Skip to main content

Review : The Fate and Furious 8 - Bukan akhir dari sebuah franchise balapan liar

The Fate and Furious 
Directed : F Gary Grey 
Starring : Vin Diesel, Jason Statham, Miguel Rodriguez, Dwayne Johnson, Kurt Russel, Charlize Theron
Production : Universal Picture, Original Film, One Race Film
Duration : 2h 16m

Muncul tahun 2001, kisahnya sukses secara worldwide box office tak heran tahun 2017 merupakan seri ke delapan dirilis bulan April ini, dimana semua para pemain utama masih sama kecuali mendiang Paul Walker tahun 2013, tahun paling berat bagi Fast Family. Tak menyurut semangat para team yang sudah lama bergabung bermula hanya balapan liar sekarang memburu penjahat international dengan segala teknologi yang ada. Apa yang ditawarkan dalam serial saga Fast masih dengan formula mobil mewah dengan super cepat jadi andalan, musik  hip-hop dan rap tetap mengisi hampir setiap adegan serta lokasi negara erorpa timur pun tak luput dari ciri khas film ini. Penulis naskah Chris Morgan  ( Tokyo Drift - Fast 7 ) mampu membangun cerita dengan  karakter pemain tetap konsisten. Tokyo Drift bisa dibilang berdiri sendiri karena cerita sangat jauh dari franchise fast sebenarnya. Dan duduk sebagai produer Nael H. Moritz serta Vin Diesel (Fast 4-2009) mengokohkan film ini menjadi sebuah film balapan mobil terlama dan pastinya dibuat sequel.

Dom (Vin Diesel)  berada di Cuba menikmati kehidupannya begitu team lainnya, Hobss (Dwayne Johnson) sibuk sebagai pelatih rugby anaknya, namun setelah bertemu wanita misterius Cipher (Charlize Theron) salah satu gembong penjahat international mengajak Dom mencuri EMP, dia tak mungkin bisa mengelak. Setelah aksinya berhasil justru Hobss di penjara gara-gara melepaskan Dom yang berpihak dengan Chipper. Pertemnuan dengan Deckard Show (Jason Stathan) membuka luka lama bagi keduanya. Dibawah pimpinan Mr Nobody (Kurt Russel) mereka harus berkerja sama dengan team untuk menemukan keberadaan Dom & Chipper, apalagi mereka rencanakan tidak hanya mencuri EMP tapi kode nuklir milik Rusia.



Salah satu adegan yang menarik di Fast8 adalah Zombie Cars New York penonton dibuat tak berkedip melihat aksi mobil yang cepat berhamburan , Roman (Tyrese Gibson)  yang selalu banyak tingkah, tak ada perubahan dalam setiap karakter yang ada, kemunculan beberapa aktor menambah daftar panjang dalam serial saga ini. Fast 8 tidak hanya menawarkan aksi balapan mobil tapi seperti seri sebelumnya kerja team dan keluarga lebih penting dibandingkan sebuah misi, rasa hal ini sudah mendarah daging dalam tubuh Fast Family tak heran jika ada salah satu anggota berusaha salah maka anggota yang lain mencoba menolongnya. Sutradara F Gary Grey tidak mau keluar dari pakem yang sudah melekat baik secara aksi maupun karakter villian yang muncul. Jika anda menengok ke belakang sinematography tidaklah berbeda, shot-shot Extreme Close Up selalu menjadi andalan diantara ledakan atau anda melihat teknologi yang mereka pakai makin canggih seolah-olah sudah ada dimuka bumi ini, The Fate and The Furious, kenapa kata Fate ( Takdir ) ada di depan bukan kata Fast, sebuah kata yang mengambarkan balapan sudah menjadi jalan hidup mereka, apakah hanya keahilan mengendarai mobil,tentu saja tidak, banyak hal  yang lain disampaikan dalam seri FF. Disini Fate berarti pilihan jalan hidup mereka tidak lain tanpa kecuali "Family ". Bagi anda yang pertama kali menonton film ini mungkin merasakan film aki balapan mobil saja, tapi bagi anda pengemar sejati dari seri pertama hingga sekarang, anda merasakan sesuatu yang membuat rasa kangen mendalam seolah-olah anda bagian dari mereka sebuah keluarga dibangun dari rasa percaya mendalam akan kesehatian,tanggung jawab dan kejujuran. Pastinya anda akan menunggu sequel berikutnya .

The Fate And Furious tayang tanggal 12 April 2017 di seluruh bioskop Indonesia.

Overall : 9/10 

Comments

Popular posts from this blog

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri.
Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek .
Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkenal.Mereka mer…

Review : 1987: When the Day Comes

Review : Mr Hurt

Mr Hurt 
Directed : Ittisak Eusunthornwattana
Starring : Sunny Suwanmethaon, Marie Broenne, Mashnanoad Sulvamas, Ponsatorn Jongwilak
Production : Transformation Film
Duration : 129m

Lagi-lagi Thailand membuat film bertema drama percintaan dengan cerita seputar patah hati, yang paling membuat kita betah menontonnya tak lain jalan cerita yang sederhana juga casting yang natural dari artis cukup terkenal ditambah lokasi shoting gak jauh dari makanan, tempat tinggal dan sebagainya. Buat saya serasa menonton FTV namun dikemas dengan baik, itulah kelebihan mereka membuat film apalagi twist yang seringkali kesel .
Alkisah pemain tenis pro terkenal Don ( Sunny Suwanmethaon )  pacaran dengan Anna ( Marie Broenner ) , saat Don mau serius melamar Anna, justru Anna memutuskan Don begitu saja, dunia Don berbalik dia tidak semanggat dalam latihan tennis, semuanya berubah total. Tema-temanya mencoba memberikan semanggat bangkit kembali namun gagal juga, Don benar-benar kehilangan Anna. Salah satu cara …