Skip to main content

REVIEW GREENLAND (2020) – DISASTER MOVIE YANG EMOSIONAL DAN MENEGANGKAN

GREENLAND 2020

Directed : RIC ROMAN WAUGH

Production : STX Films, Thunder Road Films

Runtime : 1 Hour 59 Minutes

Kerjasama antara Gerard Butler dengan sutradara Ric Roman Waugh paska film Angel Has Fallen berlanjut lewat film bergenre disaster berjudul Greenland. Film yang juga dibintangi oleh Morena Baccarin dan Scott Glenn serta penampilan aktor cilik berbakat Roger Dale Floyd.

Event press screening untuk awak media, blogger dan pemerhati film yang dilangsungkan pada 6 Maret 2021 lalu di Kota Kasablanka XXI berlangsung seru dengan kehadiran komunitas Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) yang membahas seputar astrnomi dan juga memberikan sedikit informasi tentang apa yang akan terjadi jika peristiwa asteroid jatuh seperti dalam film terjadi di kehidupan nyata. Penasaran dengan apa yang terjadi dalam film Greenland? Saksikan filmnya yang akan ditayangkan di bioskop Indonesia mulai tanggal 10 Maret 2021.

Bumi tengah mempersiapkan diri untuk kedatangan komet yang dinamakan Clarke yang akan melintasi angkasa dalam waktu dekat, tidak terkecuali keluarga John Garrity (Gerard Butler) beserta Allison (Morena Baccarin) istrinya dan Nathan (Roger Dale Floyd) anaknya yang mengadakan pesta barbekyu dengan tetangga-tetangganya. Namun kejadian tak terduga muncul saat serpihan-serpihan asteroid Clarke malah menabrak dan meluluhlantakkan bumi. Keluarga Garrity yang terpilih jadi keluarga yang mendapatkan undangan untuk masuk ke bunker terpaksa berjuang sekuat tenaga mencapai bunker tersebut melalui berbagai kesulitan di tengah kekacauan yang terjadi di bumi.

Hollywood sudah banyak makan asam garam dalam memproduksi film-film bertemakan bencana. Dari Towering Inferno, Poseidon Adventure, Titanic, Armageddon, sampai 2012, rata-rata film bencana menjadikan efek visual sebagai jualan utamanya. Tetapi ada sebuah formula lain yang diam-diam selalu ada dan menjadi bagian penting dalam film-film bencana yang sukses, yaitu karakterisasi. Greenland bisa dibilang sukses memberikan karakterisasi plus chemistry yang apik pada tiga karakter utamanya.

Tidak melulu menunjukkan efek visual yang dahsyat dalam menggambarkan teror asteroid yang berjatuhan mengancam nyawa ketiga karakter utama, film produksi STX Films ini menyisipkan berbagai adegan menegangkan antar manusia yang tidak kalah menakutkannya dari ancaman asteroid. Didukung dengan karakter Nathan, si anak yang menderita penyakit yang wajib diperhatikan secara intensif serta hubungan renggang antara suami istri Garrity yang menjadikan bencana ini sebagai ujian lanjutan pada hubungan pernikahan mereka membuat Greenland lebih kaya dalam plot cerita walaupun beresiko mengecoh penonton yang mengharapkan adegan bencana dengan efek visual yang wah.

Sutradara Ric Roman Waugh (Angel Has Fallen, Felon) dengan cerdik meminimalisasi pemakaian efek visual dan bujet dengan menjadikan bencana sebagai latar belakang dari apa yang dilalui keluarga Garrity. Chris Sparling sang penulis naskah yang pernah menulis film Buried, yang tidak kalah tegangnya, nampaknya juga bertanggung jawab penuh pada tensi tinggi film berdurasi 119 menit ini. Dari sisi akting, tiga ujung tombak pemeran utama film semuanya bermain apik dan maksimal mendukung cerita yang membuat mereka mengeluarkan energi dan emosi tinggi. Kredit lebih patut disematkan pada si pemeran anak Roger Dale Floyd (Doctor Sleep) yang mampu memberikan penampilan menawan sekaligus mengimbangi dua bintang ternama dalam sosok Gerard Butler (300, Geostorm) dan Morena Baccarin (Deadpool, Serenity). Meski tidak asing dalam film bertema bencana setelah sebelumnya bermain dalam film Geostorm, Butler menunjukkan range akting lebih luas saat memerankan karakter seorang ayah dan suami yang berjuang penuh untuk menyatukan keluarganya.

Greenland memang masih menggunakan beberapa formula klasik film-film bencana pada umumnya, namun keputusannya untuk menaruh genre thriller yang mengeksplorasi perjuangan keluarga Garrity untuk selamat menjadikannya lebih segar. Apalagi didukung dengan chemistry tiga karakter utama ayah, ibu dan anak yang mampu membuat penonton bersimpati. Greenland sangat direkomendasikan untuk ditonton di bioskop dengan keunggulan di tata gambar dan tata suara menggelegar yang akan menjadikan pengalaman menonton lebih maksimal. Mulai tayang tanggal 10 Maret 2021, terlambat rilis dikarenkan pandemic Corona masih berlangsung, jangan lupa ikuti pertokol kesehatan selama menonton film ya.

Overall : 7.5/10




Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Review Take Me Home

Take Me Home  Genre Suspense/ Horror Released Date 11 Mei 2016 Distributor  / Sales Representative : M Pictures Co., Ltd Casting :  Mario Maurer / Wannarot Sonthichai / Peter Noppachai / Producer ; Kanyarat Jiraratchakit Director : Kongkiat Khomsiri Negeri  Gajah Putih ini selalu bisa memberikan tontonan Horor yang tidak mudah ditebak oleh penonton, masih dengan gaya yang khas sinematography mereka. Film ini masih bisa dibilang membuat jantungan yang menontonnya, dari segi kostum , dekorasi bahkan lokasi yang dijadikan punya sangat tepat . Apalagi kehadiran wajah tampan Mario Maurer masih menjadikan film thailand di nanti-nanti oleh pengemarnya. Tan ( Mario Maurer ) , koma setelah kecelakan yang menimpanya sejak 10 tahun yang lalu, saat ini dia berada di sebuah Rumah Sakit dan bekerja disana. Namun kerinduan asal usulnya membuat dia mencari keberadaan keluarganya. Setelah mengetahuinya  Tan mendatangi rumah yang tertera difoto yang dia temukan di bangsal Rumah Sak

REVIEW : DIGNITATE (2020)

DIGNITATE Sutradara : Fajar Nugros Produksi : MD Pictures Durasi : 109 Minutes Apakah yang menjadi dasar sutradara menulis ulang dari kisah yang sukses dalam sebuah Wattpad, mereka ingin tidak sekedar berimajinasi tapi bisa melihat secara jelas apa yang telah mereka baca selama ini. Banyak penulis-penulis muda di Wattpad yang akhirnya masuk dalam layar lebar salah satunya Dignitate karya Hana Margaretha sukses secara pasaran, disukai banyak kawula muda dengan cerita masa kini, cocok dan mengena pada sasaran. Kesempatan baik ini langsung diambil alih oleh sutradara Fajar Nugros menjadi sebuah cerita yang menarik, jayus, lucu dan punya nilai tersendiri. Sebagai Produser MD, Manoj Punjabi disela-sela Premiere Diginate beberapa waktu lalu di Epicentrum – Jakarta, mengatakan : “ Anak remaja sekarang sudah mengerti film bagus bermutu dalam penyanjiannya, ntah apakah film itu dalam sebuah drama, komedi atau horror sekalipun, saya percaya bahwa film ini akan diterima oleh semua re