Skip to main content

Review : Ice Age : Collision Course


Director : Mike Thurmeier & Galen T .Chu

Scrat kembali berulah,  Dalam upayanya mendapatkan buah kenari kegemarannya, dirinya justru jadi pemicu serangkaian kejadian yang berdampak pada berubahnya dunia dan susunan sistem tata surya menjadi yang sekarang kita kenal. Tidak itu saja, kelakuan Scrat juga menimbulkan hujan meteor dan sebuah asteroid besar yang akan menimpa bumi dan akan memusnahkan makhluk hidup didalamnya. Hal inilah akhirnya membuat Sid (John Leguizamo) , Manny (Ray Romano) dan Diego (Dennis Leary) harus kembali melakukan petualangan guna mencari cara agar serbuan meteor yang sudah mendekat tidak sampai ke bumi. Dengan bantuan si musang cerdik, Buck (Simon Pegg) , mereka bersama - sama mencari cara agar bisa terhindar dari malapetaka yang akan memusnahkan populasi mereka semua.


Tak hanya soal perjalanan panjang guna mencari cara menghadapi hujan meteor serta bongkahan asteroid yang siap menghantam bumi, film ini juga menceritakan tentang kekhawatiran Manny atas anak gadisnya, Peeaches ( Keke Palmer  ) , segera menikah dan ingin tinggal jauh darinya. Belum lagi dilema yang dihadapi Diego dan istrinya Shira ( Jennifer Lopez ), tentang keinginan mereka untuk mempunyai anak, serta si kungkang Sid sedang mencari cinta sejati. 



Dengan adanya karakter Scrat dan juga Buck justru menjadi motor penggerak film ini, dan menguasai hampir keseluruhan cerita, seakan film ini adalah milik mereka berdua. Kalau tidak ada mereka berdua, dapat dipastikan film ini akan menjadi hambar dan tak bisa berbuat banyak dan seakan menguap begitu saja. Yang patut jadi perhatian adalah, apa tersaji disini lebih menitik beratkan pada urusan orang dewasa, entah itu soal punya pacar, masalah pernikahan dan lelucon dan humor slapstick menjurus ke penonton dewasa, sedangkan penonton anak - anak hanya mendapatkan visualisasi gambar memang harus diakui, rendering animasinya cukup halus. dikerjakan oleh studio BlueSky Animation.


Mike Thurmeier menjadikan film ini sebagai tantangan tersendiri bagi dia, karena sebelumnya dia hanya memegang sebagai supervisi animasi Ice Age (2002) & Ice Age : The Meltdown (2006). dia yakin penonton dapat menikmati sajian Ice Age kali ini dengan pengisi suara yang sudah terkenal sebelumnya serta mampu membuat penonton tertawa. dalam Box Office USA minggu ini Ice Age : Collision Course masuk diperingkat ke 4 , bukan hal yang mudah karena ada pesaing film animasi lainnya.  Ice Age : Collision Course akan tayang serempak di bioskop Indonesia mulai tanggal 29 juli 2016. 

Overall : 6.5/10 







Comments

Popular posts from this blog

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

Review : 1987: When the Day Comes

Review : Mr Hurt

Mr Hurt 
Directed : Ittisak Eusunthornwattana
Starring : Sunny Suwanmethaon, Marie Broenne, Mashnanoad Sulvamas, Ponsatorn Jongwilak
Production : Transformation Film
Duration : 129m

Lagi-lagi Thailand membuat film bertema drama percintaan dengan cerita seputar patah hati, yang paling membuat kita betah menontonnya tak lain jalan cerita yang sederhana juga casting yang natural dari artis cukup terkenal ditambah lokasi shoting gak jauh dari makanan, tempat tinggal dan sebagainya. Buat saya serasa menonton FTV namun dikemas dengan baik, itulah kelebihan mereka membuat film apalagi twist yang seringkali kesel .
Alkisah pemain tenis pro terkenal Don ( Sunny Suwanmethaon )  pacaran dengan Anna ( Marie Broenner ) , saat Don mau serius melamar Anna, justru Anna memutuskan Don begitu saja, dunia Don berbalik dia tidak semanggat dalam latihan tennis, semuanya berubah total. Tema-temanya mencoba memberikan semanggat bangkit kembali namun gagal juga, Don benar-benar kehilangan Anna. Salah satu cara …