Skip to main content

Review : Guardians aka Zashchitniki 2017


Guardians aka Zashchitniki 2017
Directed : Sarik Andreasyan 
Starring :  Sebastian Sisak, Sanzhar Madiyev, Anton Pampushyy, Alina Lanina, Valeriya Shkirando
Production : Renovatio, Argunov Studio, Enjoy Movies 
Runtime : 100 Minutes



Ketika perang dunia ke 2, negara Rusia membangun sebuah organisasi untuk menghancurkan negara-negara pesaingnya sebut saja Amerika, Teknologi militer dibuat sedemikian rupa jika suatu saat Rusia diserang oleh musuh dapat melawan . "Patriot" merupakan organisasi yang menciptakan kelompok superhero , selama bertahun-tahun organisasi ini sangat rahasia hingga suatu saat si pencinta superhero Kuratov membangun tentaranya ingin menguasai Moscow dan dunia sebagai sasaran utamanya, teknologi kinetik listrik menjadi andalannya mengatur Modul-1 sebuah mesin yang mengerakan  para prajurit dan robot untuk menyerang para superhero. 




Wildman, Landman, Waterwomen, dan Windman adalah kelompok superhero ciptaan Kuratov yang di aktifkan kembali oleh pemerintah dibawah komando Patriot demi menangkap Kuratov. Ke-empat superhero ini merupakan superhero yang paling kuat diantara yang lain, tapi kekuatan mereka dapat dikalahkan oleh Kuratov. Team Patriot tidak menyerah begitu saja dengan bantuan dari salah satu professor pencipta dan team ahli, maka mereka membuat jubah yang dapat mengantisipasi serangan dari Kuratov. Setelah beberapa saat Kuratov membangun antena yang dapat mengerakan senjata mematikan milik pemerintah dari statsiun luar angkasa, inilah kesempatn bagi ke empat superhero untuk mengagalkan rencana jahat Kuratov.



Sutradara Rusia Sarik Andreasyan sedang bangkit ditandai dengan muncul tema yang berbeda seperti Disaster ( Earthquake 2016 ) dan Superhero,dengan sutradara yang sama film tersebut menuaui kritikan terlalu cepat menyimpulkan sesuatu cerita. Dan hal inipun terjadi di film berikutnya juga. Apakah memang penonton dianggap sudah mengerti jika superhero lahir dari teknologi yang canggih tanpa perlu asal-muasal. Dengan twist ending muncul salah satu superhero untuk sequel Guardians berikutnya masih belum mampu membuat penonton puas layaknya menonton superhero garapan hollywood  

Guardians aka Zashchitniki 2017, secara visual effect sudah sangat mumpuni tapi banyak plothole dari segi cerita, dubbing suara dibuat justru film ini terasa datar tanpa emosi yang mendalam. jika Moviegoers penasaran tak ada salahnya menontonnya. Film ini sudah tayang di jaringan CinemaxxTheater, CGV dan PlatinumCineplex tanggal 24 Februari 2017.

Overall : 6.7/10








Comments

Popular posts from this blog

REVIEW : HOMESTAY ( THAILAND MOVIE 2019 )

HOMESTAY (Thailand Movie 2019 ) Directed :Parkpoom Wongpoom Starring : Teeradon Supapunpinyo, Cherprang Areekul, Suquan Bulakul Production : GDH  Runtime : 131 Minutes Mengadaptasi dari novel dan diadaptasi pada anime jepang tahun 2010 berjudul "Colorful" karya Eto Mori, dengan cerita yang sangat menarik bahkan mendapatkan pujian para kritikus begitu mengena hati penonton, nah tahun 2019 salah satu sutradara Thailand - Parkpoom Wongpoom (Shutter, Alone, Bad Genius )  mencoba mengarap dalam live action berjudul " Homestay " ber genre drama romantis plus bumbu sedikit horor dengan tetap pada koridor anak remaja. Film ini dirilis Tahun 2018 bulan Oktober menduduki Box Office urutan pertama dengan penghasilan 37.49 Juta Baht (= -+ Rp 1.677.655.944.48,-) diawal minggu pertama tak heran jika di Thailand mendapatkan sambutan sangat luar biasa, dan kesempatan ini diambil oleh pihak distributor di Indonesia untuk tayang di jaringan CGV,Cinemaxx Theater. Dal

Press Release Launching Poster PERBURUAN

Press Release Lauching Poster PERBURUAN Jakarta tanggal 27 Juni 2019  - RBOJ Coffee  Sebuah film satu lagi diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer segera tayang bertepatan dengan film Bumi Manusia merupakan karya beliau juga, pihak Falcon Pictures sangat antusias ke-2 film ini dapat terlaksana dengan baik saat pengerjaannya hingga kita akan menantikan jadwal edar di bulan Agustus 2019. Dengan tema nasionalisme diharapkan penonton setia film Indonesia makin mencintai negeri ini, menghargai karya anak bangsa dan mendukung setiap perjalanan perfilmaan di tanah air tercinta. Bertepatan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan. Official Poster film PERBURUAN di lauching bersama para pemain seperti Adipati Dolkien (Hardo) , Ayushinta  (Ningsih) , Michael Kho (Prajurit Jepang Shidokan) , Khiva Iskak (Karmin) dan Ernest Samudra (Dipo) sutradara hadir Richard Oh juga Produser Falcon  Pictures Frederica, tak ketinggalan cucu dari Prmaoedya Ananta Toer juga hadir - Angga. Sung

Review : Midnight University ( Thai Horor Comedy )

Pangsa film Thailand di Indonesia memang tak sebanyak film Hollywood namun kehadiranya selalu dinantikan para pengemar film dari Negeri Gajah Putih ini, Mereka berani mengemas cerita yang simpel menjadi sebuat tontonan yang sangat bisa dinikmati. Bahkan menempatkan artis yang kurang terkenal di negara atau masuk kelas bawah. Penampilan merekapun tak mau kalah dengan artis senior lainnya yang sudah terkenal baik di Thailand maupun diluar negeri. Berbicara mengenai kehidupan di masa sekolah, sepertinya tak habis-habisnya dibahas. Tak jarang kisahnya itu pernah kita alami, maka tak heran sutradara Kritsada Kaniwichapon & Kanin Koonsumitawong , Piyabutr Atisook . Mengangkat sebuah tema kisah anak abege yang tersohor namun dalam mata pelajaran sangat jelek . Star ( Rasri Balenciaga ) , gadis yang paling tersohor dikelasnya, selalu menjadi sorotan para laki-laki, tak heran grup Star Angel dinantikan kemunculan saat berada di sekolah. Tapi dibalik semua kecantikan dan terkena