial budaya disana , film yang laris tahun 90an mengkritik pemerintahan, pendidikan juga tentang cinta . Kali ini sutradara India Advait Chandan (secret superstar) kembali dengan aktor kenamaan Aamir Khan (Laal Singh Chaddha) dan Kareena Kapoor yang selalu memukau penonton dalam  film terbaru Laal Singh Chaddha dengan mengikuti alur film Forest Gump. Sebuah kereta menuju kota dimana Rupa tinggal pujaan hati Laal, dia duduk makan Goldappa bercerita tentang kehidupanya awalnya orang lain tak peduli namun ceritanya malah makin didengar oleh semua penumpang. Laal lahir dengan keterbatasan sehingga seringkali dibully oleh teman-temannya hanya satu pribadi gadis mungil Rupa (Kareena Kapoor) menjadi sahabatnya hingga dewasa, kehidupan Rupa dan Laal tidak jauh beda namun kemalangan Rupa membuat dia ingin sekali menjadi kaya raya dan terkenal dengan cara apapun, sedangkan Laal berasal dari keluarga tentara ibunya berharap menjadi tentara suatu kelak nanti seperti yang generasi sebelumnya tapi keinginan Laal tak ingin membunuh siapapun. Kehidupan Rupa sudah tidak ada kabarnya tapi Laal setelah perang membuat bisnis bersama rekan sejawatnya namun tak sesuai harapan ribuan produk tak satupun laku berkat bantuan tentara yang ditolong (musuhnya) Laal kembali mewujudkan bisnisnya hingga kaya raya dan terkenal, apa yang dilakukan Laal tak lain hanya menyenangkan semua orang cerita singkatnya Rupa hidup dengan impiannya. Akankah berakhir dengan manis cerita ini dengan durasi 2 jam 39 menit akan cepat berlalu meninggalkan kenangan manis bagi penontonnya atau hilang begitu saja. Jawaban silakan menonton di bioskop kesayangan kalian.

Lalu apa yang menjadi perbedaan dengan film Forest Gump, dalam cerita sosok Laal yang baik hati penuh pengertian cinta damai , perang India-Pakistan menjadi polemik yang berkepanjangan seperti perang vietnam tapi disini Laal justru membantu musuhnya sadar akan tujuan hidup berguna bagi oranglain tak peduli sikapnya disukai apa tidak.  Sha Ruh Kan penyanyi terkenal penganti Elvis dengan gerakan saat konser, walaupun muncul sebentar tetap membuat heboh penonton. Pasangannya Rupa berbeda karakter dengan Jenie yang pemberontak, cinta sejati Laal berkali-kali minta menikah dengan Rupa selalu ditolak alesan persahabatan, tapi suatu saat Rupa akan mencintai Laal. Hubungan yang romantis dihiasi lagu sangat enak didengar wajar jika film Bollywood tanpa lagu menyentuh hati penonton. Mendapatkan kritikan banyak yang tidak suka adaptasi menyinggung ras tertentu lebih baik - benar dalam masyarakat India disana berakibat boikot filmnya, dia berharap tontonlah dengan hati terbuka pikiran terbukan tentang India harus bertolerasi terhadap agama lain, tutur pada media masa. Memang polemik agama dan politik sangat susah dicerna oleh siapapun di muka bumi ini.

Laal Singh Chaddha begitu manis hingga akhir disisipi joke-joke ringan ala Aamir Khan, filmnya hadir di Indonesia menjadi salah satu alternatif tontonan yang sedang tayang disini, kalian pecinta bollywood wajib menyaksikan mulai tanggal 12 Agustus 2022.

Overal: 8/10




 


 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga hadir - Angga. Sung